Ingin Hidup Lebih Bahagia? Hindari 7 Kriteria Toxic People Ini

Agar lebih bahagia, begini caranya Ma!

31 Januari 2019

Ingin Hidup Lebih Bahagia Hindari 7 Kriteria Toxic People Ini
dailydot.com

Apa itu Toxic People? Apakah kamu pernah mendengar sebelumnya? Toxic People adalah istilah yang ditujukan untuk orang yang beracun. Apa maksudnya?

Seseorang dianggap menjadi racun ketika iya menebarkan sesuatu yang negatif ke lingkungan sekitarnya.

Seringkali Toxic People ditemukan melalui media sosial. Namun, dalam kehidupan nyata juga banyak lho! Nah, lebih baik jangan menebak-nebak dan menunjuk ke orang lain dulu Ma.

Jangan-jangan kamu salah satunya.

Kamu perlu hati-hati dan sadar diri. Seseorang yang masuk kriteria Toxic People biasanya hidupnya susah bahagia. Hidupnya dibayang-bayang rasa tidak puas, sering mengeluh dan merasa resah.

Agar kamu bisa hidup lebih bahagia dan dicintai banyak orang di sekitar kamu, hindari perilaku negatif yang membuat kamu dianggap sebagai racun.

Berikut ini Popmama.com bagikan kriteria Toxic People yang wajib kamu hindari:

1. Ghosting

1. Ghosting
bustle.com

Ghosting adalah istilah jika seseorang memutuskan hubungan dengan menghentikan semua komunikasi dan kontak dengan mantan mitra, pasangan, teman tanpa peringatan atau justifikasi yang jelas.

Jika mantan mitra, teman atau pasangan coba untuk menjangkau atau berkomunikasi maka the ghoster pun akan segera menghilang.

Menurut laman wikipedia istilah ghosting ini ada sejak tahun 2011.

Dalam dekade itu, media melaporkan peningkatan ghosting, yang telah dikaitkan dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan aplikasi kencan online.

Nah, dalam kehidupan sehari-hari jika kamu mendadak hilang dari pergaulan maka kamu bisa disebut the ghoster.

Contoh lain seperti, sedang janjian bertemu dengan teman, bilangnya bisa hadir tapi pas waktunya ternyata nggak datang. Coba dihubungi oleh teman melalui telepon atau chat WhatsApp tapi kamu tidak menjawab.

Contoh nyata lainnya yang lebih parah adalah sudah latihan untuk tampil menari di sebuah acara, tapi saat waktunya kamu malah menghilang.

Hindari perilaku menjengkelkan seperti itu, itu hanya membuat teman-teman atau orang di lingkungan kamu merasa tersakiti dan dirugikan.

2. Super narsis

2. Super narsis
Freepik/rawpixel.com

Seperti apa orang yang super narsis? Jika kamu merasa kamu adalah pusat perhatian, kamu paham kamu diperhatikan orang lain, kamu selalu ingin tampil dan merasa kamu yang paling pantas dalam segala hal, maka di situ kamu sedang mengalami gejala super narsis.

Terlalu sering menjadi super narsis akan membuat orang di sekitar kamu merasa nggak nyaman.

Baca juga: Cara Tepat Mengarahkan Potensi Positif dari Anak yang Narsis

3. Selalu mengkritik

3. Selalu mengkritik
Freepik/Jcomp

Mengkritik untuk membangun orang lain memang penting, tapi kalau kamu selalu mengkritik dan tidak mau mendengar pendapat orang lain maka bisa dibilang cara berpikir kamu tidak seimbang.

Cara untuk menahan untuk mengurangi kebiasaan mengkritik orang adalah sebagai berikut:

  • Tarik napas dalam-dalam

Daripada mengkritik orang habis-habisan, lebih baik kamu coba menenangkan diri dengan tarik napas dalam-dalam. Jika teman atau atasan kamu berperilaku tidak sesuai harapan, cobalah untuk menenangkan diri sebelum mengeluarkan kritikan.

  • Batasi kritikan untuk tidak menerobos ruang pribadi orang lain

Sangat disarankan untuk tidak mengkrik secara keras cara pola pengasuhan orang lain. Ini adalah salah satu contoh ruang pribadi orang lain yang tidak boleh kamu terobos.

Kamu harus belajar menghargai cara hidup yang dilakukan oleh orang lain. Tidak semua orang memiliki cara mendidik dan mengasuh anak yang sama seperti apa yang kamu lakukan.

Baca juga: Jangan Katakan Kalimat Ini Soal C-Section

Editors' Picks

4. Penghasut

4. Penghasut
Freepik

Menurut KBBI, hasut adalah membangkitkan hati orang supaya marah (melawan, memberontak, dan sebagainya).

Penghasut adalah orang yang menghasut.

Jika kamu pernah menceritakan keburukan orang lain kepada teman kamu, lalu teman kamu terusik dan menjadi marah atas apa yang kamu sampaikan maka tanpa kamu sadari kamu telah menjadi penghasut.

Lebih berbahaya lagi jika hati kamu merasa senang jika kamu sedang jadi penghasut.

Ini adalah kriteria Toxic People yang sangat berbahaya karena bisa menimbulkan permusuhan dan perpecahan.

Jika ada seorang teman diantara kamu yang memiliki perilaku demikian, lebih baik batasi komunikasi dengan orang seperti itu.

5. Pencari perhatian

5. Pencari perhatian
rd.com

Kriteria Toxic People selanjutnya adalah suka cari perhatian orang lain. Senang jadi pusat perhatian, saat bicara orang lain harus selalu memerhatikan dia, tidak bersedia gantian saat bicara, dan terbiasa menyela saat orang lain bicara.

Perilaku suka mencari perhatian orang lain seperti ini ternyata masuk dalam salah satu bentuk penyimpangan.

Orang yang demikian mengalami gangguan kesehatan mental yang diberi nama histronik.

Histronik adalah bentuk gangguan mental atau gangguan kepribadian yang membuat penderitanya kesulitan memahami citra dirinya sendiri.

Orang dengan histronik memerlukan pendampingan agar dirinya sadar untuk tidak melakukan hal tersebut secara berulang.

histrionik cenderung membutuhkan pengakuan dan pujian dari orang lain sebagai tolak ukur untuk menilai dirinya sendiri.

Kalau kamu mengalami ini, segera konsultasikan kepada psikiater karena seringkali orang dengan histronik mengalami depresi dan delusi.

6. Sindrom Thanos, merasa paling benar dan paling hebat

6. Sindrom Thanos, merasa paling benar paling hebat
Freepik/prostooleh

Belakangan merasa paling benar dan paling hebat sering disebut dengan Thanos Syndrome atau sindrom Thanos.

Sindrom Thanos adalah perasaan paling hebat dan paling benar. Merasa dirinya sudah melakukan yang terbaik. Seringkali mengira semua hal akan berantakan dan berjalan tidak mulus jika dirinya tidak ada.

Kalau kamu sering merasa hal demikian, coba cek lagi karena ada kemungkinan kamu mengalami sindrom Thanos.

Dalam bentuk lain, orang yang mengalami sindrom Thanos tidak selalu merasa dialah yang paling hebat dan paling berguna karena sebagian lainnya juga ada yang berupa sering mengeluh dirinya sudah melakukan yang terbaik untuk kepentingan bersama namun tidak mendapat dukungan dari lingkungannya, dia mengira hanya dirinya yang seperti itu.

7. Tidak bisa berempati pada kondisi orang lain

7. Tidak bisa berempati kondisi orang lain
Freepik/jannoon028

Mati rasa, mati hati. Sulit berempati dan turut merasakan atas perasaan tidak enak yang sedang orang lain alami.

Karakter Toxic People yang ini memang cukup bahaya, ia sulit mengerti kesulitan orang lain.

Jangan mengharap menghibur, mendukung dan membantu karena biasanya Toxic People tidak akan menyadari tentang bagaimana keadaan orang lain.

Itulah 7 kriteria Toxic People yang cukup mengerikan. Jangan heran, ini banyak terjadi. Coba kenali persona diri kamu sendiri. Apakah kamu terjebak dalam kriteria itu? Jika iya, kamu harus segera menyadari dan intropeksi diri agar lingkungan kamu bisa merasa lebih nyaman dan kamu bisa hidup lebih bahagia.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;