Transportasi Umum Jadi Klaster Covid-19, Begini Upaya dari Pemerintah

Transportasi umum memang semakin rentan untuk menjadi klaster baru terkait penyebaran Covid-19

8 September 2020

Transportasi Umum Jadi Klaster Covid-19, Begini Upaya dari Pemerintah
Pixabay/fancycrave1

Angka kasus yang positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia semakin meningkat dan penyebarannya pun kian meluas. Bahkan transportasi umum semakin rentan menjadi klaster baru terkait penyebaran virus, sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang mengevaluasi soal penerapan ganjil genap. 

Berdasarkan data yang dirilis Pemprov DKI Jakarta dalam situs corona.jakarta.go.id hingga hari Senin (7/9/2020) pukul 23.00 WIB tercatat sebanyak 196.989 kasus terkonfirmasi Covid-19 secara nasional. 

Ada sekitar 48.207 orang masih dirawat, 140.652 orang dinyatakan sembuh dan 8.130 orang lainnya meninggal dunia. Data kasus terkonfirmasi Covid-19 ini telah diumumkan secara resmi oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Jika Mama ingin mengetahui beberapa informasi mengenai upaya pemerintah terkait transportasi umum yang menjadi klaster terbaru Covid-19, kali ini Popmama.com telah merangkum penjelasannya. 

Yuk Ma, disimak informasi lengkap terkait evaluasi yang sedang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta menganai penerapan ganjil genap!

Editors' Picks

1. Pemprov DKI Jakarta masih mengevaluasi soal penerapan ganjil genap 

1. Pemprov DKI Jakarta masih mengevaluasi soal penerapan ganjil genap 
Popmama.com/Fx Dimas
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa evaluasi terkait penerapan ganjil genap sedang dilakukan. Ini bisa menjadi pertimbangan tersendiri, apakah peraturan ganjil genap akan dicabut atau justru tetap diteruskan.

"Kami berusaha transpran dan selalu menggunakan data serta menyampaikannya secara lengkap. Jadi keputusan kebijakan selalu merujuk pada angka yang terlihaat nyata terjadi di lapangan," kata Anies pada Selasa (8/9/2020).

Keputusan mengenai peraturan ganjil genap akan disampaikan pada akhir masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, yakni 10 September mendatang. 

2. Penerapan ganjil genap justru memicu peningkatan jumlah penumpang KRL dan Transjakarta

2. Penerapan ganjil genap justru memicu peningkatan jumlah penumpang KRL Transjakarta
Pixabay/Free-Photos

Penyebaran Covid-19 di transportasi umum pelan-pelan mulai meningkat karena jumlah penumpang yang semakin banyak.

Doni Manardo, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB mengatakan bahwa penerapan ganjil genap sejauh ini justru memicu peningkatan jumlah penumpang KRL dan Transjakarta. 

Bukan tidak mungkin kalau peningkatkan jumlah penumpang memicu klaster baru di sektor transportasi umum. Berdasarkan data terdapat 62 persen dari pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet merupakan penggunaan transportasi umum.

Maka dari itu, penerapan ganjil genap perlu dikaji ulang kembali agar penyebaran virus di transportasi umum tidak semakin meningkat. 

3. Pengguna transportasi umum harus ingat bahwa virus bisa dikalahkan oleh antibodi yang kuat

3. Pengguna transportasi umum harus ingat bahwa virus bisa dikalahkan oleh antibodi kuat
Freepik

Seseorang yang dinyatakan positif terkena Covid-19 memiliki 3 kemungkinan terkait kondisi kesehatannya, yaitu: 

  1. Tetap sehat (tidak ada gejala).
  2. Sakit, tetapi ringan (demam tidak tinggi, batuk, sedikit kelelahan, tetapi masih bisa beraktivitas).
  3. Sakit berat (demam tinggi, sesak napas berat, tidak bisa berativitas, memiliki penyakit lain). 

Demi terhindar dari virus, maka daya tahan tubuh perlu diperhatikan dengan baik. Sebuah penelitian di Australia pun mengatakan bahwa penyebaran Covid-19 akan lemah ketika menghadapi seseorang dengan antibodi yang sehat. 

Kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi setiap hari, seperti protein, lemak, serat, vitamin atau mineral tentu memiliki peran lebih besar dalam mendukung sistem imun tubuh. Buah-buahan yang menjadi asupan sehat juga mampu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal.

Terkait buah, Mama bisa mencoba untuk mengonsumsi buah citrus, delima, jambu biji, pepaya, kiwi hingga mangga. Bijaklah dalam memilih berbagai aneka buah agar tubuh mendapatkan asupan terbaik.

Selain pola makan, pastikan untuk olahraga secara rutin, menjaga berat badan, menghindari stres, selalu menerapkan istirahat yang cukup dan dibantu dengan mengonsumsi suplemen atau multivitamin. 

Dengan penerapan pola hidup sehat ini, maka akan membantu membentuk antibodi yang kuat. Diharapkan dengan terus menjaga kebersihan dan daya tubuh sebaik mungkin, Mama sekeluarga bisa terhindar dari paparan virus Covid-19 semakin meluas. 

Tetap menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga yuk, Ma! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.