8 Gejala Hernia yang Sering Diabaikan Padahal Berbahaya!

- Benjolan di area tubuh tertentu, terutama perut, selangkangan, atau pusar
- Nyeri saat beraktivitas fisik, terutama di sore hari atau setelah banyak bergerak
- Sensasi panas, terbakar, atau berat di area hernia yang tidak boleh diabaikan
Hernia sering dianggap sebagai masalah kesehatan ringan yang hanya menimbulkan benjolan. Padahal, kondisi ini bisa berkembang perlahan dan menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat.
Banyak orang baru menyadari hernia ketika keluhan sudah semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Penting untuk kita mencurigai gejala-gejala tubuh yang dirasa sudah tidak nyaman dirasakan.
Menurut National Health Service (NHS), hernia terjadi ketika jaringan atau organ dalam tubuh menonjol keluar melalui area otot atau jaringan ikat yang melemah. Gejalanya bisa berbeda pada setiap orang, tergantung jenis dan tingkat keparahannya.
Agar tidak terlambat ditangani, berikut Popmama.com akan menjelaskan 8 gejala hernia yang sering diabaikan, padahal berbahaya. Yuk simak!
1. Muncul benjolan di area tubuh tertentu

Gejala hernia yang paling umum adalah munculnya benjolan, terutama di perut, selangkangan, atau sekitar pusar. Benjolan ini biasanya lebih terlihat saat berdiri, batuk, atau mengangkat benda berat. Pada beberapa kasus, benjolan bisa menghilang ketika penderita berbaring.
Meski sering tidak terasa sakit di awal, benjolan hernia menandakan adanya kelemahan pada dinding otot. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa benjolan ini merupakan jaringan yang terdorong keluar akibat tekanan dari dalam tubuh.
Jika dibiarkan, ukuran benjolan bisa semakin besar dan sulit dikembalikan ke posisi semula.
2. Rasa nyeri atau tidak nyaman saat beraktivitas

Hernia kerap menimbulkan rasa nyeri, terutama saat penderita melakukan aktivitas fisik seperti berdiri lama, membungkuk, atau mengangkat beban. Rasa tidak nyaman ini bisa berupa sensasi tertarik, perih, atau tekanan di area yang terkena.
Menurut Mayo Clinic, nyeri hernia sering kali memburuk di sore hari atau setelah tubuh banyak bergerak. Pada sebagian orang, rasa sakitnya ringan dan hanya mengganggu sesekali. Namun pada kondisi tertentu, nyeri bisa semakin intens dan menandakan hernia yang mulai bermasalah.
3. Sensasi panas, terbakar, atau berat di area hernia

Selain nyeri, beberapa penderita hernia merasakan sensasi panas atau terbakar di sekitar benjolan. Ada juga yang menggambarkannya sebagai rasa berat atau penuh di area tersebut. Keluhan ini sering muncul bersamaan dengan aktivitas fisik.
NHS menyebutkan bahwa sensasi ini berkaitan dengan tekanan yang terus-menerus pada jaringan yang melemah. Meski tampak sepele, rasa panas atau berat yang berlangsung lama sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda perburukan kondisi.
4. Nyeri yang menjalar ke area lain

Pada hernia tertentu, terutama hernia inguinal, rasa nyeri bisa menjalar hingga ke paha, pangkal paha, atau bahkan testis pada pria. Nyeri ini dapat terasa tumpul atau menusuk, dan sering memburuk saat batuk atau bersin.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa nyeri menjalar terjadi karena tekanan pada saraf di sekitar area hernia. Jika keluhan ini semakin sering muncul, sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga medis untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
5. Gangguan pencernaan

Hernia juga dapat mempengaruhi sistem pencernaan, terutama jika melibatkan usus. Gejala yang mungkin muncul antara lain perut kembung, sulit buang air besar, mual, hingga rasa penuh setelah makan sedikit.
Menurut World Health Organization (WHO), hernia yang melibatkan usus berisiko menyebabkan penyumbatan aliran pencernaan. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat berkembang menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan cepat.
6. Benjolan sulit didorong kembali

Pada tahap awal, benjolan hernia biasanya masih bisa didorong kembali ke dalam perut saat berbaring. Namun seiring waktu, benjolan bisa menjadi kaku dan sulit dikembalikan ke posisi semula.
Mayo Clinic menyebutkan bahwa kondisi ini dapat mengindikasikan hernia yang terjebak (incarcerated hernia). Jika benjolan tidak bisa masuk kembali dan disertai nyeri hebat, hal ini perlu mendapat perhatian medis segera.
7. Nyeri hebat disertai mual dan muntah

Gejala hernia yang satu ini tergolong serius dan tidak boleh diabaikan. Nyeri hebat yang datang tiba-tiba, disertai mual dan muntah, bisa menjadi tanda hernia strangulata. Ini terjadi ketika aliran darah ke jaringan yang terjepit terhenti.
Menurut NHS, hernia strangulata merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera. Tanpa tindakan cepat, jaringan yang terjepit bisa mengalami kerusakan permanen.
8. Demam dan perubahan warna benjolan

Pada kasus yang lebih berat, hernia dapat menyebabkan demam dan perubahan warna pada benjolan, seperti kemerahan atau keunguan. Ini menandakan adanya peradangan atau gangguan aliran darah.
Cleveland Clinic menegaskan bahwa gejala ini merupakan tanda bahaya. Jika disertai nyeri hebat dan kondisi tubuh yang melemah, penderita sebaiknya segera mencari bantuan medis.
Gejala hernia tidak selalu muncul secara tiba-tiba atau langsung terasa parah. Justru, banyak kasus berkembang perlahan dan sering diabaikan karena dianggap tidak berbahaya. Padahal, mengenali tanda-tanda awal hernia sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Jika Mama atau anggota keluarga mengalami benjolan yang disertai nyeri, rasa berat, atau gangguan pencernaan, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter.
Sekarang Mama sudah mengetahui 8 gejala hernia yang sering diabaikan. Dengan penanganan yang tepat dan tepat waktu, hernia dapat dikelola dengan aman dan kualitas hidup tetap terjaga.


















