Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Gejala Hipertensi yang Sering Tidak Disadari
Pexels/Marta Branco
  • Hipertensi sering disebut silent killer karena berkembang tanpa gejala jelas dan baru terdeteksi saat pemeriksaan rutin atau muncul komplikasi serius.
  • Tujuh gejala umum hipertensi meliputi sakit kepala hebat, penglihatan kabur, mimisan, jantung berdebar, nyeri dada, telinga berdenging, serta kelelahan ekstrem.
  • Perubahan fisik seperti wajah memerah dan bercak darah di mata juga bisa menjadi tanda tekanan darah tinggi yang perlu segera diperiksa medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bukan tanpa alasan hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dijuluki sebagai silent killer. Penyakit ini memang kerap berkembang tanpa tanda yang benar-benar jelas. 

Tidak sedikit orang merasa tubuhnya baik-baik saja, padahal tekanan darahnya sudah berada di angka yang cukup tinggi. Inilah mengapa hipertensi sering baru diketahui saat pemeriksaan kesehatan rutin atau ketika komplikasi mulai muncul.

Meski begitu, ternyata tubuh sudah sering memberikan kode sebelumnya. Hanya saja, gejalanya sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa, kurang tidur, atau efek stres sehari-hari. 

Nah, untuk menghindari kesalahan ini, simak 7 gejala hipertensi yang Popmama.com siapkan berikut ini.

1. Sakit kepala hebat, terutama saat bangun tidur

Pexels/Kampus Production

Pernah bangun pagi lalu kepala terasa berat atau seperti ditekan dari dalam? Pada beberapa orang, ini bisa menjadi salah satu tanda tekanan darah sedang meningkat.

Dikutip dari British Heart Foundation, sakit kepala yang berkaitan dengan hipertensi biasanya terasa lebih intens dibanding pusing biasa akibat kurang tidur atau kelelahan. Keluhan ini sering muncul di pagi hari, terutama saat tekanan darah sedang tinggi.

Meski tidak semua sakit kepala berarti hipertensi, rasa nyeri yang terasa berat, muncul berulang, atau disertai gejala lain seperti pandangan kabur tetap perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan tekanan darah yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pada pembuluh darah otak.

2. Penglihatan mendadak kabur

Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Mata ternyata bisa menjadi salah satu bagian tubuh pertama yang menunjukkan protes ketika tekanan darah tidak stabil.

Menurut National Health Service UK, lonjakan tekanan darah dapat memengaruhi pembuluh darah kecil di retina, bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya dan membantu proses melihat.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami penglihatan kabur, melihat bayangan samar, atau kesulitan fokus pada objek. Kondisi ini dikenal sebagai retinopati hipertensi, yaitu gangguan pada pembuluh darah retina akibat tekanan darah tinggi.

Jika dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan, kerusakan penglihatan bahkan bisa menjadi permanen.

3. Mimisan dan jantung berdebar

Pexels/Puwadon Sang-ngern

Mimisan memang sering terjadi karena udara kering atau terlalu sering mengorek hidung. Namun, dalam beberapa kondisi, tekanan darah yang melonjak juga bisa menjadi salah satu pemicunya.

Tekanan darah tinggi dapat membuat pembuluh darah kecil di hidung lebih rentan pecah, terutama jika tekanannya sedang sangat tinggi. Selain mimisan, sebagian orang juga merasakan sensasi jantung berdebar lebih cepat atau tidak beraturan.

Dilansir dari World Health Organization, jantung berdebar atau palpitasi dapat muncul karena jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah melawan tekanan tinggi di pembuluh darah.

Kadang rasanya seperti dada bergetar, denyut terasa sampai ke leher, atau muncul rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan.

4. Nyeri dada dan mudah sesak napas

Pexels/freestocks.org

Penelitian yang dipublikasikan PubMed Central menjelaskan bahwa hipertensi yang berlangsung lama bisa membuat jantung bekerja terlalu keras. Lama-kelamaan, kondisi ini mengurangi efisiensi jantung dalam memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh.

Penderitanya bisa mulai merasakan nyeri dada, dada terasa tertekan, atau sesak napas bahkan saat melakukan aktivitas ringan. Gejala ini termasuk yang perlu diperhatikan serius, apalagi jika muncul tiba-tiba atau makin sering terjadi.

5. Telinga berdenging

Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Jangan anggap remeh ketika telinga berdenging, karena ternyata juga bisa berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

Dikutip dari National Council on Aging, beberapa orang dengan hipertensi mengalami tinnitus, yaitu sensasi berdenging, berdesis, atau suara seperti denyutan di dalam telinga. Hal ini diduga berkaitan dengan perubahan aliran darah di sekitar area telinga.

6. Kelelahan ekstrem dan sulit fokus

Pexels/www.kaboompics.com

Hipertensi tidak selalu muncul dengan gejala yang esktrem. Pada beberapa orang, tandanya justru samar dan sering disalahartikan sebagai efek kurang tidur atau terlalu banyak pikiran. Salah satunya adalah tubuh yang terasa sangat lelah tanpa alasan yang jelas, bahkan setelah cukup beristirahat.

National Health Service mengungkapkan tekanan darah tinggi yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi aliran darah kaya oksigen ke otak. Hal ini mengakibatkan seseorang bisa mengalami kelelahan ekstrem, sulit berkonsentrasi, atau merasa pikiran seperti berkabut (brain fog). 

Sebagian penderitanya juga merasa lebih mudah bingung, susah fokus saat bekerja, atau sulit mengingat hal-hal kecil yang biasanya mudah dilakukan. 

7. Wajah sering merah dan muncul bercak darah di mata

University of Utah Health

Beberapa tanda hipertensi juga bisa terlihat dari perubahan fisik yang tampak dari luar. Wajah yang tiba-tiba tampak lebih merah (facial flushing) dapat menjadi salah satunya.

Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di wajah melebar akibat peningkatan tekanan darah. Selain itu, sebagian orang juga mengalami bercak merah pada bagian putih mata akibat pecahnya pembuluh darah kecil (subconjunctival hemorrhage).

Meski kondisi ini tidak selalu berbahaya, tetap penting untuk mencari tahu penyebabnya, terutama jika muncul bersamaan dengan gejala lain seperti sakit kepala hebat atau jantung berdebar.

Itu tadi 7 gejala hipertensi yang tidak boleh dianggap remeh. Jika kamu mengalami gejala yang serupa, penting untuk segera memeriksakannya agar mendapatkan penanganan yang sesuai. 

Editorial Team