Jalan Kaki, Olahraga Ringan yang Bikin Sehat dan Memperpanjang Usia

Olahraga yang cocok di masa pandemi, jalan kaki!

26 Mei 2021

Jalan Kaki, Olahraga Ringan Bikin Sehat Memperpanjang Usia
Unsplash/Arek Adeoye

Ketika pandemi datang dan kita dituntut untuk berdiam di rumah. Apa yang dipikiran para Mama yang rajin berolahraga? 

Ya, pastinya akan panik, mengingat rutinitas kesehatan ini sudah selayaknya dilakukan seperti sebelum pandemi melanda. 

Vaksin sedang berjalan, protokol kesehatan juga tetap dipatuhi, namun apakah kamu yakin untuk berkerumun di komunitas olahraga dengan bermasker? 

Nampaknya itu tetap akan menjadi hal yang tidak nyaman ya di masa pandemi seperti sekarang ini. 

Nah dilansir dari konferensi tahunan American Heart Association (AHA),
Ada olahraga yang cocok untukmu di masa pandemi. 

Ini tak perlu terlalu menguras tenaga  dan dapat dilakukan dalam waktu singkat namun berguna bagi perpanjangan harapan hidupmu. 

Apa itu? Simak ulasan khas Popmama.com berikut ini. 

1. Sering berjalan kaki tingkatkan usia kehidupanmu

1. Sering berjalan kaki tingkatkan usia kehidupanmu
Unsplash/青 晨

Studi terbaru yang dipubilkasikan oleh AHA mengatakan sering berjalan kaki setiap hari, baik sekaligus maupun dalam waktu singkat, dapat memperpanjang angka harapan hidup seseorang. 

Jalan kaki merupakan salah satu olahraga teraman dan termudah untuk saat ini guna meningkatkan kebugaran dan kesehatan, terlebih pada kesehatan jantung.

Editors' Picks

2. Orang dewasa direkomendasikan untuk melakukannya sebanyak 75-150 menit seminggunya

2. Orang dewasa direkomendasikan melakukan sebanyak 75-150 menit seminggunya
Unsplash/Fidel Fernando

Pedoman kebugaran AHA dalam penelitiannya juga mencatat, orang dewasa direkomendasikan untuk setidaknya melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat, 75 - 150 menit per minggunya. 

3. Menggunakan sampel penelitian pada aktivitas yang dijalani perempuan

3. Menggunakan sampel penelitian aktivitas dijalani perempuan
Unsplash/Liu Jiao

Studi dilakukan oleh peneliti dengan bantuan perangkat penghitung langkah.

Dengan alat ini peneliti memantau seluruh ktivitas fisik peserta, mengamati semua jenis gerakan, termasuk menaiki tangga begitujuga dengan aktivitas umum rumah tangga.

Pemantauan dilakukan di medio 2011 hingga 2015 terhadap 16.732 perempuan yang rata-rata didominasi usia di atas 60 tahun.

4. Hasil penelitian AHA

4. Hasil penelitian AHA
Unsplash/jonathan wilson rosas peña

Dengan perangkat penghitungan langkah, peneliti menghitung langkah harian dan pola berjalan selama 4-7 hari.

Pada akhirnya, peneliti melacak tingkat kematian dengan berbagai penyebab selama enam tahun hingga 31 Desember 2019.

Hasilnya, dari 804 kasus kematian yang terjadi pada periode studi 2011-2019. Peserta studi yang memiliki langkah lebih banyak atau sekitar 4.500 langkah per harinya memiliki angka harapan hidup yang lebih panjang.

Sementara itu angka lain menunjukkan, setiap penambahan 1.000 langkah per berkaitan dengan penurunan 28 persen risiko kematian.

Bahkan terdapat penurunan 32 persen risiko kematian akan didapat oleh peserta yang mengambil penambahan 2.000 langkah per harinya.

"Hasilnya kami menunjukkan bahwa mengambil 2.000 langkah atau lebih selama penelitian dikaitkan dengan manfaat angka harapan hidup yang lebih panjang," ujar , Christopher C Moore, penulis utama studi yang dilakukan oleh AHA.

Jadi Ma, sudah tahu kan baiknya melakuakn olahraga apa di tengah himpitan pandemi seperti sekarang ini.

Yuk, besok pagi mari kita jalan kaki. Sembari hirup udara segar, sedikit menyegarkan mata, dan tentunya memanjangjan usia kehidupan kita.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.