Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
Ramadan bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga kepedulian kepada sesama. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barang siapa memberi makan orang yang berbuka, ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini membuat tradisi berbagi takjil dan buka bersama menjadi sangat bernilai di sisi Allah
7 hadis tentang puasa Ramadan di atas menunjukkan bahwa Ramadan adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya ada ampunan, keberkahan, dan kesempatan memperbaiki diri.
Semoga kita bisa menjalani puasa bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai kebutuhan untuk mendekat kepada Allah dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Apa arti hadis “Puasa itu perisai” dan maksudnya? | Rasulullah SAW bersabda: “Puasa itu adalah perisai (junnah)” — maksudnya puasa berfungsi sebagai perlindungan dari dosa dan godaan syahwat lisan maupun batin; seorang yang berpuasa diharapkan menjaga perilakunya agar puasa itu lebih mulia dari sekadar menahan lapar dan haus. |
Adakah hadis yang menjelaskan niat puasa Ramadan? | Dalam fiqh Islam, niat puasa harus ada dalam hati setiap hari sebelum fajar agar puasa itu sah. Ini sesuai prinsip umum hadith fiqih yang menyatakan pentingnya niat dalam ibadah, meskipun lafaz niat tertentu tidak disebutkan secara langsung dalam hadith Rasulullah. |
Apakah hadis menyatakan puasa itu untuk Allah dan bukan sekadar amal manusia? | Dalam hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh para ulama: Allah SWT berfirman bahwa puasa adalah ibadah yang khusus untuk‑Nya dan Dia sendiri akan memberi ganjarannya. Ini menunjukkan betapa besarnya nilai spiritual puasa di sisi Allah. |