“Lalu hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air zam-zam, kemudian dikembalikan ke tempatnya dan memenuhinya dengan iman dan hikmah.” (HR. Bukhari)
14 Hikmah Isra Miraj dalam Kehidupan Sehari-hari, Bisa sebagai Teladan Iman

- Menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah SWT
- Salat sebagai pondasi kehidupan
- Membersihkan hati dan niat
Peristiwa Isra Miraj menjadi momen penting dalam sejarah Islam yang menunjukkan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha.
Isra Miraj tidak hanya menjadi kisah sejarah, tetapi juga menyimpan banyak hikmah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penguatan iman hingga teladan akhlak mulia dan kesabaran menghadapi ujian.
Berikut ini Popmama.com rangkum 14 hikmah Isra Miraj yang dapat menjadi inspirasi dan pedoman bagi keluarga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Table of Content
1. Menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah SWT

Isra Miraj mengajarkan Mama untuk memahami kebesaran Allah SWT yang melampaui batas nalar manusia. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan kekuasaan-Nya.
Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan berbagai keajaiban, mulai dari melihat Malaikat Jibril dalam wujud aslinya hingga gambaran tentang surga dan neraka. Semua itu menunjukkan betapa luas dan agung ciptaan Allah SWT.
Dari hikmah ini, Mama diajak untuk semakin menguatkan iman serta rasa syukur kepada Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, kesadaran akan kebesaran-Nya membantu kita hidup lebih tenang, rendah hati, dan penuh keimanan.
2. Salat sebagai pondasi kehidupan

Perintah salat lima waktu menjadi anugerah terbesar dari peristiwa Isra Miraj. Shalat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban, tetapi juga menjadi sumber ketenangan dan kekuatan spiritual dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Keistimewaan shalat terletak pada cara perintahnya yang disampaikan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tanpa perantara. Hal ini menegaskan bahwa salat adalah tiang agama yang memiliki peran utama dalam kehidupan setiap Muslim.
Melalui Isra Miraj, umat Islam diajak untuk lebih menjaga salat lima waktu, baik dari segi ketepatan waktu maupun kekhusyukan. Dengan memprioritaskan salat, Mama dapat memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus membekali diri dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
3. Membersihkan hati dan niat

Sebelum peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW terlebih dahulu disucikan hatinya. Hal ini menjadi pengingat bahwa kebersihan hati dan niat merupakan fondasi penting dalam menjalankan setiap bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Dalam keseharian, menjaga hati tetap bersih dari rasa iri, dengki, serta prasangka buruk membantu kita menjalani hidup dengan lebih tenang dan ikhlas. Hati yang bersih juga membuat ibadah terasa lebih bermakna dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Kesabaran menghadapi ujian hidup

Peristiwa Isra Miraj terjadi setelah Nabi Muhammad SAW melewati masa yang sangat berat dalam hidupnya, termasuk kehilangan orang-orang tercinta dan berbagai penolakan dari kaumnya.
Kisah tersebut mengajarkan bahwa setiap ujian hidup memiliki tujuan dan tidak pernah sia-sia. Kesabaran menjadi kunci agar hati tetap kuat dalam menghadapi berbagai kesulitan.
Dalam kehidupan sehari-hari, hikmah ini mengingatkan Mama untuk tidak mudah menyerah. Dengan bersabar dan terus berharap kepada Allah SWT, kita belajar percaya bahwa setiap cobaan akan berujung pada kebaikan.
5. Kejujuran dalam menyampaikan kebenaran

Setelah peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW tetap jujur menyampaikan apa yang dialaminya kepada penduduk Makkah, meski banyak yang meragukan dan menolak kisah tersebut.
Hal ini mengajarkan bahwa kebenaran tidak selalu mudah diterima, tetapi tetap harus disampaikan dengan penuh tanggung jawab dan keyakinan.
Sebagai umat Islam, Mama diajak untuk berani berkata jujur dalam berbagai situasi. Seperti sabda Rasulullah SAW, “Katakanlah kebenaran meskipun pahit.” (HR. Tirmidzi), kejujuran menjadi nilai penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
6. Memilih yang halal dan baik

Saat Nabi Muhammad SAW hendak naik ke sidrotul muntaha, Nabi Muhammad SAW diberikan dua pilihan, yaitu air susu dan khamr. Tanpa ragu, Rasulullah memilih air susu, sebuah pilihan yang sarat makna dan penuh hikmah.
Pilihan tersebut kemudian ditegaskan oleh Malaikat Jibril sebagai simbol kesucian dan fitrah, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Hal ini menjadi isyarat bahwa ajaran Islam mengajarkan umatnya untuk selalu memilih jalan yang bersih, baik, dan sesuai dengan nilai-nilai ketakwaan.
Dalam kehidupan sehari-hari, hikmah ini mengajarkan Mama untuk lebih selektif dalam memilih apa yang dikonsumsi, dilakukan, dan diputuskan. Dengan mengutamakan yang halal dan baik, hidup menjadi lebih tenang, sehat, dan penuh keberkahan.
7. Kemuliaan Masjidil Aqsa bagi umat Islam

Perjalanan Isra yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dimulai dari Masjidil Haram dan berlanjut ke Masjidil Aqsa yang berada di Palestina, sebelum akhirnya menuju Sidratul Muntaha. Rangkaian perjalanan ini bukan tanpa makna, melainkan menyimpan pesan penting bagi umat Islam.
Dipilihnya Masjidil Aqsa sebagai bagian dari perjalanan suci Isra Miraj menunjukkan kedudukan istimewanya dalam Islam. Masjid ini menjadi saksi sejarah penting perjalanan Nabi sekaligus simbol kesucian yang harus dijaga dan dihormati oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Melalui hikmah ini, Mama diajak untuk lebih mengenal dan menghargai keutamaan Masjidil Aqsa. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan warisan spiritual umat Islam yang penuh nilai sejarah dan keimanan.
8. Pentingnya persatuan umat

Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam peristiwa Isra Miraj memiliki makna mendalam. Dua masjid suci yang berada di tempat berbeda ini menjadi simbol keterikatan spiritual yang menyatukan umat Muslim di seluruh dunia.
Hikmah ini mengajarkan bahwa Islam menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan persaudaraan. Perbedaan latar belakang, budaya, maupun pandangan seharusnya tidak menjadi penghalang untuk tetap saling menghormati dan menjaga ukhuwah.
Dalam kehidupan sehari-hari, persatuan dan sikap saling menghargai menjadi kunci terciptanya lingkungan yang damai dan harmonis. Dengan menjaga kebersamaan, umat Islam dapat saling menguatkan dan menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
9. Bekal kekuatan dalam menjalankan dakwah

Isra Miraj menjadi momen pembekalan bagi Nabi Muhammad SAW sebelum melanjutkan misi dakwahnya. Peristiwa ini terjadi setelah beliau menghadapi berbagai kehilangan dan ujian berat.
Tekanan dari kaum Quraisy yang semakin kuat menjadi bagian dari ujian tersebut. Semua cobaan itu membentuk ketangguhan dan kekuatan mental Nabi dalam menyampaikan risalah Islam.
Dari hikmah ini, Mama belajar bahwa keteguhan iman dan kesabaran adalah bekal utama dalam berjuang dan menyebarkan kebaikan. Dengan keyakinan kepada Allah SWT, setiap tantangan dapat dihadapi dengan hati yang lebih kuat.
10. Mulianya derajat seorang hamba Allah

Dalam Surat Al-Isra’ ayat 1 yang menceritakan peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW disebut dengan kata ‘abdun’, yang berarti hamba.
Sebutan ini mengingatkan bahwa kedudukan seorang hamba yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT bisa menjadi sangat mulia di sisi-Nya.
Hikmah ini menegaskan bahwa derajat tinggi dalam pandangan Allah tidak ditentukan oleh harta, status, atau jabatan, melainkan oleh ketakwaan, ketaatan, dan keikhlasan seorang hamba.
Dari peristiwa ini, umat Islam diajak untuk senantiasa menumbuhkan kualitas kehambaan dalam diri, yaitu dengan taat, berserah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan begitu, derajat di sisi-Nya pun akan semakin mulia.
11. Ilmul Yaqin dan Ainul Yaqin

Sebelum peristiwa Miraj, Nabi Muhammad SAW hanya mengetahui tentang surga, neraka, dan hal-hal ghaib melalui wahyu. Pengetahuan ini disebut ‘ilmul yaqin, yaitu iman yang diyakini meski belum terlihat secara langsung.
Namun saat Isra Miraj, Rasulullah dapat menyaksikan semuanya dengan mata kepala sendiri. Pengalaman langsung ini disebut ‘ainul yaqin, yaitu keyakinan yang diperkuat oleh penglihatan nyata, membuat iman menjadi semakin mantap.
Bagi umat Islam, peristiwa ini mengajarkan pentingnya memperkuat keyakinan terhadap hal-hal yang tak terlihat secara langsung. Dalam kehidupan sehari-hari, Mama diajak untuk terus menambah ilmu dan memperdalam pemahaman melalui pengalaman nyata.
12. Kesempurnaan syariat Nabi Muhammad SAW atas syariat sebelumnya

Dalam peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menjadi imam bagi nabi-nabi terdahulu. Ini menunjukkan bahwa ajaran Islam yang dibawa Rasulullah SAW adalah wahyu yang telah disempurnakan oleh Allah SWT, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan umat manusia di setiap zaman.
Sebagai umat Islam, Mama harus memahami bahwa syariat Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah petunjuk hidup yang lengkap, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
Hikmah ini mengajarkan umat Islam untuk menghormati dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai penutup risalah para nabi. Dengan memahami syariatnya, kita dapat menjalani hidup sesuai tuntunan Allah SWT dan meneladani akhlak Rasulullah.
13. Akhlak mulia sejalan dengan ibadah

Peristiwa Isra Miraj mengajarkan bahwa ibadah bukan sekadar ritual formal, tetapi harus tercermin dalam setiap perilaku dan sikap sehari-hari. Ibadah yang hanya dilakukan tanpa diiringi akhlak mulia tidak mencerminkan kualitas keimanan yang sejati.
Akhlak yang baik menjadi cerminan iman yang hidup. Baik di rumah, sekolah, maupun tempat kerja, perilaku yang sopan, jujur, dan penuh kasih sayang menunjukkan bahwa seseorang benar-benar menjalankan ajaran Allah SWT dalam kehidupannya.
Hikmah ini mengingatkan Mama bahwa setiap ibadah harus disertai dengan perbuatan baik. Dengan begitu, hidup sehari-hari menjadi lebih harmonis, bermanfaat bagi orang lain, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
14. Menanamkan nilai iman pada anak

Kisah Isra Miraj dapat dijadikan sarana edukasi iman sejak dini, memperkenalkan anak pada nilai-nilai keimanan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Mama bisa memanfaatkan cerita ini untuk menanamkan pentingnya shalat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar rutinitas harian.
Selain itu, kisah ini juga mengajarkan akhlak mulia seperti kesabaran, kejujuran, dan kepatuhan kepada Allah. Dengan bimbingan orang tua, anak dapat meneladani sifat-sifat baik Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Nah, itulah 14 hikmah Isra Miraj yang bisa Mama jadikan refleksi bersama keluarga. Semoga momen Isra Miraj menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat iman dalam keseharian.
FAQ Seputar Hikmah Isra Miraj dalam Kehidupan Sehari-hari
| Apa makna Isra Miraj bagi umat Islam untuk konteks jaman sekarang? | Makna Isra Mi'raj bagi umat Islam zaman sekarang adalah pengingat untuk memperkuat spiritualitas melalui salat lima waktu sebagai hubungan langsung dengan Allah di tengah kesibukan dunia, menegaskan kebesaran Allah dan kenabian Muhammad, serta menjadi inspirasi keteguhan iman dan kesabaran menghadapi cobaan, mengajarkan bahwa di balik kesulitan ada kemudahan dari-Nya. |
| Apa yang didapat dari peristiwa perjalanan Isra Miraj? | Penetapan shalat lima waktu dalam sehari semalam memiliki makna yang dalam. |
| Apa saja hal baru yang kamu pelajari dari peristiwa Isra Miraj? | Salat lima waktu, yang menjadi inti dari peristiwa ini, mengajarkan umat Islam untuk senantiasa menjaga komunikasi dengan Sang Pencipta. Lebih dari itu, Isra Miraj mengajarkan bahwa di balik setiap tantangan, selalu ada kekuatan dan pertolongan dari Allah. |



















