Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

6 Jenis Cokelat, Kenali Perbedaan dan Penggunaannya

4 min read
6 Jenis Cokelat, Kenali Perbedaan dan Penggunaannya
Pinterest/vanessarodrigues7185
  • Dark chocolate bercita rasa kuat dengan minimal 35% kakao untuk ganache, mousse, truffle, dan puding; milk chocolate lebih manis, creamy, cocok untuk saus, topping, isian pastry, serta permen.
  • Ruby chocolate berwarna merah muda alami dengan rasa fruity sedikit asam, sedangkan unsweetened chocolate tanpa gula bercita rasa pahit pekat untuk menyeimbangkan brownies, kue, cookies, dan saus.
  • Couverture mengandung minimal 31% cocoa butter, ideal untuk pelapis dan cokelat celup setelah tempering; compound berbasis lemak nabati lebih praktis tanpa tempering untuk pelapis camilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cokelat menjadi salah satu bahan makanan yang digemari banyak orang karena rasanya yang khas dan mudah dikreasikan menjadi berbagai hidangan.

Mulai dari camilan sederhana hingga sajian spesial, cokelat selalu memiliki tempat tersendiri bagi para pecinta makanan manis.

Namun, tidak semua cokelat memiliki karakter yang sama. Setiap jenisnya memiliki ciri khas yang membuatnya cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Agar kamu tidak salah memilih, berikut Popmama.com rangkum jenis-jenis cokelat mengutip dari WebstaurantStore. Yuk, simak selengkapnya!

  1. 1. Dark Chocolate atau Cokelat Hitam

    Dark Chocolate atau Cokelat Hitam
    Pinterest/Cioccogelateria

    Dark chocolate memiliki cita rasa yang lebih kuat dengan perpaduan rasa pahit dan sedikit manis dibandingkan jenis cokelat lainnya. Jenis cokelat ini terbagi menjadi dua, yaitu bittersweet chocolate dan semi-sweet chocolate.

    Umumnya, dark chocolate mengandung kakao minimal 35 persen dengan kandungan susu yang lebih rendah.

    Perbedaan bittersweet dan semi-sweet terletak pada kadar kakaonya, di mana bittersweet biasanya memiliki persentase kakao lebih tinggi sehingga rasanya cenderung lebih pahit dibandingkan semi-sweet chocolate.

    Dark chocolate cocok digunakan untuk hidangan yang menjadikan cokelat sebagai rasa utama, seperti ganache, mousse, truffle, dan puding.

  2. 2. Milk Chocolate atau Cokelat Susu

    Milk Chocolate atau Cokelat Susu
    Pinterest/p4kp000m

    Milk chocolate menjadi salah satu jenis cokelat yang paling banyak digemari karena rasanya yang manis dengan tekstur lembut dan creamy.

    Kandungan susu di dalamnya memberikan cita rasa yang lebih ringan dibandingkan dark chocolate, sehingga cocok untuk berbagai kreasi makanan manis.

    Berbeda dengan jenis cokelat lain, milk chocolate memiliki rasa yang lebih manis karena perpaduan kakao, susu, dan gula yang digunakan dalam proses pembuatannya.

    Hal ini membuatnya kurang cocok dijadikan pengganti untuk resep yang membutuhkan jenis cokelat dengan rasa lebih pekat.

    Milk chocolate sering digunakan untuk membuat saus cokelat, topping, isian krim pastry, hingga berbagai jenis permen dan hidangan penutup.

  3. 3. Ruby Chocolate atau Cokelat Ruby

    Ruby Chocolate atau Cokelat Ruby
    Pinterest/olivenationcom

    Berbeda dari cokelat pada umumnya, ruby chocolate memiliki warna merah muda alami tanpa tambahan pewarna maupun perisa buah.

    Cokelat ini berasal dari biji kakao yang banyak ditemukan di beberapa negara seperti Ekuador, Brasil, dan Pantai Gading. Jenis cokelat ini dikembangkan oleh perusahaan cokelat asal Belgia, Barry Callebaut, pada 2004.

    Dari segi rasa, ruby chocolate menawarkan perpaduan manis dengan sentuhan rasa fruity dan sedikit asam yang membuatnya terasa lebih segar dibandingkan cokelat lainnya.

    Ruby chocolate banyak digunakan untuk membuat berbagai kreasi manis, seperti dessert, saus cokelat, frosting, krim, truffle, pastry cream, hingga es krim.

  4. 4. Unsweetened Chocolate atau Cokelat Tanpa Gula

    Unsweetened Chocolate atau Cokelat Tanpa Gula
    Pinterest/agizzy23

    Unsweetened chocolate termasuk ke dalam jenis cokelat murni yang dibuat dari biji kakao sangrai tanpa tambahan gula maupun pemanis.

    Cokelat ini hanya terdiri dari padatan kakao dan lemak kakao, sehingga memiliki rasa yang lebih pekat dengan sensasi pahit yang kuat. Karena rasanya yang intens, unsweetened chocolate biasanya digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai hidangan manis.

    Rasa pahitnya justru membantu menyeimbangkan rasa manis dari bahan lain, terutama pada resep yang menggunakan banyak gula.

    Unsweetened chocolate cocok digunakan untuk memberikan cita rasa cokelat yang lebih kaya pada berbagai olahan, seperti brownies, kue, cookies, hingga saus cokelat.

  5. 5. Couverture Chocolate atau Cokelat Couverture

    Couverture Chocolate atau Cokelat Couverture
    Pinterest/lfoertsc

    Couverture chocolate memiliki kandungan cocoa butter yang lebih tinggi, yaitu minimal 31 persen. Kandungan lemak kakao ini membuat teksturnya lebih lembut dengan tampilan akhir yang mengilap.

    Jika melalui proses tempering dengan tepat, cokelat ini juga menghasilkan tekstur yang kokoh dengan sensasi patahan yang khas saat digigit. Couverture chocolate tersedia dalam beberapa pilihan, seperti dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate.

    Karena karakteristiknya yang menghasilkan tampilan serta tekstur lebih baik, cokelat ini banyak digunakan dalam kreasi cokelat yang membutuhkan hasil akhir rapi dan menarik.

    Couverture chocolate cocok digunakan untuk melapisi dessert, membuat cokelat celup, hingga mengolah berbagai jenis permen cokelat. Cokelat ini kurang cocok digunakan untuk resep panggang karena kandungan lemak kakaonya yang tinggi.

  6. 6. Compound Chocolate atau Cokelat Compound

    Compound Chocolate atau Cokelat Compound
    Pinterest/truelovet

    Compound chocolate merupakan jenis cokelat yang banyak dipilih untuk kebutuhan produksi makanan karena lebih praktis dan memiliki harga yang relatif terjangkau.

    Berbeda dari cokelat murni, compound chocolate dibuat dengan campuran kakao, lemak nabati, dan pemanis yang membuatnya tidak perlu melalui proses tempering sebelum digunakan.

    Karakteristik tersebut membuat compound chocolate mudah diaplikasikan, terutama untuk produk yang membutuhkan lapisan cokelat dengan proses pengerjaan yang lebih sederhana. 

    Walaupun rasa cokelatnya cenderung lebih ringan dibandingkan cokelat dengan kandungan kakao murni, jenis ini tetap populer karena fleksibel digunakan dalam berbagai kreasi makanan.

    Compound chocolate sering digunakan sebagai pelapis untuk berbagai hidangan, seperti pretzel, buah-buahan, kue, dan aneka camilan manis lainnya.

    6 jenis cokelat di atas memiliki karakter rasa dan fungsi yang berbeda. Dengan memilih jenis cokelat yang tepat, hasil kreasi kamu bisa terasa lebih nikmat dan sesuai dengan yang diinginkan. Selamat mencoba!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More