Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Jenis Lumpia di Indonesia dengan Isian Beragam Khas Nusantara
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

  • Lumpia basah Bandung memiliki teknik penyajian berbeda dengan isi tauge, telur, dan bengkoang yang diolesi saus kanji.

  • Lumpia Bogor menawarkan tekstur padat dengan isian bengkoang, tahu kuning, telur, dan ebi yang dipanggang di atas wajan besi.

  • Lumpia Duleg Klaten menggunakan kulit singkong dan isian minimalis tauge yang dicelupkan ke dalam kuah juruh encer.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah Mama salah satu pecinta kuliner lumpia yang ada di Indonesia? Lumpia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari khazanah kuliner Nusantara.

Meski berakar dari tradisi Tionghoa, setiap daerah di Indonesia melakukan adaptasi resep sesuai dengan ketersediaan bahan lokal dan selera masyarakatnya.

Nah, Popmama.com telah merangkum 6 jenis lumpia di Indonesia dengan isian beragam khas Nusantara. Simak yuk rangkuman jenis lumpia di Indonesia berikut ini.

1. Lumpia basah Bandung

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Lumpia ini memiliki teknik penyajian yang sangat berbeda dari pakem lumpia pada umumnya. Kulit lumpia hanya berfungsi sebagai alas dan tidak digulung sampai menutup sempurna.

Isiannya terdiri dari tauge segar yang ditumis cepat (agar tetap renyah), telur, dan potongan bengkoang yang sebelumnya sudah direbus bersama gula merah sehingga berwarna cokelat dan manis.

Sebelum isian ditumpuk, bagian dalam kulit lumpia diolesi dengan saus "kanji" atau pasta gula merah yang sangat kental.

Karena isiannya yang melimpah dan teksturnya yang basah serta berminyak, lumpia ini tidak bisa dimakan dengan tangan kosong.

Pembeli biasanya menyantapnya menggunakan sumpit atau sendok di atas piring beralas daun pisang.

2. Lumpia Bogor

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Lumpia Bogor menawarkan tekstur yang lebih padat dan mengenyangkan.

Isian utamanya adalah bengkoang yang dipotong memanjang, kemudian dimasak bersama tahu kuning, telur, dan ebi (udang kering) untuk memberikan aroma laut yang kuat.

Ukuran satu porsi Lumpia Bogor biasanya jauh lebih besar dibandingkan lumpia Semarang. Hal yang paling membedakan adalah cara masaknya.

Lumpia ini tidak digoreng dalam minyak banyak (deep fried), melainkan hanya dipanggang sebentar di atas wajan besi datar yang telah diolesi sedikit minyak.

Proses ini menghasilkan kulit yang tidak terlalu berminyak namun memiliki aroma smoky (sangit) yang sedap, serta memberikan tekstur yang lebih kenyal dan berat.

3. Lumpia Duleg Klaten

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Lumpia Duleg adalah varian yang paling sederhana sekaligus paling unik dari segi bahan baku.

Berasal dari daerah Gatak, Klaten, lumpia ini menggunakan kulit yang tidak terbuat dari terigu, melainkan dari pati singkong (onggok).

Isiannya sangat minimalis, yaitu hanya tauge yang dimasak tanpa banyak bumbu tambahan. Ukurannya mungil, hanya sebesar jari tangan manusia.

Nama "Duleg" sendiri merujuk pada cara makannya, yaitu dicelupkan atau "diduleg" ke dalam kuah juruh yang encer.

Kuah ini terbuat dari rebusan gula jawa dan bawang putih yang memberikan perpaduan rasa manis dan getir yang khas.

Makanan ini sering dijajakan secara tradisional oleh pedagang keliling di pasar-pasar Klaten.

4. Lumpia Jakarta

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Lumpia Jakarta lebih memfokuskan pada tekstur kulit yang sangat renyah dan isian sayuran yang umum. Biasanya berisi campuran wortel, buncis, tauge, dan terkadang bihun.

Lumpia ini hampir selalu digoreng hingga berwarna cokelat keemasan agar memberikan efek crunchy yang maksimal saat digigit.

Ciri khas yang paling menonjol adalah saus pendampingnya.

Berbeda dengan Semarang yang memakai saus pati atau Medan dengan tauco, Lumpia Jakarta menggunakan saus kacang yang encer dengan rasa yang pedas, asam, dan gurih.

Saus ini sangat mirip dengan saus yang digunakan pada tukang gorengan atau penjual tahu isi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

5. Lumpia Medan (Popiah)

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Di Medan, lumpia lebih dikenal dengan sebutan Popiah, sesuai dengan pengaruh kuliner Peranakan yang kuat.

Popiah Medan memiliki isian yang tergolong mewah dan variatif, mulai dari rebung, tauge, kacang tanah yang ditumbuk kasar, hingga suwiran daging kepiting atau udang.

Kulitnya dibuat sangat tipis namun tetap kuat untuk menahan beban isian yang banyak.

Sebelum diisi, kulit tersebut diolesi dengan saus berbahan dasar tauco (kedelai fermentasi) yang memberikan rasa gurih dan aroma khas yang tajam.

Popiah Medan biasanya disajikan dalam kondisi basah dan sudah dipotong-potong kecil agar lebih mudah disantap dalam satu kali suapan.

6. Lumpia Semarang

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Lumpia Semarang dianggap sebagai standar lumpia di Indonesia.

Rahasia kelezatannya terletak pada pengolahan rebung (tunas bambu) yang harus dicuci berkali-kali agar aroma pesingnya hilang, lalu ditumis hingga manis gurih bersama telur orak-arik dan udang atau ayam.

Ada dua cara penyajian, basah bagi yang menyukai tekstur kulit yang kenyal dan lembut, serta goreng bagi yang menyukai tekstur garing.

Lumpia ini tidak lengkap tanpa pendampingnya yang ikonik, yaitu saus cokelat kental dari pati jagung dan gula merah, ditambah acar timun, cabai rawit, serta batang daun bawang mentah yang memberikan sensasi pedas segar.

Keberagaman lumpia di Indonesia mencerminkan bagaimana satu jenis makanan dapat beradaptasi dengan budaya dan lidah lokal di berbagai wilayah.

Itulah 6 jenis lumpia di Indonesia dengan isian beragam khas Nusantara yang unik dan otentik dari segi rasanya.

Mulai dari pilihan isian hingga teknik memasaknya, lumpia tetap menjadi kudapan favorit yang menawarkan tekstur dan rasa yang kaya bagi siapa saja yang menikmatinya.

Editorial Team