3 Jenis Kanker Ovarium Stadium 4 Berdasarkan Tipe Selnya

- Kanker ovarium epitel adalah jenis paling umum dan sulit terdeteksi pada stadium 4, memerlukan kombinasi operasi, kemoterapi, dan terapi target.
- Kanker ovarium sel germinal lebih jarang namun memiliki respons yang lebih baik terhadap kemoterapi pada stadium lanjut.
- Kanker ovarium stromal tumbuh lambat dan berkaitan dengan gangguan hormon, memerlukan terapi hormonal serta pemantauan jangka panjang.
Kanker ovarium adalah jenis kanker yang berkembang di ovarium atau indung telur, yaitu organ reproduksi perempuan yang berperan dalam menghasilkan sel telur dan hormon.
Pada stadium 4, sel kanker telah menyebar ke organ lain di luar ovarium, sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks. Kondisi ini tentu bukan hal yang mudah dihadapi, terutama bagi Mama yang sedang mendampingi diri sendiri atau orang terdekat dalam proses pengobatan.
Menurut American Cancer Society, kanker ovarium tetap dibedakan berdasarkan tipe sel asalnya karena setiap jenis memiliki karakteristik dan respon pengobatan yang berbeda.
Dengan memahami jenis kanker ovarium stadium 4 berdasarkan tipe selnya, Mama bisa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi yang dihadapi serta langkah perawatan yang mungkin dijalani bersama tim medis.
Nah, biar Mama nggak bingung, Popmama.com telah merangkum 3 jenis kanker ovarium stadium 4 berdasarkan tipe selnya. Simak yuk pembahasannya dibawah ini.
1. Kanker ovarium epitel

Kanker ovarium epitel merupakan jenis yang paling sering ditemukan dan mencakup sebagian besar kasus kanker ovarium stadium 4.
Menurut American Cancer Society, kanker ini berasal dari sel epitel yang melapisi permukaan luar ovarium. Karena gejalanya sering tidak spesifik pada tahap awal, banyak pasien baru terdiagnosis ketika kanker sudah menyebar ke area perut atau organ lain di luar panggul.
Pada stadium 4, kanker ovarium epitel dapat menyebar ke rongga perut, kelenjar getah bening, hingga paru-paru. National Cancer Institute menjelaskan bahwa pola penyebaran ini membuat kanker ovarium epitel tergolong sulit terdeteksi sejak dini.
Keluhan seperti perut kembung, nyeri panggul, cepat kenyang, atau perubahan kebiasaan buang air besar sering kali disalah artikan sebagai gangguan pencernaan biasa.
Menurut Mayo Clinic, kanker ovarium epitel memiliki beberapa subtipe, seperti karsinoma serosa, endometrioid, mucinous, dan clear cell. Karsinoma serosa derajat tinggi merupakan subtipe yang paling umum dan paling agresif.
Pada stadium lanjut, penanganan biasanya melibatkan kombinasi operasi, kemoterapi, dan terapi target untuk membantu mengendalikan pertumbuhan serta penyebaran sel kanker.
2. Kanker ovarium sel germinal

Kanker ovarium sel germinal berasal dari sel-sel yang seharusnya berkembang menjadi sel telur. Dilansir dari National Cancer Institute, jenis kanker ini tergolong lebih jarang dibandingkan kanker ovarium epitel dan lebih sering terjadi pada perempuan usia remaja hingga dewasa muda.
Meski demikian, kanker ovarium sel germinal juga dapat berkembang hingga stadium 4 apabila tidak terdeteksi atau ditangani sejak dini. Pada kanker ovarium sel germinal stadium 4, sel kanker dapat menyebar ke luar ovarium dan memengaruhi organ lain di dalam tubuh.
Namun, American Cancer Society menyebutkan bahwa jenis kanker ini umumnya memiliki respons yang lebih baik terhadap kemoterapi dibandingkan jenis kanker ovarium lainnya. Hal ini membuat peluang pengendalian penyakit pada stadium lanjut cenderung lebih baik.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa pengobatan kanker ovarium sel germinal biasanya berfokus pada kemoterapi sistemik dan, pada beberapa kasus, dikombinasikan dengan tindakan operasi.
Dengan penanganan yang tepat dan pemantauan intensif, pasien kanker ovarium sel germinal stadium lanjut masih memiliki prognosis yang relatif lebih baik dibandingkan jenis kanker ovarium stadium 4 lainnya.
3. Kanker ovarium stromal

Kanker ovarium stromal berasal dari jaringan penunjang ovarium yang berperan dalam produksi hormon estrogen dan progesteron. Menurut American Cancer Society, jenis kanker ini tergolong paling jarang dan umumnya tumbuh lebih lambat dibandingkan kanker ovarium epitel.
Meski demikian, pada sebagian kasus, kanker ovarium stromal dapat berkembang hingga stadium 4 dan menyebar ke organ jauh. Pada stadium lanjut, kanker ovarium stromal sering menimbulkan gejala yang berkaitan dengan gangguan hormon.
World Health Organization (WHO) dalam klasifikasi tumor sistem reproduksi perempuan menjelaskan bahwa perubahan kadar hormon dapat menyebabkan perdarahan abnormal, perubahan siklus menstruasi, atau keluhan hormonal lainnya.
Gejala ini kerap menjadi salah satu petunjuk adanya kanker ovarium stromal. Karena berkaitan dengan hormon, penanganan kanker ovarium stromal stadium 4 tidak hanya mengandalkan kemoterapi.
Menurut National Cancer Institute, terapi hormonal juga dapat menjadi bagian dari pengobatan, selain tindakan operasi bila memungkinkan. Meski pertumbuhannya relatif lambat, pemantauan jangka panjang tetap diperlukan karena kanker ini memiliki risiko kekambuhan.
Kanker ovarium stadium 4 terdiri dari beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan tipe sel asalnya, dan perbedaan ini berpengaruh pada perjalanan penyakit serta pilihan pengobatan.
Karena itu, memahami 3 jenis kanker ovarium stadium 4 tidak hanya membantu mengenali kondisi yang dihadapi, tetapi juga memberi gambaran mengenai pendekatan perawatan yang mungkin dijalani.
Meski berada pada stadium lanjut, penanganan tetap disesuaikan dengan karakteristik kanker dan kondisi pasien. Konsultasi dan pemantauan medis secara berkala menjadi bagian penting dalam menentukan langkah perawatan yang paling tepat.


















