Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Jenis Tempe Khas Indonesia yang Enak dan Kaya Nutrisi
Pexels/yok lesmono
  • Indonesia memiliki beragam tempe khas berbahan lamtoro, koro benguk, ampas kelapa, ampas tempe, ampas tahu, hingga kedelai, dengan persebaran kuat di sejumlah wilayah Jawa.
  • Tempe semangit memanfaatkan fermentasi lebih lama untuk rasa umami, sedangkan tempe benguk memerlukan perendaman panjang agar racun alaminya aman dikonsumsi.
  • Tempe bongkrek dari Banyumas kini sangat dibatasi karena fermentasi yang terkontaminasi bakteri tertentu dapat menghasilkan racun berbahaya; sementara tempe kedelai dikenal tinggi protein nabati dan mudah diolah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Terdapat tujuh jenis tempe khas Indonesia: tempe mlanding, benguk, semangit, bongkrek, menjes, tempe kedelai, dan tempe gembus, yang dibuat dari bahan baku serta melalui proses pengolahan berbeda.
  • Who?
    Masyarakat Gunungkidul, Kulon Progo, Banyumas, Malang, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta berbagai daerah di Indonesia mengolah dan mengonsumsi varian tempe tersebut.
  • Where?
    Tempe mlanding berasal dari Gunungkidul, benguk dari Kulon Progo, bongkrek dari Banyumas, dan menjes dari Malang. Tempe gembus populer di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
  • When?
    Varian-varian tersebut masih dikenal dalam kuliner daerah. Produksi tempe bongkrek saat ini sudah sangat dibatasi demi keselamatan konsumen.
  • Why?
    Beragam bahan seperti biji lamtoro, koro benguk, ampas kelapa, ampas tempe, ampas tahu, dan kedelai dimanfaatkan menjadi tempe sebagai olahan pangan tradisional.
  • How?
    Bahan difermentasi menggunakan ragi, dengan tahapan khusus sesuai jenisnya. Koro benguk direndam lama agar aman dikonsumsi, sedangkan gembus dibuat dari ampas tahu yang diperas, dikukus, lalu diberi ragi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Indonesia ada banyak tempe, bukan cuma dari kedelai. Ada tempe mlanding, benguk, semangit, bongkrek, menjes, kedelai, dan gembus. Bahannya bisa dari biji lain atau ampas tahu. Tempe bongkrek sekarang sangat dibatasi karena bisa berbahaya kalau tidak dibuat bersih. Tempe lain masih dimasak jadi lauk dan gorengan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tempe selalu menjadi primadona di meja makan keluarga Nusantara karena rasanya yang nikmat dan harganya yang ramah di kantong. Makanan fermentasi ini sangat mudah diolah menjadi berbagai macam hidangan yang menggugah selera.

Selama ini, kamu mungkin hanya akrab dengan tempe yang terbuat dari kacang kedelai. Padahal, ada banyak varian tempe unik yang tersebar di berbagai daerah dengan bahan baku yang berbeda-beda.

Buat kamu yang penasaran dengan variasi tempe yang ada, berikut Popmama.com mengulas 7 jenis tempe khas Indonesia, dikutip dari Yummy. Yuk, simak sampai habis!

1. Tempe mlanding

Instagram.com/pawonbubrintik

Perjalanan kuliner kita dimulai dari daerah Gunungkidul yang memiliki sajian tempe mlanding. Olahan tradisional ini terbuat dari biji lamtoro atau yang sering disebut petai Cina oleh masyarakat setempat.

Proses pembuatannya hampir mirip dengan tempe pada umumnya yang menggunakan ragi. Namun, tekstur yang dihasilkan jauh lebih padat dengan aroma khas yang sangat menggoda selera makan.

Kamu bisa memasaknya menjadi sayur lombok ijo yang pedas dan gurih. Cita rasa yang unik dijamin akan membuat momen bersantap di rumah terasa semakin istimewa.

Jangan lupa menyajikannya bersama sepiring nasi hangat. Sensasi rasanya pasti akan membuat siapa saja ketagihan dan ingin nambah lagi.

2. Tempe benguk

Instagram.com/jogjaku

Beralih ke wilayah Kulon Progo, kamu akan menemukan olahan legendaris bernama tempe bengkuk. Sesuai dengan namanya, makanan ini menggunakan biji koro bengkuk sebagai bahan baku utamanya.

Biji koro bengkuk sebenarnya memiliki kandungan racun alami jika tidak diolah dengan benar. Oleh karena itu, proses perendamannya memakan waktu yang cukup lama hingga benar-benar aman untuk dikonsumsi.

Penduduk lokal biasanya menyulap bahan ini menjadi hidangan besengek yang dimasak bersama santan kental. Bumbu rempahnya yang meresap sempurna mampu menciptakan paduan rasa gurih yang memanjakan lidah.

Menyantap hidangan ini akan membawamu bernostalgia dengan suasana pedesaan yang asri. Ini adalah bukti nyata betapa kreatifnya nenek moyang kita dalam mengolah hasil bumi.

3. Tempe semangit

Instagram.com/myhealthyfebee

Cerita rasa kuliner Jawa tidak akan lengkap tanpa kehadiran tempe semangit. Jenis ini sebenarnya merupakan tempe biasa yang sengaja dibiarkan berfermentasi lebih lama dari batas normal.

Proses fermentasi lanjutan tersebut menghasilkan aroma tajam yang sedikit menyengat. Meskipun aromanya cukup kuat, bahan ini justru menjadi kunci kelezatan banyak masakan tradisional Jawa.

Kamu bisa menggunakannya sebagai campuran bumbu sayur lodeh, tumis kangkung, atau sambal tumpang. Kehadirannya sanggup memberikan kedalaman rasa umami yang sulit digantikan oleh penyedap rasa buatan.

Bagi para pencinta kuliner autentik, bahan dapur yang satu ini adalah harta karun yang tak ternilai. Cukup sedikit saja campurannya, masakanmu akan berubah menjadi hidangan kelas atas.

4. Tempe bongkrek

Instagram.com/ima_hardiman

Beranjak ke kawasan Banyumas, ada jenis tempe bongkrek yang sarat akan nilai sejarah. Makanan tradisional ini terbuat dari ampas kelapa parut yang dicampur dengan kacang kedelai sisa produksi.

Pada masa lalu, hidangan ini sangat populer karena bahan bakunya murah dan mudah didapatkan oleh masyarakat kalangan bawah. Rasanya yang gurih membuat olahan ini sering digoreng garing sebagai lauk pendamping nasi.

Sayangnya, proses pembuatannya membutuhkan tingkat kebersihan yang sangat ekstra dan ketat. Jika terkontaminasi bakteri tertentu, hasil fermentasinya bisa menghasilkan racun yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

Saat ini, produksi olahan kelapa tersebut sudah sangat dibatasi demi alasan keselamatan konsumen. Meskipun demikian, cerita tentang kuliner khas Banyumas ini tetap menjadi bagian penting dari kekayaan budaya kita.

5. Menjes

Instagram.com/haimendsss

Kini saatnya kita menjelajahi Kota Malang yang terkenal dengan sajian menjes. Masyarakat Jawa Timur pasti sudah tidak asing lagi dengan gorengan favorit yang bertekstur empuk ini.

Menjes umumnya terbagi menjadi dua varian, yaitu tekstur kasar dan tekstur halus. Varian yang kasar biasanya terbuat dari ampas tempe, sedangkan varian halus memanfaatkan ampas tahu atau ampas kelapa

Penjaja gorengan pinggir jalan sering menyajikannya dalam kondisi hangat dengan balutan tepung renyah. Kamu bisa menikmatinya dengan gigitan cabai rawit hijau atau cocolan sambal petis yang pedas manis.

Menyantap gorengan hangat ini di sore hari tentu menjadi momen bersantai yang sangat menyenangkan. Tidak heran jika menjes selalu menjadi primadona jajanan kaki lima di kawasan Jawa Timur.

6. Tempe kedelai

Instagram.com/iqmaldwi

Setelah berkeliling mencoba varian unik, kita kembali pada tempe kedelai yang paling familier di telinga. Inilah bentuk standar yang paling mudah kamu temukan di pasar tradisional maupun swalayan modern.

Proses fermentasi kacang kedelai dengan ragi Rhizopus oligosporus ini menghasilkan protein nabati yang sangat tinggi. Kandungan gizinya bahkan diklaim mampu menyamai protein dari daging hewani berkualitas.

Popularitas olahan kedelai ini bahkan sudah mendunia dan diakui oleh kalangan vegan internasional. Kamu bisa bebas mengkreasikannya menjadi orek pedas manis, goreng mendoan, hingga keripik yang renyah.

Selain mudah diolah, bahan pangan ini juga sangat aman dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak maupun orang dewasa. Menjadikannya sebagai stok wajib di kulkas adalah pilihan cerdas untuk mencukupi gizi keluarga.

7. Tempe gembus

Instagram.com/jajanan_nena

Menutup perjalanan kuliner kita kali ini, ada tempe gembus yang tidak kalah menggugah selera. Makanan bertekstur empuk layaknya spons ini sangat populer di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Bahan baku utamanya berasal dari ampas tahu yang seluruh kandungan airnya telah diperas. Ampas tersebut kemudian dikukus dan diberi ragi sebelum dibungkus rapi menggunakan daun pisang atau plastik.

Teksturnya yang sangat lembut membuat bumbu masakan mudah meresap hingga ke bagian dalam. Mengolahnya menjadi baceman manis atau sate kere bisa menjadi alternatif menu lauk yang lezat di rumah.

Harganya yang sangat terjangkau menjadikannya penyelamat anggaran belanja bulanan keluarga. Rasanya yang khas dijamin akan memberikan pengalaman makan yang berbeda dari biasanya.

Itulah ulasan mengenai 7 jenis tempe khas Indonesia yang tersebar di berbagai penjuru daerah. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article