7 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Ada beberapa hal yang dapat menurunkan risiko menderita alzheimer, yuk dicek, Ma!

18 Juli 2018

7 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer
Unsplash/Thomas Kelley

Tahukah Mama apakah itu penyakit alzheimer? Alzheimer adalah sebuah penyakit yang menyebabkan masalah dengan ingatan, pemikiran, dan perilaku. Gejala-gejala penyakit ini biasanya berkembang perlahan dan memburuk dari waktu ke waktu.

Dikutip dari alz.org, alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia, istilah umum untuk kehilangan ingatan dan kemampuan kognitif lainnya yang cukup serius untuk mengganggu kehidupan sehari-hari.

Penyakit Alzheimer menyumbang 60 hingga 80 persen kasus demensia.

Perlu diketahui, alzheimer memiliki risiko besar seiring bertambahnya usia. Mayoritas penderita alzheimer adalah mereka yang berusia 65 tahun dan lebih tua. Akan tetapi, alzheimer bukan hanya penyakit usia lanjut.

Sekitar 200.000 orang Amerika di bawah usia 65 tahun diketahui menderita penyakit ini. Ini juga bisa mengintai anak-anak.

Oleh karena itu, berikut Popmama.com berikan informasi mengenai 7 cara mengurangi risiko penyakit alzheimer:

1. Biasakan tidur sehat

1. Biasakan tidur sehat
Unsplash/Kinga Cichewicz

Sebuah studi observasional pada tahun 2014 menemukan bahwa tidur yang buruk meningkatkan faktor risiko penurunan kognitif dan alzheimer.

Meskipun peneliti mengatakan perlu ada lebih banyak penelitian mengenai mekanisme yang tepat mengapa itu terjadi, mereka menyimpulkan bahwa tidur yang sehat tampaknya memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan otak dengan usia, dan mungkin memainkan peran kunci dalam mengurangi resiko atau pencegahan penyakit alzheimer.

2. Tidak merokok

2. Tidak merokok
Flickr.com/Javier Morales

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia yaitu WHO, merokok dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia dan alzheimer.

Para peneliti berpikir bahwa ini merokok erat hubungannya dengan pembuluh yang membawa darah di sekitar tubuh dan ke otak Mama, yang juga terkait dengan hal-hal seperti stroke dan penyakit jantung.

Baca Juga: Agar Tak Rewel, Seorang Ibu Tega Berikan Rokok Pada Anaknya!

Baca Juga: Bahaya Rokok Terhadap Kesehatan Sperma dan Kesuburan Pria

3. Diet MIND

3. Diet MIND
Unsplash/Alyson McPhee

Diet MIND dirancang untuk mencegah demensia dan hilangnya fungsi otak saat Mama bertambah tua. Di mana diet Ini menggabungkan diet Mediterania dan diet DASH untuk menciptakan pola diet yang berfokus khusus pada kesehatan otak.

Berdasarkan halaman healtline.com, berikut ini daftar makanan yang Mama konsumsi ketika menjalani diet MIND berikut ini:

  • Sayuran hijau dan berdaun
  • Berry
  • Kacang-kacangan
  • Minyak zaitun
  • Biji-bijian utuh
  • Ikan
  • Wine

Editors' Picks

4. Tetap aktif

4. Tetap aktif
Unsplash/Filip Mroz
Lari merupakan salah satu contoh latihan kardio.

Mengutip dari National Institute on Aging, ditemukan bahwa olahraga juga dapat memainkan peranan dalam mengurangi risiko penurunan kognitif alzheimer dan umum.

Selain bermanfaat bagi kesehatan jantung dan tubuh, olahraga juga baik untuk otak Mama.

Program neurotrack merekomendasikan latihan kekuatan dan latihan kardiovaskular adalah olahraga yang baik untuk mengurangi risiko alzheimer.

5. Minimalisir stres

5. Minimalisir stres
Unsplash/Form
Yoga merupakan salah satu pilihan yang dapat dilakukan untuk mengelola stress Mama.

Ada bukti yang menunjukkan hubungan antara stres dan peningkatan risiko penurunan alzheimer dan kognitif. Sebuah studi tahun 2009 menemukan bahwa dari 41 peserta dengan gangguan kognitif ringan, mereka yang memiliki peringkat stres yang lebih tinggi juga memiliki tingkat penurunan kognitif yang lebih cepat.

Kabar baiknya adalah ada banyak langkah yang dapat Anda ambil untuk mengelola stres, seperti latihan pernapasan, meditasi, dan yoga.

Baca Juga: Selain Mengurangi Tingkat Stres, Ini Manfaat Lain Vitamin C untuk Mama

Baca Juga: Stres dan Komplikasi saat Hamil Sebabkan Skizofrenia pada Anak?

Baca Juga: Selain Stres, Ini Penyebab Keguguran Pada Ibu Hamil

6. Aktif bersosialisasi

6. Aktif bersosialisasi
Unsplash/Priscilla Du Preez

Aktif bersosialisasi dapat menjadi cara yang bagus untuk menurunkan risiko penurunan kognitif dan Alzheimer.

Menurut National Institute on Aging, tetap aktif secara kognitif baik dengan rangsangan intelektual atau tetap terlibat secara sosial berkaitan dengan penurunan risiko alzheimer.

7. Bermain game untuk menstimulasi pikiran

7. Bermain game menstimulasi pikiran
Unsplash/Melinda Gimpel

Dilansir dari aol.com, rangsangan intelektual juga telah dikaitkan dengan penurunan risiko alzheimer lho, Ma. Stimulasi pikiran semacam itu dapat berupa apa saja, mulai dari mengisi teka-teki silang atau bermain segala game berbasis memori.

Seperti sebuah istilah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Memang pepatah tersebut ada benarnya, Ma.

Banyak orang di luaran sana yang sakit parah mengatakan bahwa kesehatan itu lebih penting daripada harta. Oleh karena itu, jagalah kesehatan Mama demi orang-orang yang berada di sekitar Mama ya! Demi keluarga tercinta.

Baca Juga: Fakta Seputar Alzheimer Pada Anak Kecil dan Cara Mencegahnya

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.