Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kerupuk Berisiko Tingkatkan Gula Darah Meski Tidak Manis, Kok Bisa?

Kerupuk Berisiko Tingkatkan Gula Darah Meski Tidak Manis, Kok Bisa?
ilustrasi kerupuk seblak bantat (youtube.com/Bagja Vlog)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kerupuk, terutama kerupuk putih berbahan tepung tapioka, mengandung karbohidrat dan kalori tinggi; lemaknya juga bertambah karena menyerap minyak saat digoreng.
  • Satu keping kerupuk putih seberat 15 gram mengandung 65 kkal. Sepuluh keping setara 650 kkal, sementara jenis lain seperti kerupuk kulit dan udang juga tinggi kalori.
  • Karbohidrat kerupuk cepat berubah menjadi gula darah, sedangkan seratnya minim. Penderita diabetes disarankan menghindari atau memilih kerupuk rendah karbohidrat dan gula.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kerupuk rasanya jadi camilan yang wajib hadir di meja makan untuk melengkapi berbagai hidangan menjadi lebih nikmat. Sensasi renyah dan gurih dari kerupuk juga membuat ketagihan, bahkan memengaruhi nafsu makan.

Meskipun rasanya lezat, konsumsi kerupuk juga harus diperhatikan dengan bijak. Kerupuk sering kali tidak dianggap menjadi ancaman karena bentuknya yang kecil, padahal mengandung kalori yang tinggi.

Rasanya yang gurih mungkin dianggap bukan ancaman yang berbahaya terhadap peningkatan gula darah. Padahal, konsumsi kerupuk berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah, Ma.

Simak penjelasan selengkapnya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini seputar kerupuk berisiko tingkatkan gula darah meski tidak manis.  

Kandungan yang Ada Pada Kerupuk

Kandungan yang Ada Pada Kerupuk
ilustrasi kerupuk udang pedas gurih (pexels.com/Meggy Kadam Aryanto)

Kerupuk menjadi camilan yang dinilai ampuh untuk menambah nafsu makan hingga menambah asupan lemak. Namun, penting untuk mengetahui terlebih dahulu apa saja kandungan yang terdapat pada kerupuk agar konsumsinya tidak berlebihan.

Pada dasarnya kerupuk yang terdiri dari banyak ragam bisa memiliki kandungan yang berbeda, yang akan menjadi perhatian utama adalah kerupuk putih yang paling banyak ditemui di masyarakat.

Kerupuk putih terbuat dari tepung tapioka sebagai bahan dasar utama. Mengutip dari Natural Farm Indonesia, kerupuk putih memiliki estimasi komposisi lemak sebesar 2.11 gram, protein 0.83 gram, karbohidrat 10.4 gram, ntrium 57 miligram, dan kalium 9 gram. 

Komposisi tersebut memperlihatkan kandungan kalori pada kerupuk, khususnya kerupuk putih atau kerupuk kaleng cukup besar. Kandungan lemak pada kerupuk juga akan bertambah setelah melalui proses penggorengan.

Kandungan Kalori pada Kerupuk Cukup Tinggi

Kandungan Kalori pada Kerupuk Cukup Tinggi
ilustrasi membeli kerupuk (pexels.com/ Tuti Isnawati)

Tidak banyak orang yang sadar bahwa kandungan kalori pada kerupuk cukup tinggi. Dalam satu keping kerupuk putih dengan berat 15 gram, kandungan kalorinya adalah 65 kkal. 

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bahkan membandingkan kalori sebungkus kerupuk putih sama dengan mengonsumsi satu piring makanan berat dengan kandungan nutrisi lengkap.

”Satu kerupuk ini (kerupuk putih) setara dengan 65 kkal, jadi kalo 10 ini 650 kkal,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam unggahannya di Instagram. 

Bukan hanya kerupuk putih, beberapa jenis kerupuk lainnya juga memiliki kandungan kalori yang tinggi. Kerupuk kulit memiliki kandungan kalori 422 kkal, kemudian kerupuk udang 500 - 540 kkal.

Kenapa kandungan kalori pada kerupuk cukup tinggi? Sebab kerupuk memiliki kandungan lemak dan karbohidrat yang cukup tinggi. Dalam satu keping kerupuk, kandungan lemaknya sebesar 35 persen dan karbohidratnya 65 persen. 

Karbohidrat ini sendiri berasal dari tepung tapioka, sedangkan lemak pada kerupuk berasal dari minyak yang menyerap saat digoreng.

Makanan Tinggi Kalori Memicu Gula Darah Naik

Makanan Tinggi Kalori Memicu Gula Darah Naik
ilustrasi gula darah (magnific.com/xb100)

Kerupuk memang tidak mengandung gula yang tinggi seperti makanan manis, sehingga sering kali dinilai lebih aman dan tidak memicu kenaikan gula darah. Padahal, kandungan kalori pada kerupuk juga dapat meningkatkan gula darah, Ma.

Kandungan kerupuk yang terdiri dari tepung tapioka, minyak, hingga kandungan serat yang minim dapat menjadi penyebab meningkatnya gula darah.

Karbohidrat pada kerupuk dapat berubah dengan cepat menjadi gula darah. Jika tidak digunakan sebagai energi, zat ini akan disimpan oleh tubuh menjadi lemak yang jika terus bertambah akan memicu kenaikan berat badan hingga obesitas.

Kandungan natrium pada kerupuk putih juga cukup tinggi, jika dikonsumsi berlebih dapat berisiko menyebabkan retensi cairan dalam tubuh dan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah. Hal ini akan memicu hipertensi atau darah tinggi jika tidak dibatasi konsumsinya.

Penderita Diabetes Sebaiknya Hindari Konsumsi Kerupuk

Penderita Diabetes Sebaiknya Hindari Konsumsi Kerupuk
ilustrasi gula darah (magnific.com/freepik)

Rasanya yang gurih tidak menjadikan kerupuk sebagai makanan yang aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Kerupuk memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah jika konsumsinya berlebihan.

Kerupuk juga tidak mengandung nutrisi yang menyehatkan dan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi penderita diabetes. Apakah harus berhenti mengonsumsi kerupuk?

Salah satu alternatif bagi penderita diabetes yang ingin mengonsumsi kerupuk adalah dengan memerhatikan komposisi kerupuk yang minim karbohidrat dan gula. Kerupuk yang minim karbohidrat dan gula biasanya pembuatannya dipanggang atau yang bahan dasarnya berasal dari bahan nabati.

Demikian penjelasan mengenai kerupuk berisiko tingkatkan gula darah meski tidak manis.  

Jadi, konsumsinya harus dibatasi agar tidak memicu kenaikan gula darah dan tetap mendapat asupan nutrisi yang lebih penting dibanding mengonsumsi kerupuk dalam jumlah berlebih.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More