Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Kesalahan Umum Saat Memasak Nasi yang Bikin Hasilnya Selalu Gagal

6 Kesalahan Umum Saat Memasak Nasi yang Bikin Hasilnya Selalu Gagal
Pexels/Sampath Nayak
Intinya Sih
  • Banyak orang sering gagal memasak nasi karena melakukan kesalahan umum seperti tidak mencuci beras, salah takaran air, hingga memakai api terlalu besar saat memasak.
  • Setiap jenis beras, termasuk nasi merah, punya cara dan waktu masak berbeda. Takaran air serta suhu api perlu disesuaikan agar hasilnya matang merata dan tidak keras.
  • Mengaduk nasi saat dimasak dan langsung menyajikannya setelah matang bisa merusak tekstur. Nasi sebaiknya dibiarkan istirahat sebentar agar uap terserap sempurna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Memasak nasi terlihat sangat mudah. Tinggal cuci, kasih air, nyalakan rice cooker atau kompor, selesai. 

Tapi kenyataannya, banyak orang yang tanpa sadar melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil yang bikin hasil nasinya jadi aneh dan tidak pas, seperti menggumpal, lembek, bahkan gosong di bagian bawah.

Kalau kamu sering bertanya-tanya kenapa nasi buatanmu tidak sesuai harapan, berikut Popmama.com merangkum 6 kesalahan umum saat memasak nasi, mengutip dari AOL.com. Yuk, simak sampai habis!

Table of Content

1. Tidak mencuci nasi sebelum dimasak

1. Tidak mencuci nasi sebelum dimasak

Kesalahan Umum Saat Memasak Nasi 8.jpg
Pexels/Jagaba Denis

Banyak yang skip langkah ini karena dianggap membuang waktu. Padahal, mencuci nasi itu penting banget!

Menurut Chantheun Thanh, Executive Chef di RAW Hartford, Connecticut, seperti dikutip dari AOL.com, mencuci nasi berfungsi untuk membersihkan kotoran, kerikil kecil, atau debu yang mungkin ikut terbawa saat proses pengolahan. 

Selain itu juga, proses pencucian juga membantu mengurangi kelebihan pati pada permukaan butiran nasi.

Lapisan ini terbentuk dari pati berlebih yang larut ke dalam air dan mengering saat airnya menguap. Hasilnya adalah tekstur nasi yang lengket dan tidak enak.

Tips dari chef Ann Ziata, pengajar di Institute of Culinary Education: cuci nasi dengan air dingin lalu saring menggunakan saringan halus hingga airnya benar-benar jernih. Jangan lupa, ukur jumlah nasi yang kamu butuhkan sebelum dicuci, bukan sesudahnya.

2. Terlalu banyak air yang dimasukkan

Kesalahan Umum Saat Memasak Nasi 2.jpg
Wikimedia Commons/Jagaesar

Kalau masalah sebelumnya soal kebersihan, kesalahan berikutnya menyangkut takaran. Banyak orang yang asal-asalan dalam mengukur air.

Terlalu banyak air bisa membuat butiran nasi menjadi hancur dan lembek, jauh dari tekstur yang ideal. Sebaliknya, terlalu sedikit air menghasilkan nasi yang keras dan mentah di bagian dalam, bahkan bisa gosong menempel di dasar panci.

Solusinya? Baca petunjuk di kemasan beras yang kamu gunakan, karena tiap jenis beras punya takaran berbeda. 

Kalau tidak ada kemasannya, coba teknik populer yang dikenal sebagai The Finger Trick, yaitu setelah beras diratakan di panci, sentuhkan ujung jari tengah ke permukaan beras, lalu tambahkan air hingga batas ruas pertama jari tersebut. Teknik ini diklaim bisa bekerja terlepas dari ukuran tangan maupun ukuran panci.

3. Menggunakan api yang besar saat memasak

Kesalahan Umum Saat Memasak Nasi 3.jpg
Wikimedia Commons/Ryan Mahle

Apakah api besar sama dengan memasak lebih cepat? Memang masuk akal secara logika, tapi ternyata tidak berlaku untuk nasi. 

Memasak nasi dengan api besar justru membuat air menguap terlalu cepat sebelum beras sempat menyerap cairan dengan baik. Ujung-ujungnya, nasi bisa gosong atau masih setengah matang di bagian dalam.

Cara yang tepat, adalah dengan mendidihkan air terlebih dahulu, kemudian kecilkan api menjadi api kecil sebelum memasukkan nasi. 

Proses memasak yang perlahan dan stabil inilah yang memastikan bagian luar dan dalam butiran nasi matang secara merata. Jadi, sabar sedikit dan jangan terburu-buru menaikkan api, ya!

4. Memasak nasi merah seperti nasi putih

Kesalahan Umum Saat Memasak Nasi 4.jpg
Wikimedia Commons/Sengai Podhuvan

Kalau kamu baru beralih ke nasi merah demi alasan kesehatan, perlu diketahui bahwa cara memasaknya berbeda dari nasi putih. 

Banyak yang tidak tahu ini, lalu heran kenapa nasi merahnya selalu keras atau butuh waktu lama untuk matang.

Nasi merah itu ibarat nasi putih yang masih memakai "jaket" dedaknya. Lapisan luar itulah yang memperlambat penyerapan air ke dalam inti beras, sehingga waktu memasaknya bisa dua kali lebih lama dibanding nasi putih.

Untuk nasi merah biji panjang (long-grain), gunakan perbandingan 1 1/4 cangkir air untuk setiap 1 cangkir beras. Untuk nasi merah biji pendek (short-grain), tambahkan sedikit lebih banyak yaitu 1 1/2 cangkir air per cangkir beras. 

Gunakan panci lebar dengan tutup yang rapat agar uap tidak terbuang, dan masak dengan api kecil yang stabil.

5. Mengaduk nasi saat dimasak

Kesalahan Umum Saat Memasak Nasi 5.jpg
Pexels/Huy Phan

Ini salah satu kebiasaan yang mungkin dilakukan dengan niat baik, yaitu ingin memastikan nasi matang merata, takut gosong, atau sekadar penasaran. 

Tapi ternyata, mengaduk nasi saat sedang dimasak adalah salah satu kesalahan yang paling umum.

Mengaduk nasi di tengah proses memasak bisa menyebabkan butiran nasi pecah dan tidak seragam. Potongan-potongan kecil ini matang lebih cepat dan hancur, menghasilkan tekstur yang menggumpal seperti campuran antara bubur dan nasi.

Memasak nasi seharusnya menjadi proses yang hands-off, alias tidak perlu banyak campur tangan. Biarkan uap berkembang secara alami di dalam panci. Hal ini yang membantu nasi matang merata. 

Kalau ingin mengecek kematangannya, coba cicip beberapa butir nasi, atau gunakan garpu untuk mendorong nasi ke sisi panci dan lihat apakah masih ada air tersisa di dasar.

6. Nasi langsung disajikan setelah matang

Kesalahan Umum Saat Memasak Nasi 6.jpg
Pexels/Jubair Bin Iqbal

Setelah menunggu, wajar kalau kamu langsung ingin menyajikan nasi begitu matang. Tapi sabar dulu, ini bisa jadi kesalahan terakhir yang merusak hasil masakanmu.

Menyajikan nasi langsung setelah matang menghasilkan tekstur yang tidak merata, seperti masih ada bagian yang basah dan lembek, dan ada juga bagian yang terlalu kering. Ini terjadi karena uap sisa di dalam panci belum sempat terserap sempurna oleh butiran nasi.

Nasi diistirahatkan beberapa menit setelah diangkat dari tempat masak. Biarkan dalam kondisi tertutup supaya uap tetap terkurung di dalam. 

Setelah itu, baru dibuka tutupnya dan diaduk perlahan menggunakan garpu agar nasi menjadi lebih ringan dan mengembang sempurna sebelum disajikan.

Langkah kecil ini terasa sepele, tapi efeknya sangat berpengaruh pada kualitas akhir nasi yang kamu sajikan.

Nah, itulah pembahasan mengenai 6 kesalahan umum saat memasak nasi. Semoga bermanfaat!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More