Korea Selatan Laporkan Kematian Pertama Infeksi 'Amoeba Pemakan Otak'

Pada 26 Desember 2022, Otoritas Kesehatan Seoul melaporkan terjadi kasus kematian yang diakibatkan amoeba pemakan otak yang disebut dengan Naegleria Fowleri.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea atau The Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) mengonfirmasi berita tersebut. Dinyatakan bahwa seorang warga negara Korea yang berusia 50 tahun telah meninggal setelah kembali dari Thailand.
Sebagai informasi, 381 kasus Naegleria fowleri telah dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2018 termasuk India, Thailand, Amerika Serikat, China, dan Jepang. Amerika Serikat pun melaporkan 154 infeksi dari tahun 1962 hingga 2021. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, hanya empat orang yang selamat dengan tingkat kematian lebih dari 97 persen.
Berikut Popmama.com telah merangkum informasi terkait kasus infeksi 'amoeba pemakan otak' pertama di Korea Selatan.
Simak beberapa faktanya, ya!
1. Kronologi kejadian

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea menjelaskan bahwa seorang laki-laki yang merupakan warga negara Korea Selatan berusia 50 tahun kembali ke Korea Selatan pada 10 Desember 2022. Ia kembali setelah bertugas dari Thailand selama empat bulan di sana.
Keesokan harinya, laki-laki tersebut dirawat di rumah sakit dan dinyatakan meninggal pada Rabu pekan lalu.
2. Hasil penelitian Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea

Melansir dari The Straits Time, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea atau The Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) melakukan tes genetik untuk tiga jenis patogen penyebab Naegleria Fowleri (amoeba pemakan otak). Tes tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kematian pasien.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa dalam tubuh laki-laki tersebut terdapat 99,6 persen gen yang mirip dengan pasien penderita meningitis di luar negeri. Infeksi ini menjadi infeksi pertama yang terjadi di Korea Selatan. Kasus pertamanya diketahui terjadi di Virginia tahun 1937.
3. Informasi tentang Naegleria Fowleri

Naegleria fowleri adalah amoeba, atau organisme hidup bersel tunggal yang hidup di tanah dan air tawar hangat. Seperti mata air panas, danau, dan sungai di seluruh dunia. Amoeba ini dapat masuk ke tubuh melalui hirupan hidung yang kemudian berjalan ke otak.
Menurut KDCA, gejala penyakit ini seperti sakit kepala, demam, mual, muntah, dan leher kaku. Masa inkubasinya dilakukan 2-3 hari dan paling lama hingga 15 hari.
4. Pencegahan penularan infeksi

Walau penularan infeksi ini tidak dilakukan dari manusia pada manusia lainnya, KDCA menyarankan untuk tidak beraktivitas di area penyebaran infeksi ini dapat terjadi seperti berenang. Meskipun risiko infeksi tidak tinggi, tetapi sebagian besar kasus dimulai dari berenang.
"Untuk mencegah infeksi Naegleria Fowleri, kami merekomendasikan untuk menghindari berenang dan aktivitas yang berhubungan dengan rekreasi dan menggunakan air bersih saat bepergian ke daerah di mana kasus telah dilaporkan," ujar Dr Jee Young-mee, Kepala KDCA.
Nah, itulah informasi terkait kasus infeksi 'amoeba pemakan otak' pertama di Korea Selatan. Semoga informasi ini bisa membuat kita lebih waspada dan terus menjaga kesehatan.


















