Kalender Cina menggunakan 12 shio untuk membagi siklus 12 tahun. Konsep ini bahkan sudah digunakan oleh masyarakat Tiongkok jauh sebelum konsep zodiak dengan rasi bintang yang digunakan di barat.
Legenda Asal Usul 12 Shio Cina, Ini Kisahnya!

- Sistem 12 shio dalam kalender Cina sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu untuk menandai siklus waktu, dengan tiap hewan melambangkan karakter dan keberuntungan manusia.
- Legenda Kaisar Giok menceritakan perlombaan antar hewan menyeberangi sungai, di mana urutan kedatangan mereka menentukan posisi serta makna masing-masing shio.
- Kucing tidak termasuk dalam 12 shio karena menurut legenda tertinggal akibat ulah tikus, sementara bukti sejarah menunjukkan kucing baru dikenal di Tiongkok pada masa Dinasti Han Timur.
Sistem penanggalan astrologi Tiongkok menggunakan shio atau 12 hewan sebagai lambang yang mewakili siklus tahunan, bulanan, atau jam tertentu. Setiap hewan tersebut diyakini memiliki makna khusus yang menggambarkan karakter, keberuntungan, hingga jalan kehidupan seseorang.
Telah digunakan selama berabad-abad, ternyata shio yang digunakan dalam penanggalan ini memiliki asal-usul yang berkaitan dengan legenda kuno Tiongkok.
Bagaimana kisahnya? Simak legenda dibalik asal-usul 12 shio dalam kalender Cina yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!
Table of Content
Banyak Versi Asal-Usul Penetapan 12 Shio

Asal-usul 12 shio dalam astrologi Cina memiliki sejarah yang panjang. Sebagian juga meyakini pendapat yang berbeda-beda soal sejarah ditetapkannya 12 shio dalam kalender Cina.
Beberapa cendekiawan menyebut asal-usul sistem astrologi Cina ini masuk lewat jalur Sutra. Mengutip dari Independent, karakter hewan dalam 12 shio tersebut dibawa dari India seiring dengan penyebaran ajaran Buddhisme.
Selain itu, ada juga yang mengklaim bahwa simbol tersebut pertama kali digunakan oleh suku nomaden yang mengembangkan kalender berdasarkan hewan untuk berburu.
Lainnya ada juga yang berpendapat bahwa 12 shio ini bukan berasal dari luar, melainkan dari daratan Tiongkok itu sendiri yang telah diajarkan turun-temurun.
Namun, terdapat kisah mitologi terkenal yang diyakini sebagai asal-usul munculnya 12 hewan yang akhirnya ditentukan sebagai shio dalam kalender Cina.
Kisah Kaisar Giok dan Asal Kemunculan 12 Shio

Berbicara soal 12 shio dalam budaya Tiongkok juga sangat erat kaitannya dengan kisah mitologi Kaisar Giok atau Kaisar Langit.
Menurut legenda, Kaisar Giok memutuskan harus ada cara untuk mengukur waktu sehingga pada hari ulang tahunnya, ia mengundang sekelompok hewan agar berlomba datang ke istana.
Melansir dari Lakeside Arts UK, 12 hewan pertama yang melintasi sungai akan jadi pemenang dan masing-masing memiliki tahun zodiak yang dinamai dengan nama mereka.
Cara hewan-hewan tersebut selama perjalanan juga menentukan bagaimana karakter mereka, di mana urutan kedatangan mereka juga menentukan tempat mereka di istana. Dalam konteks shio, sifat hewan-hewan ini dipercaya mempengaruhi kepribadian orang saat lahir, sesuai dengan shio mereka.
Cara Hewan Menyeberangi Sungai Wakili Karakteristik Mereka

Selama hewan-hewan undangan Kaisar Giok ini menyebrangi sungai, sifat mereka terlihat bermacam-macam, sama seperti sifat yang dimiliki manusia.
Contohnya tikus yang cerdik dan licik menyebrangi sungai tanpa dengan menumpang di punggung kerbau tanpa memberitahu.
Namun kerbau rupanya tidak keberatan dan bersedia ditumpangi. Karena licik, tikus kemudian melompat terlebih dahulu yang akhirnya mencapai garis finish lebih lebih cepat dibandingkan kerbau.
Kisah kemudian berlanjut pada harimau dan kelinci yang saling berlomba menuju gerbang surgawi yang dimenangkan oleh harimau, diikuti dengan kelinci di posisi empat.
Kemudian naga dikisahkan dengan mudah memenangkan perlombaan dengan terbang, namun berada di urutan kelima karena membantu orang-orang yang kesusahan selama perjalanan.
Setiap Hewan Punya Cara Sendiri untuk Menyebrangi Sungai

Selanjutnya, Kaisar Giok mendengar suara kuku kuda semakin mendekat, tetapi yang seekor ular licik ternyata menggeliat keluar dari sekitar salah satu kuku kuda.
Karena terkejut, kuda tersebut melompat ke belakang, sehingga ular tersebut mengambil posisi keenam, sementara kuda berada di posisi ketujuh.
Tidak lama, sebuah rakit membawa kambing, monyet dan ayam jantan menyebrangi sungai. Mereka menjelaskan bagaimana mereka berbagi rakit yang ditemukan ayam jantan, kemudian kambing dan monyet berhasil membersihkan gulma dan mendorong rakit ke sungai.
Kaisar memutuskan kambing berada di urutan delapan, monyet urutan sembilan, dan ayam jantan urutan sepuluh.
Anjing berada di urutan sebelas karena air sungai yang dilewati sangat bersih sehingga memutuskan mandi dalam perjalanan. Sementara itu, babi berada di urutan ke terakhir karena berhenti untuk makan dan tertidur di perjalanan.
Alasan Kucing Tidak Masuk dalam Daftar 12 Shio

Menurut legenda, kucing masuk dalam daftar undangan Kaisar Giok, namun gagal menyeberangi sungai karena didorong ke dalam air oleh tikus yang licik.
Kucing yang akhirnya merangkak keluar dari air rupanya terlambat masuk dalam peringkat 12 besar sehingga sejak saat itu, kucing tidak pernah memaafkan tikus.
Mengutip dari The Lucky Cat Shop, periode asli membuktikan bahwa 12 shio dirancang sekitar 4.000 tahun lalu pada masa Dinasti Xia. Saat itu, kucing domestik tidak dikenal di Tiongkok dan hanya diperkenalkan lewat jalur Sutra pada masa Dinasti Han Timur antara tahun 25 - 220 Masehi.
Kucing juga mulai populer pada Dinasti Song setelah menjadi peliharaan keluarga raja dan hadir pada puisi dan lukisan.
Dengan ini, 12 shio untuk menentukan waktu dalam penanggalan Cina akhirnya ditetapkan dengan hewan tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam jantan, anjing, dan babi.
Itu dia legenda dibalik asal-usul 12 shio dalam kalender Cina. Cerita ini diyakini secara turun-temurun dan erat dengan sejarah dan budaya Cina.


















