Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Makanan yang Harus Dihindari saat Cuaca Panas
Pexels/Joel Camelot
  • Cuaca panas dapat terasa makin berat karena makanan tertentu memicu metabolisme dan produksi panas tubuh, sehingga porsinya perlu dibatasi.
  • Kacang tanah, beras merah, mangga, telur, madu, bawang bombai, dan bawang putih disebut sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan saat cuaca terik.
  • Bayam juga dianjurkan secukupnya karena kandungan asam oksalatnya; pilihan pengolahan ringan dan variasi makanan disarankan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cuaca panas belakangan ini memang bikin badan gampang lemas, berkeringat, dan susah fokus beraktivitas. Tapi ternyata bukan cuma suhu udara yang bikin gerah. Makanan yang disantap sehari-hari juga ikut andil memperparah rasa panas di dalam tubuh.

Supaya waktu makan tidak jadi bumerang buat kenyamanan tubuh saat cuaca terik, kamu harus mengenali dulu jenis makanan yang sebaiknya dikurangi porsinya. 

Melansir dari ToneOpFit, berikut Popmama.com merangkum 7 makanan yang harus dihindari saat cuaca panas. Yuk, simak sampai habis!

1. Kacang tanah

Pexels/Engin Akyurt

Kudapan renyah yang satu ini memang susah ditolak, apalagi kalau sudah digoreng dengan bumbu gurih. Sayangnya, kacang tanah dapat meningkatkan metabolisme tubuh sekaligus memicu produksi panas dan memperlancar sirkulasi darah.

Kalau panas tubuh sampai berlebihan, efeknya bisa bikin bibir pecah-pecah sampai sakit kepala. Tenang, kacang tanah masih boleh dinikmati sesekali asal tidak berlebihan saat musim panas.

Sebagai gantinya, coba alihkan camilan ke buah potong segar atau edamame rebus. Kandungan airnya lebih tinggi sehingga lebih ramah untuk tubuh yang sedang berjuang melawan panas.

2. Beras merah

Pexels/MART PRODUCTION

Meski dikenal lebih sehat dibandingkan dengan beras putih, beras merah dan biji-bijian utuh lainnya ternyata lebih sulit dicerna oleh tubuh karena mengandung karbohidrat kompleks. Proses pencernaan yang lebih berat ini justru menghasilkan panas dalam jumlah cukup besar.

Itulah sebabnya beras merah masuk daftar makanan yang sebaiknya dibatasi konsumsinya ketika suhu udara sedang tinggi-tingginya.

Tidak perlu langsung dihilangkan dari menu makanan keluarga. Selingi saja dengan nasi putih biasa atau sumber karbohidrat lain yang teksturnya lebih ringan dicerna oleh tubuh.

3. Mangga

Pexels/Wil Carranza

Siapa sangka, si raja buah yang manis dan menyegarkan ini justru bisa bikin tubuh makin berasap kalau dikonsumsi berlebihan. Riset menyebutkan mangga dapat meningkatkan panas dalam tubuh, bahkan meski sudah didinginkan di kulkas sekalipun.

Bukan berarti mangga harus dihindari sama sekali. Cukup batasi porsinya dan jangan dijadikan camilan tanpa henti saat cuaca sedang terik-teriknya.

Kalau ingin tetap segar, padukan mangga dengan buah lain yang kadar airnya tinggi seperti semangka atau melon. Kombinasi ini bisa membantu menyeimbangkan efek panas dari mangga itu sendiri.

4. Telur

Pexels/Ron Lach

Telur memang sumber protein, kalsium, dan zat besi yang luar biasa. Namun, saat cuaca panas, konsumsinya sebaiknya dijaga karena telur dapat memacu metabolisme tubuh yang pada akhirnya menghasilkan panas.

Disarankan untuk membatasi konsumsi telur maksimal dua butir per hari selama musim panas. Terlalu banyak makan telur berisiko memicu panas berlebih di tubuh yang berujung pada gangguan pencernaan.

Cara mengolahnya juga berpengaruh. Pilih telur rebus atau kukus dibandingkan dengan digoreng dengan banyak minyak supaya tubuh tidak makin kegerahan dari dalam.

5. Madu

Pexels/ROMAN ODINTSOV

Selama ini madu identik dengan minuman penghangat tubuh saat musim hujan atau dingin, dan itu memang benar adanya. Sifat alami madu yang menghangatkan justru bisa membuat suhu tubuh naik dan memicu rasa gerah berlebihan saat cuaca panas.

Jadi, kalau biasanya rutin minum madu tiap pagi, tidak ada salahnya dikurangi dulu porsinya selama musim kemarau berlangsung. Sebagai penggantinya, air kelapa muda atau infused water buah segar bisa jadi pilihan minuman yang lebih pas menemani hari-hari terik.

6. Bawang bombai dan bawang putih

Pexels/Mateusz Feliksik

Dua bumbu dapur ini memang jadi andalan untuk menambah cita rasa masakan. Sayangnya, bawang bombai dan bawang putih juga tergolong bahan makanan yang dapat memicu panas dalam tubuh sehingga kurang ideal dikonsumsi secara berlebihan saat cuaca terik.

Tidak perlu dihilangkan total. Cukup gunakan secukupnya saja atau ganti sesekali dengan daun bawang maupun bawang prei yang sifatnya lebih ringan di tubuh.

Menumis bawang sebentar saja dengan api sedang juga bisa membantu mengurangi efek panasnya dibandingkan dengan mengonsumsinya mentah dalam jumlah banyak.

7. Bayam

Pexels/Magda Ehlers

Sayuran hijau seperti bayam memang kaya nutrisi, tapi di baliknya ada kandungan asam oksalat yang perlu diwaspadai. Riset dari University of Alabama at Birmingham menyebutkan bahwa asam oksalat dapat mengganggu penyerapan kalsium dan berisiko memicu pembentukan batu ginjal.

Bukan berarti bayam harus disingkirkan dari menu harian, ya. Cukup konsumsi secukupnya dan variasikan dengan sayuran hijau lain seperti selada atau arugula supaya asupan tetap seimbang.

Memasaknya dengan cara ditumis ringan atau direbus sebentar juga membantu mengurangi kadar asam oksalat di dalamnya. Dengan begitu, manfaat bayam tetap bisa dinikmati tanpa risiko yang berlebihan.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 makanan yang harus dihindari saat cuaca panas. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article