Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Daftar Obat Autoimun, Kenali Jenis Pengobatannya

5 Daftar Obat Autoimun, Kenali Jenis Pengobatannya
Magnific/magnific
  • Belum ada obat yang menyembuhkan semua penyakit autoimun; pengobatan bertujuan mengendalikan respons imun, meredakan peradangan, dan mengurangi gejala.

  • Obat biologik, kortikosteroid, NSAID, dan imunosupresan digunakan dengan mekanisme berbeda, dari menargetkan pemicu peradangan hingga menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh.

  • IVIG diberikan melalui infus antibodi donor untuk mengatur imun yang terlalu aktif; penggunaan kortikosteroid dan imunosupresan perlu pengawasan dokter karena risiko efek samping dan infeksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan seluruh jenis penyakit autoimun.

Meski begitu, ada beberapa jenis obat dapat digunakan untuk mengendalikan respons sistem kekebalan tubuh, meredakan peradangan, serta membantu mengurangi gejala yang muncul.

Penasaran apa saja obatnya? Simak artikel Popmama.com tentang 5 obat autoimun berikut ini.

  1. 1. Obat biologik

    Obat biologik
    Magnific/magnific

    Obat biologik merupakan obat yang dibuat dari sel hidup dan bekerja dengan menargetkan bagian tertentu dari sistem kekebalan tubuh.

    Berbeda dengan obat yang menekan sistem imun secara menyeluruh, obat ini bekerja lebih spesifik untuk menghambat protein atau sel yang memicu peradangan.

    Pemberian obat ini dapat melalui suntikan di bawah kulit atau infus melalui pembuluh darah.

    Obat biologik dapat digunakan untuk membantu mengatasi beberapa penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, psoriatic arthritis, psoriasis, hingga penyakit radang usus seperti Crohn.

  2. 2. Kortikosteroid

    Kortikosteroid
    Magnific/jcomp

    Melansir dari Mayo Clinic, kortikosteroid merupakan obat yang bekerja dengan mengurangi peradangan sekaligus menekan respons sistem kekebalan tubuh.

    Obat ini sering digunakan untuk membantu meredakan gejala berbagai penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan lupus.

    Pemberiannya bisa disesuaikan dengan kondisi yang ditangani, mulai dari obat minum, krim atau salep, suntikan, hingga infus melalui pembuluh darah.

    Meski efektif mengendalikan peradangan, penggunaan kortikosteroid perlu mengikuti anjuran dokter karena dosis dan lama penggunaannya memiliki risiko efek samping.

  3. 3. Antiinflamasi nonsteroid

    Antiinflamasi nonsteroid
    Magnific/magnific

    Obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID digunakan untuk membantu meredakan nyeri, mengurangi peradangan, dan menurunkan demam.

    Obat ini juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi gejala pada beberapa kondisi autoimun, termasuk nyeri dan bengkak pada sendi.

    Dikutip dari laman Healthdirect, NSAID bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, yaitu zat yang berperan dalam menimbulkan rasa nyeri, bengkak, dan peradangan.

    Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti tablet, krim, gel, suntikan, hingga obat semprot.

    Perlu diingat bahwa NSAID hanya membantu meredakan gejala dan tidak mengatasi penyebab utama penyakit autoimun.

  4. 4. Imunosupresan

    Imunosupresan
    Magnific/magnific

    Imunosupresan merupakan obat yang bekerja dengan menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh.

    Pada penyakit autoimun, obat ini membantu mencegah sistem imun menyerang sel dan jaringan tubuh yang sehat sehingga peradangan dan kerusakan jaringan dapat dikurangi.

    Obat imunosupresan dapat digunakan untuk membantu menangani berbagai penyakit autoimun, seperti lupus, rheumatoid arthritis, psoriasis, multiple sclerosis, hingga penyakit radang usus seperti Crohn dan kolitis ulseratif.

    Karena imunosupresan turut menekan sistem imun, obat ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi sehingga penggunaannya perlu dalam pengawasan dokter.

  5. 5. Imunoglobulin intravena

    Imunoglobulin intravena
    Magnific/rawpixel.com

    Imunoglobulin intravena atau IVIG merupakan terapi berupa infus yang mengandung antibodi atau imunoglobulin dari donor.

    Dilansir dari Cleveland Clinic, IVIG bekerja dengan memberikan antibodi dari donor ke dalam tubuh melalui infus. Antibodi tersebut dapat membantu mengatur respons sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif, sehingga serangan terhadap jaringan tubuh yang sehat dapat ditekan.

    Obat ini banyak digunakan untuk banyak jenis penyakit autoimun, seperti lupus (SLE), Sindrom Guillain-Barré, Penyakit Kawasaki, dan Miastenia Gravis.

    Itulah daftar 5 obat autoimun. Kalau mengalami keluhan yang mengarah pada gejala autoimun, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter, ya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More