7 Tanda Tubuh Kekurangan Air, Waspada Dehidrasi Berat

- Rasa haus yang terus muncul
- Warna urine lebih gelap
- Merasa lelah atau lemah
Tubuh membutuhkan cukup air setiap hari agar tetap bekerja optimal. Namun, banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang mengalami kekurangan cairan, terutama saat aktivitas padat atau cuaca panas.
Dehidrasi ringan biasanya menunjukkan tanda-tanda awal yang sering dianggap sepele. Padahal, mengenali gejalanya penting agar tubuh tidak semakin kekurangan air.
Dengan memahami ciri-cirinya, kamu bisa segera memenuhi kebutuhan cairan harian dan menjaga tubuh tetap bertenaga sepanjang hari. Melansir dari British Heart Foundation (BHF), berikut Popmama.com rangkum tanda-tandanya!
1. Rasa haus yang terus muncul

Rasa haus adalah alarm alami tubuh ketika cairan mulai berkurang. Walau terlihat sepele, sinyal ini tidak boleh diabaikan, karena haus biasanya menjadi gejala pertama dari dehidrasi ringan. Tubuh sedang memberi tahu bahwa cadangan cairan mulai menipis.
Jika rasa haus muncul lebih cepat dari biasanya atau terasa lebih intens, itu bisa menandakan tubuh sedang mengalami kondisi kekurangan cairan. Banyak orang sering menunda minum karena aktivitas, dan hal ini memperburuk kondisi.
Selain itu, rasa haus yang muncul terus-menerus bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang bekerja lebih keras, entah karena cuaca panas, olahraga berat, atau aktivitas panjang di luar ruangan. Ketika ini terjadi, konsumsi air harus ditingkatkan agar tubuh tidak masuk ke fase dehidrasi lebih serius.
2. Warna urine lebih gelap

Urine adalah indikator paling mudah untuk menilai kondisi hidrasi tubuh. Saat cairan dalam tubuh berkurang, urine biasanya berubah menjadi warna kuning tua atau gelap. Ini disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi zat sisa metabolisme yang tidak diencerkan oleh cairan yang cukup.
Jika warna urine semakin pekat, itu menandakan level cairan tubuh semakin rendah. Sebaliknya, urine yang lebih pucat menandakan tubuh memiliki hidrasi yang baik. Mengandalkan warna urine sebagai pedoman sederhana dapat membantu menjaga keseimbangan cairan sepanjang hari.
Namun, bila urine tetap gelap meski sudah meningkatkan konsumsi air, ini bisa menandakan kondisi kesehatan lain yang memerlukan perhatian lebih. Memantau warna urine secara konsisten dapat mencegah dehidrasi menjadi lebih parah.
3. Merasa lelah atau lemah

Ketika tubuh kekurangan cairan, proses produksi energi tidak berjalan optimal. Cairan sangat penting untuk mengantarkan nutrisi dan menjaga fungsi sistem tubuh, sehingga dehidrasi ringan saja dapat membuat tubuh terasa cepat lelah. Kondisi ini sering tidak disadari dan dikira hanya kelelahan biasa.
Rasa lemas biasanya muncul ketika tubuh memaksa bekerja tanpa pasokan cairan yang memadai. Jika kamu merasa stamina turun drastis tanpa sebab jelas, itu bisa menjadi tanda hidrasi mulai menurun. Air membantu menjaga kerja otot, sirkulasi darah, dan metabolisme tetap stabil.
Kelelahan akibat dehidrasi bisa memburuk saat cuaca panas atau aktivitas fisik meningkat. Mengonsumsi air secara rutin, bahkan ketika tidak merasa haus, sangat penting untuk menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
4. Sakit kepala

Sakit kepala akibat dehidrasi terjadi karena berkurangnya cairan yang mendukung fungsi otak. Ketika tubuh mengalami kehilangan cairan, volume darah menurun dan mengurangi aliran oksigen ke kepala. Hal ini dapat memicu sensasi berdenyut atau tegang pada area kepala.
Kondisi ini sering terjadi karena kurang minum saat bekerja, belajar, atau sedang fokus pada aktivitas tertentu. Banyak orang lupa menjaga hidrasi sehingga sakit kepala muncul tanpa disadari penyebabnya.
Jika sakit kepala terus berulang dan memburuk, terutama diiringi pusing atau rasa lelah yang intens, bisa jadi tubuh mengalami dehidrasi yang lebih serius.
5. Mulut kering atau lengket

Mulut kering adalah tanda jelas bahwa tubuh kekurangan air. Ketika cairan dalam tubuh rendah, produksi saliva ikut menurun. Akibatnya, mulut terasa lengket, tidak nyaman, dan bahkan menimbulkan bau mulut.
Gejala ini kerap terjadi setelah lama tidak minum atau saat aktivitas fisik cukup berat. Perubahan suhu atau paparan panas juga dapat memperburuk kondisi, membuat mulut menjadi lebih kering dari biasanya. Minum air mampu membantu mengembalikan kelembapan dan kenyamanan.
Jika mulut tetap kering meskipun sudah banyak minum, kondisi ini mungkin berkaitan dengan masalah kesehatan lain seperti infeksi atau efek samping obat tertentu. Namun, dalam banyak kasus, mulut kering adalah tanda awal dehidrasi ringan.
6. Mata terlihat cekung

Ketika tubuh kekurangan cairan, jaringan di sekitar mata ikut kehilangan kelembapan sehingga terlihat lebih cekung. Kondisi ini sering disertai dengan perubahan pada kulit wajah yang tampak lebih kusam atau lelah.
Mata cekung biasanya muncul setelah tubuh mengalami kekurangan cairan selama beberapa waktu. Kondisi ini lebih mudah terlihat pada orang yang sudah lama tidak minum atau sedang sakit. Pada anak-anak, tanda ini perlu diwaspadai karena bisa menunjukkan dehidrasi yang cukup serius.
Memperbaiki hidrasi dapat membantu memperbaiki tampilan mata yang cekung. Namun jika bertahan lama, terutama disertai gejala lain, penting untuk segera mencari saran medis.
7. Jarang buang air kecil

Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan menghasilkan urine secara teratur. Namun, saat cairan berkurang, ginjal bekerja lebih keras untuk mempertahankan air, sehingga produksi urine menurun. Jarang buang air kecil adalah tanda klasik dehidrasi.
Perubahan ini biasanya dapat dirasakan dalam beberapa jam setelah tubuh kekurangan asupan cairan. Jika kamu hanya buang air kecil sedikit atau bahkan tidak sama sekali dalam jangka waktu panjang, itu perlu menjadi perhatian serius. Kondisi ini dapat memperberat fungsi ginjal.
Memperbanyak asupan air akan membantu meningkatkan frekuensi buang air kecil. Namun, jika tetap jarang buang air kecil meski sudah minum cukup, segera periksakan diri karena itu bisa mengarah pada dehidrasi parah.
Nah, itu dia ciri-ciri tubuh yang mulai kekurangan air. Jika kamu merasakan beberapa tanda tersebut, segera penuhi kebutuhan cairan sebelum dehidrasi makin parah.



















