Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Manfaat Bengkoang untuk Asam Lambung, Bantu Redakan Perut Perih
Pexels/L. Lum
  • Bengkoang membantu melindungi lambung dari iritasi berkat serat larut seperti pektin yang membentuk lapisan pelindung dan menurunkan risiko refluks asam.
  • Buah ini bersifat netral, rendah FODMAPs, serta tidak memicu gas berlebih sehingga aman untuk penderita GERD atau maag dan menjaga keseimbangan pH lambung.
  • Kandungan vitamin C, serat, dan antioksidan dalam bengkoang mendukung imunitas lambung, melancarkan pencernaan, serta menurunkan risiko kanker dan dispepsia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang yang sakit perut karena asam lambung bisa makan bengkoang supaya perutnya tidak sakit lagi. Bengkoang itu renyah dan banyak airnya, jadi gampang dicerna. Buah ini bisa bantu lambung tidak perih, bikin pencernaan lancar, dan tubuh lebih kuat. Sekarang banyak orang makan bengkoang biar perutnya nyaman terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau asam lambung lagi naik, biasanya kamu jadi lebih hati-hati memilih makanan, kan? Mulai dari yang manis, pedas, sampai yang terlalu asam, semuanya harus dipikirkan matang-matang supaya perut tidak makin perih. 

Salah satu buah yang ternyata bersahabat dengan lambung sensitif adalah bengkoang. Teksturnya yang renyah dan kandungan airnya yang tinggi membuat buah ini gampang dicerna tanpa bikin perut begah.

Bukan cuma menyegarkan, bengkoang juga punya sederet manfaat untuk kesehatan lambung yang sayang untuk dilewatkan. 

Penasaran dengan apa saja manfaatnya? Berikut Popmama.com merangkum 7 manfaat bengkoang untuk asam lambung, dikutip dari Jurnal STKIPMB. Yuk, simak sampai habis!

1. Melindungi lambung dari iritasi

Wikimedia Commons/Robystarm07

Bengkoang kaya akan serat larut, salah satunya pektin, yang bisa membentuk semacam lapisan gel di saluran pencernaan. Lapisan ini berfungsi sebagai penghalang yang membantu meredakan iritasi sekaligus mengurangi kontak langsung antara asam lambung dan dinding lambung yang sensitif.

Serat larut juga memperlambat pengosongan lambung sehingga kamu merasa kenyang lebih lama dan asupan makanan pun lebih terkontrol. Kondisi ini membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan alias refluks.

2. Meredakan asam lambung yang naik

Wikimedia Commons/Laboratories Server

Selain melindungi, bengkoang juga punya sifat yang cenderung netral dan tidak asam. Berbeda dengan buah sitrus yang bisa memicu produksi asam lambung, bengkoang justru aman dikonsumsi oleh kamu yang punya masalah GERD atau maag.

Makanan yang tidak bersifat asam dapat membantu menjaga keseimbangan pH di saluran pencernaan sehingga risiko iritasi pada lambung dan esofagus pun berkurang. Jadi, kalau kamu sedang mencari camilan yang tidak mengakibatkan asam lambung, bengkoang bisa jadi pilihan yang pas.

3. Meredakan sembelit

Pexels/Miriam Alonso

Masalah lambung sering kali berkaitan erat dengan pencernaan secara keseluruhan, termasuk sembelit. Nah, bengkoang mengandung serat larut dan tidak larut yang bekerja sama untuk melancarkan buang air besar.

Serat tidak larut menambah massa pada feses, sementara serat larut membantu melunakkannya.

Ketika usus bergerak lancar, tidak ada penumpukan gas atau tekanan berlebih yang bisa menjalar kembali ke lambung dan bikin perut kembung. Alhasil, pencernaan yang teratur otomatis mengurangi beban kerja lambung secara keseluruhan.

4. Mendukung imunitas lambung

Wikimedia Commons/Laboratoires Servier

Tahukah kamu kalau bengkoang juga menyimpan vitamin C yang cukup tinggi? Vitamin ini punya peran penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh, termasuk melindungi lambung dari serangan bakteri seperti Helicobacter pylori yang kerap dikaitkan dengan gastritis dan tukak lambung.

Selain itu, vitamin C juga berperan dalam sintesis kolagen yang menjaga integritas jaringan di dinding lambung. Dengan kata lain, rutin mengonsumsi bengkoang bisa membantu lambungmu lebih tangguh menghadapi ancaman dari luar.

5. Tidak memicu gas berlebih di perut

Pexels/Tanja Nikolic

Buat kamu yang sering merasa kembung setelah makan sayur atau buah tinggi serat, bengkoang bisa jadi alternatif yang lebih ramah. Pasalnya, bengkoang tergolong rendah FODMAPs, yaitu jenis karbohidrat yang mudah difermentasi dan sering jadi biang kerok gas berlebih di usus.

Berkat profil karbohidratnya yang cenderung mudah dicerna, bengkoang jarang memicu produksi gas berlebihan pada kebanyakan orang. Hal ini penting supaya lambung tetap tenang dan tidak mudah terasa penuh atau begah.

6. Mengurangi risiko kanker lambung

Pexels/Anna Tarazevich

Manfaat ini memang bersifat jangka panjang, tetapi tetap penting untuk diperhatikan. Diet tinggi serat, antioksidan, dan fitokimia yang semuanya ada dalam bengkoang telah dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker saluran pencernaan.

Antioksidan dalam bengkoang membantu menetralkan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel lambung, sementara kandungan seratnya membantu mempercepat eliminasi zat-zat berbahaya dari tubuh. Kombinasi ini menciptakan lingkungan pencernaan yang lebih sehat dan protektif dalam jangka panjang.

7. Membantu mengurangi risiko dispepsia

Pexels/MART PRODUCTION

Dispepsia atau gangguan pencernaan biasanya ditandai dengan rasa penuh, kembung, dan nyeri di perut bagian atas. Kabar baiknya, kandungan serat dan air dalam bengkoang bisa membantu meringankan gejala ini dengan mendorong pencernaan yang lebih efisien dan mengurangi penumpukan gas di perut.

Dengan mencegah sembelit sekaligus mendukung keseimbangan mikrobioma usus, bengkoang menciptakan kondisi pencernaan yang lebih bersahabat dan kurang rentan memicu dispepsia.

Jadi, memasukkan bengkoang ke dalam menu harian bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar untuk kenyamanan perutmu.

Nah, itulah 7 manfaat bengkoang untuk asam lambung yang bisa kamu rasakan kalau rutin mengonsumsinya. Semoga bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article