Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Minuman Hangat Khas Indonesia, Cocok Diminum Musim Hujan

4 min read
5 Minuman Hangat Khas Indonesia, Cocok Diminum Musim Hujan
Wikimedia Commons/Abdulrohmatt
  • Wedang jahe gula aren memadukan jahe bakar, serai, pandan, dan gula aren; minuman ini dikenal menghangatkan tubuh serta dipercaya turun-temurun membantu gejala masuk angin dan perut kembung.
  • Bajigur dan bandrek susu, yang lekat dengan budaya Sunda, menawarkan perpaduan jahe bakar, gula merah atau aren, serta santan atau susu dengan cita rasa rempah hangat.
  • Kopi tubruk rempah menggabungkan kopi hitam, kayu manis, cengkeh, dan gula aren, sedangkan sekoteng berisi kuah jahe-gula merah, kacang hijau, serta pelengkap seperti kolang-kaling dan roti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Begitu musim hujan tiba, udara menjadi lebih dingin dan tubuh pun terasa lebih mudah lelah. Tidak heran kalau di saat-saat seperti ini, hati langsung kepingin nyeruput sesuatu yang hangat.

Untungnya, Indonesia punya banyak pilihan minuman tradisional yang pas diminum saat cuaca lagi dingin-dinginnya. Rasanya hangat di tenggorokan, aromanya rempah-rempah, dan bikin badan langsung terasa lebih segar.

Nah, biar kamu makin kenal dengan warisan kuliner Nusantara ini, berikut Popmama.com mengulas 5 minuman hangat khas Indonesia, dikutip dari IDN Times.Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Wedang jahe gula aren

    Wedang jahe gula aren
    Wikimedia Commons/SATELITBM

    Wedang jahe menjadi salah satu minuman hangat paling ikonik di Indonesia. Rahasianya ada pada jahe yang dibakar dan digeprek terlebih dahulu sebelum direbus, sebuah cara yang bikin aromanya jauh lebih kuat dibanding jahe biasa.

    Jahe ini kemudian direbus bersama serai dan daun pandan hingga harum, lalu dimaniskan dengan gula aren yang diserut halus. Perpaduan pedas hangat dari jahe dan manis legit gula aren inilah yang bikin wedang jahe terasa begitu menenangkan.

    Supaya hasilnya makin nikmat, minuman ini biasanya disaring dulu sebelum disajikan agar teksturnya benar-benar halus tanpa ampas.

    Tidak heran kalau wedang jahe sering disebut "obat kampung" andalan saat cuaca dingin. Selain menghangatkan badan, minuman ini juga dipercaya turun-temurun dapat meredakan gejala masuk angin dan perut kembung.

  2. 2. Bajigur tradisional

    Bajigur tradisional
    Wikimedia Commons/Kembangraps

    Beralih ke Tanah Pasundan, ada bajigur yang jadi teman ngopi khas orang Sunda saat malam dingin. Berbeda dari wedang jahe, bajigur mengandalkan santan sebagai bahan utamanya.

    Santan cair direbus perlahan bersama jahe bakar, gula merah, daun pandan, dan sejumput garam hingga menyatu sempurna. Hasilnya, rasa gurih dari santan berpadu dengan manisnya gula merah dan hangatnya jahe jadi satu dalam segelas bajigur.

    Kunci kelezatan bajigur ada pada santan segar dan proses mengaduknya yang harus terus-menerus supaya santannya tidak pecah saat direbus.

    Di kampung halamannya, Jawa Barat, bajigur biasanya dijajakan pedagang keliling pada malam hari dan jadi teman ngobrol yang pas, apalagi kalau disandingkan dengan pisang goreng atau ubi rebus hangat.

  3. 3. Bandrek susu

    Bandrek susu
    Wikimedia Commons/Midori

    Kalau bajigur mengandalkan santan, bandrek justru tampil dengan sentuhan rempah yang lebih kompleks. Jahe bakar dipadukan dengan gula aren, kayu manis, dan cengkeh yang direbus hingga aromanya keluar maksimal.

    Sentuhan susu cair di akhir proses membuat bandrek versi ini terasa lebih creamy dan lembut dibandingkan dengan bandrek pada umumnya. Rasa hangat rempahnya pun makin terasa berkat kombinasi kayu manis dan cengkeh yang khas.

    Ada satu trik menarik, yaitu menambahkan sedikit merica bubuk supaya rasa hangatnya makin terasa sampai ke tenggorokan. Hanya saja, susunya jangan direbus terlalu lama agar teksturnya tidak pecah.

    Sama seperti bajigur, bandrek juga lekat dengan budaya Sunda dan kerap menjadi minuman wajib saat berkumpul di malam hari, entah sambil ngobrol santai atau menonton pertunjukan tradisional bersama keluarga.

  4. 4. Kopi tubruk rempah

    Kopi tubruk rempah
    Wikimedia Commons/Mo Riza

    Buat kamu pencinta kopi, kopi tubruk rempah bisa jadi variasi baru yang layak dicoba saat cuaca dingin. Kopi bubuk hitam diseduh langsung dengan air panas, lalu dipadukan dengan kayu manis dan cengkeh yang dibiarkan sejenak agar aromanya keluar.

    Setelahnya, gula aren ditambahkan untuk memberi rasa manis yang menyeimbangkan pahitnya kopi. Perpaduan kopi hitam yang kuat dengan rempah hangat ini menciptakan sensasi minum kopi yang berbeda dari biasanya.

    Memakai kopi bubuk asli tanpa campuran akan membuat rasanya lebih autentik, dan menyaringnya sebelum diminum bisa jadi pilihan kalau kamu tidak suka ada ampas yang tersisa.

    Sebagai catatan, kopi tubruk sendiri sebenarnya sudah menjadi cara minum kopi khas Nusantara sejak lama, di mana bubuk kopi langsung diseduh tanpa disaring lebih dulu. Versi rempah ini jadi variasi yang bikin pengalaman ngopi terasa lebih hangat dan istimewa.

  5. 5. Sekoteng kacang hijau

    Sekoteng kacang hijau
    Wikimedia Commons/Midori

    Terakhir, ada sekoteng yang paling "berisi" di antara semua minuman hangat khas Indonesia lainnya. Kuahnya sendiri dibuat dari rebusan jahe dan gula merah yang gurih manis, lalu dipadukan dengan kacang hijau yang sudah direbus empuk.

    Yang bikin sekoteng istimewa adalah pelengkapnya. Kolang-kaling, kacang tanah goreng, dan potongan roti tawar biasanya ditambahkan di atasnya, membuat minuman ini terasa seperti camilan hangat sekaligus.

    Buat kamu yang suka rasa lebih gurih, disarankan untuk menambahkan sedikit santan ke dalam kuahnya. Tapi kalau ingin versi yang lebih ringan, santan ini juga bisa saja dilewatkan.

    Sekoteng sendiri memiliki jejak sejarah yang panjang dan sering dikaitkan dengan budaya Tionghoa-Betawi. Dulu, minuman ini biasa dijajakan pedagang keliling pada malam hari sebagai penghangat sekaligus pengganjal perut.

    Nah, itulah pembahasan mengenai 5 minuman hangat khas Indonesia yang bisa kamu coba. Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More