Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Minuman yang Harus Dihindari saat Cuaca Panas
Pexels/Dovinda Rd
  • Soda, minuman energi, dan kopi manis dapat memperparah dehidrasi karena kafein, gula, serta kandungan tinggi kalori yang berisiko membuat tubuh makin lemas saat panas.
  • Alkohol perlu dihindari karena bersifat diuretik, meningkatkan produksi urine, mengganggu pengaturan suhu tubuh, dan menaikkan risiko gangguan akibat cuaca panas.
  • Limun kemasan, teh manis, dan smoothie berlebihan juga perlu dibatasi karena gula tinggi, kafein, atau kalori tambahan; air putih tetap tidak bisa digantikan sepanjang hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tujuh jenis minuman—soda, minuman energi, kopi manis, jus limun kemasan, alkohol, teh berkafein, dan smoothie berlebihan—disebut perlu dihindari atau dibatasi saat cuaca panas karena dapat mengganggu hidrasi.
  • Who?
    Orang yang beraktivitas atau berada di tengah cuaca panas, terutama mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein, berisiko mengalami efek dehidrasi lebih terasa dari sejumlah minuman tersebut.
  • Where?
    Risiko terjadi saat seseorang berada di lingkungan dengan cuaca panas atau terik dan memilih minuman tersebut untuk mengatasi rasa haus.
  • When?
    Saat cuaca panas menyengat, khususnya ketika tubuh membutuhkan asupan cairan untuk menjaga hidrasi dan suhu tubuh.
  • Why?
    Kafein dan alkohol dapat meningkatkan produksi urine, sedangkan kandungan gula, kalori, asam, atau campuran tertentu dapat membuat rasa haus bertambah, memicu lonjakan gula darah, atau menambah beban tubuh.
  • How?
    Dehidrasi dapat memburuk ketika cairan tubuh lebih banyak keluar melalui urine atau minuman tinggi gula tidak memenuhi kebutuhan hidrasi. Pembatasan konsumsi serta memilih air putih atau teh herbal tanpa kafein dianjurkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat cuaca panas, jangan banyak minum soda, minuman energi, kopi manis, limun kemasan, alkohol, teh manis, dan smoothie terlalu banyak. Minuman itu bisa punya banyak gula atau kafein. Badan bisa makin haus dan lemas. Sekarang, lebih baik minum air putih supaya tubuh tidak kekurangan air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di balik daftar minuman yang berpotensi memperburuk dehidrasi, artikel ini menampilkan ruang bagi pilihan yang lebih terukur saat panas: limun rumahan dengan lemon segar, teh herbal tanpa kafein, serta smoothie dalam porsi wajar. Penekanan pada gula, kafein, dan hidrasi membantu pembaca memahami bahwa rasa segar dapat tetap dinikmati tanpa mengabaikan kebutuhan cairan tubuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat cuaca panas menyengat, godaan untuk buru-buru minum apa saja yang dingin memang sulit ditolak. Sayangnya, tidak semua minuman yang terasa menyegarkan benar-benar membantu tubuh tetap terhidrasi.

Justru ada beberapa jenis minuman yang diam-diam bisa memperparah dehidrasi dan bikin badan makin lemas di tengah teriknya cuaca walaupun terlihat menyegarkan. 

Penasaran apa saja minumannya? Berikut Popmama.com mengulas 7 minuman yang harus dihindari saat cuaca panas. Yuk, simak sampai habis!

1. Soda

Pexels/Beyzanur K.

Soda mungkin terasa menyegarkan saat diminum dingin, tapi kandungannya jauh dari kata sehat. Melansir Adventist Health, soda tinggi kalori, karbohidrat, gula, dan sirup jagung fruktosa tinggi yang berkontribusi pada kenaikan berat badan.

Ada juga kandungan asam fosfat dalam soda yang dapat menyebabkan kehilangan kalsium pada tulang serta merusak enamel gigi. Kombinasi gula, karbonasi, dan asam ini justru membuat kamu makin haus, bukannya makin segar.

Mengutip Best Life, sebuah studi tahun 2016 di American Journal of Physiology bahkan menemukan bahwa minuman bersoda dapat memperparah dehidrasi dan meningkatkan risiko cedera ginjal. Jadi, sebaiknya soda jangan dijadikan andalan saat cuaca panas.

2. Minuman berenergi

Pexels/Andrea Piacquadio

Menurut Adventist Health, minuman energi kemasan 16 ons rata-rata mengandung kafein setara dengan dua cangkir kopi, dan rasa manisnya bisa membuat kamu tanpa sadar minum lebih banyak kafein dari yang seharusnya.

Konsumsi berlebihan dapat memicu detak jantung tidak normal, tekanan darah naik, kejang, kecemasan, hingga perubahan suasana hati. Melansir Barrie 360, efek diuretik dari kafein di dalamnya bisa mempercepat dehidrasi karena tubuh jadi lebih sering buang air kecil.

Gula tinggi dalam minuman energi pun berisiko memicu penurunan gula darah mendadak alias crash setelah efek energinya hilang. Alih-alih menyegarkan, tubuh malah bisa terasa semakin lemas.

3. Minuman berbahan dasar kopi

Pexels/Polina Tankilevitch

Es kopi kekinian dengan campuran krim dan sirup memang menggoda di siang hari yang terik. Melansir Adventist Health, minuman kopi manis seperti frappe bisa mengandung setidaknya 400 kalori dalam satu gelas berukuran 16 ons, setara dengan porsi karbohidrat satu kali makan.

Mengutip Barrie 360, minuman kopi beku semacam ini sering ditambah whipped cream, sirup, dan susu full cream sehingga tinggi kalori sekaligus gula. Konsumsi berlebihan dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan hingga risiko diabetes.

Di sisi lain, sifat diuretik kafein bisa menjadi masalah tersendiri, terutama bagi orang yang jarang minum kopi. Mengutip Best Life, efek dehidrasi dari kafein akan lebih terasa pada orang yang tidak terbiasa mengonsumsinya, apalagi di hari yang panas.

4. Jus limun

Pexels/Denys Gromov

Segelas jus limun dingin sering dianggap pilihan menyegarkan yang aman, tapi kenyataannya tidak selalu demikian. Melansir Adventist Health, banyak lemonade kemasan bahkan tidak mengandung lemon asli, melainkan didominasi gula dan perisa buatan.

Kandungan gula yang tinggi ini bisa memicu lonjakan gula darah, dan kelebihan karbohidratnya berpotensi berubah jadi lemak jika tidak terpakai sepanjang hari. Mengutip Barrie 360, keasaman dalam jus limun dapat mengiritasi lambung, apalagi kalau diminum saat perut kosong.

Kalau memang ingin minum jus limun, sebaiknya buat sendiri dari lemon segar dengan sedikit pemanis alami. Cara ini membantu kamu tetap menikmati kesegarannya tanpa harus kebanjiran gula tambahan.

5. Alkohol

Pexels/Batuhan Kocabaş

Segelas bir dingin atau koktail buah memang menggoda saat cuaca panas, tapi alkohol justru musuh utama hidrasi. Melansir Best Life, alkohol adalah diuretik yang terbukti meningkatkan produksi urine sehingga menguras cairan tubuh, dan efek ini paling terasa pada bir.

Flushing Hospital dalam artikel yang sama menjelaskan bahwa alkohol memperlambat kerja hipotalamus, kelenjar yang mengatur suhu tubuh, sehingga badan yang sudah kepanasan akan terasa makin panas setelah minum alkohol.

CDC bahkan menyarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol dalam 24 jam sebelum beraktivitas di cuaca panas karena meningkatkan risiko heat illness.

Kalau bicara koktail manis, melansir Barrie 360, tubuh bisa kehilangan cairan hingga 4 kali lipat untuk setiap gelas alkohol yang diminum.

Satu gelas margarita klasik bahkan bisa menyumbang lebih dari 70 persen dari asupan gula harian, jadi sebaiknya diimbangi dengan segelas air putih di antara tegukan.

6. Teh

Pexels/freestocks.org

Teh sering dianggap pilihan lebih aman dibanding kopi atau soda, tapi tetap perlu diperhatikan porsinya. Mengutip Best Life, kafein dalam teh bersifat diuretik, namun bagi orang yang rutin mengonsumsinya, efek tersebut biasanya sudah seimbang dengan cairan yang masuk ke tubuh.

Masalahnya muncul kalau kamu tidak terbiasa minum kafein lalu tiba-tiba mengonsumsinya dalam jumlah banyak saat cuaca panas, karena efek dehidrasinya akan lebih terasa. Melansir Adventist Health, es teh kemasan juga sering mengandung banyak gula tambahan.

Solusinya, pilih teh herbal tanpa kafein dan buat sendiri di rumah dengan pemanis alami secukupnya. Cara ini membuat teh dingin tetap menyegarkan tanpa efek samping berlebihan bagi tubuh.

7. Smoothie

Pexels/Ngoc Binh Ha

Mengutip Barrie 360, buah utuh kaya serat yang membuat gula alaminya dilepas perlahan ke tubuh, tapi begitu diblender, serat itu pecah dan gula alami langsung terlepas menjadi gula bebas yang diserap lebih cepat oleh darah.

Akibatnya, konsumsi smoothie berlebihan tetap bisa memicu lonjakan gula darah meski bahannya dari buah segar. Smoothie dengan campuran yogurt penuh lemak atau bubuk protein juga berisiko menyumbang kalori dan lemak jenuh dalam jumlah besar.

Bukan berarti smoothie harus dihindari sepenuhnya, karena tetap memiliki manfaat gizi yang baik. Kuncinya ada pada porsi wajar dan tidak menjadikannya pengganti air putih sepanjang hari.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 minuman yang harus dihindari saat cuaca panas. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article