Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Mitos atau Fakta, Mobil Matik Lebih Boros daripada Manual?

Mitos atau Fakta, Mobil Matik Lebih Boros daripada Manual?
Pexels/Mike Bird
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Dulu mobil matik memang lebih boros karena sistem transmisinya berat dan kurang efisien, tapi teknologi modern kini membuat perbedaannya dengan manual semakin kecil.
  • Konsumsi bahan bakar dipengaruhi cara kerja transmisi menjaga putaran mesin tetap optimal; sistem otomatis masa kini sudah makin pintar membaca kondisi berkendara.
  • Mobil manual unggul dalam kontrol dan efisiensi, sedangkan matik menawarkan kenyamanan serta kemudahan di kemacetan, sehingga pilihan tergantung gaya hidup dan kebutuhan pengemudi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah dengar omongan kalau mobil matik lebih boros bensin dibanding mobil manual? Anggapan ini sudah beredar lama, bahkan sering menjadi alasan sebagian orang ragu beralih dari transmisi manual ke matik. Tapi benarkah klaim ini masih relevan di zaman mobil-mobil canggih sekarang?

Sebelum kamu memutuskan mau beli mobil matik atau manual, kamu harus cari tahu dulu fakta sebenarnya tentang hubungan transmisi dan konsumsi bahan bakar. 

Buat kamu yang ingin membeli mobil atau membandingkan di antara keduanya, berikut Popmama.com merangkum mitos atau fakta, mobil matik lebih boros daripada manual? Yuk, simak sampai habis!

Benarkah Mobil Matik Lebih Boros?

Benarkah Mobil Matik Lebih Boros
Pexels/Mike Bird

Dulu, anggapan ini memang ada benarnya. Transmisi otomatis generasi lama cenderung lebih berat dan memiliki jumlah gigi lebih sedikit dibandingkan dengan manual, sehingga mesin harus bekerja lebih keras dan konsumsi bahan bakarnya pun lebih tinggi.

Mengutip We Buy Any Car, mobil manual cenderung lebih irit karena tenaga mesin dipakai langsung oleh pengemudi untuk mengganti gigi, bukan oleh sistem mesin itu sendiri seperti pada matik.

Selain itu, pengemudi manual biasanya lebih cepat bereaksi terhadap kondisi jalan sehingga bisa memilih waktu perpindahan gigi yang lebih efisien dibandingkan dengan sistem otomatis pada mobil matik.

Meski begitu, perbandingan ini kini semakin sedikit. Melansir Car Wow, transmisi matik modern sudah punya jumlah gigi yang setara bahkan lebih banyak dari manual, bobotnya juga lebih ringan dan desainnya lebih canggih dibandingkan dengan matik generasi lama. 

Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa semua mobil matik itu boros, ya. Semua kembali lagi ke teknologi transmisi yang digunakan dan tahun produksi mobilnya.

Klaim bahwa mobil matik selalu lebih boros dibandingkan dengan manual sebenarnya bisa dikatakan sebagai mitos di era sekarang. Betul bahwa secara umum manual masih sedikit lebih irit, tapi selisihnya kini semakin tipis berkat perkembangan teknologi transmisi otomatis yang kian efisien.

Apa Hubungan Bahan Bakar dengan Transmisi?

Apa Hubungan Bahan Bakar dengan Transmisi
Pexels/Mike Bird

Supaya lebih paham, penting untuk mengetahui dulu cara kerja dasar dari kedua jenis transmisi ini.

Pada mobil manual, kamu menginjak pedal kopling untuk memutus hubungan mesin dengan gearbox, memindahkan gigi secara manual, lalu melepas kopling perlahan untuk menyambungkannya kembali.

Sementara itu, mobil matik tidak memiliki pedal kopling sama sekali. Perpindahan gigi dilakukan secara otomatis melalui torque converter, kopling otomatis seperti pada sistem DSG, atau transmisi CVT yang dapat mengatur rasio gigi secara terus-menerus.

Nah, hubungannya dengan konsumsi BBM ada pada seberapa efisien sistem ini menjaga putaran mesin atau RPM tetap berada dalam rentang optimal.

Semakin mesin bekerja di luar rentang ini, entah karena gigi terlalu rendah atau terlalu tinggi, semakin boros pula bahan bakar yang terpakai.

Di sinilah bedanya, di mana pengemudi manual bisa mengatur sendiri kapan waktu terbaik untuk pindah gigi, sedangkan mobil matik mengandalkan sistem komputer untuk membaca kondisi berkendara.

Untungnya, teknologi matik masa kini sudah semakin pintar membaca pola ini, sehingga efisiensinya pun akan meningkat.

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Manual

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Manual
Pexels/Ayyeee Ayyeee

Melansir Car Wow, ini dia kelebihan mobil manual:

  • Kontrol berkendara lebih presisi karena kamu yang menentukan sendiri kapan pindah gigi.

  • Memberi sensasi berkendara yang lebih terasa, cocok buat pencinta mobil sejati.

  • Harga beli unitnya umumnya lebih murah dibandingkan dengan versi matiknya.

  • Secara umum, konsumsi bahan bakarnya lebih hemat.

Meski begitu, mobil manual juga punya beberapa kekurangan, di antaranya:

  • Butuh konsentrasi ekstra, apalagi saat macet karena harus terus-menerus menginjak kopling.

  • Berisiko mesin mati mendadak alias mogok kalau kamu kurang mahir mengoper gigi.

  • Tanjakan curam jadi tantangan tersendiri buat pengemudi pemula.

  • Pilihan mobil listrik dan hybrid saat ini kebanyakan hanya tersedia dalam transmisi matik.

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Matik

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Matik
Pexels/Erik Mclean

Melansir Car Wow, berikut kelebihan mobil matik:

  • Jauh lebih mudah dan santai dikendarai, terutama di jalanan padat.

  • TIdak bikin kaki cepat pegal karena tidak perlu menginjak kopling berulang kali.

  • Pilihannya lebih luas kalau kamu tertarik dengan mobil listrik atau hybrid.

  • Tidak ada risiko kopling aus akibat tanjakan karena sistemnya otomatis.

Namun, ada juga beberapa kekurangannya yang perlu kamu pertimbangkan:

  • Harga beli unit matik biasanya lebih mahal dibandingkan dengan manual.

  • Biaya perawatan dan servis cenderung lebih tinggi.

  • Sebagian pengemudi merasa kurang seru karena minimnya keterlibatan saat berkendara.

  • Tidak punya engine brake sehingga kontrol kecepatan saat turunan sedikit berkurang.

Tips Memilih Mobil Sesuai Gaya Berkendara Kamu

Tips Memilih Mobil Sesuai Gaya Berkendara Kamu
Pexels/Mike Bird

Mengutip Pupkewitz Motors, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan sebelum membeli mobil, baik matik maupun manual.

Pertama, tentukan dulu budget secara menyeluruh, bukan cuma harga mobilnya saja, tapi juga biaya bensin, asuransi, dan perawatan rutin ke depannya.

Kedua, sesuaikan pilihan mobil dengan kebutuhan dan gaya hidup kamu sehari-hari, seperti apakah lebih sering dipakai untuk commuting di jalanan macet atau perjalanan jauh di jalan tol.

Jangan lupa juga cek nilai jual kembali mobil incaran kamu, sebab beberapa merek dan tipe transmisi memiliki nilai resale yang lebih stabil dibandingkan dengan yang lainnya. 

Sebelum benar-benar memutuskan, lakukan riset menyeluruh soal harga pasaran dan bandingkan beberapa pilihan mobil sekaligus. Terakhir, jangan malas untuk test drive langsung.

Rasakan sendiri kenyamanan berkendara, baik saat macet maupun di jalan lengang, supaya kamu tidak menyesal setelah mobil dibawa pulang.

Nah, itulah pembahasan mengenai mitos atau fakta, mobil matik lebih boros daripada manual? Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More