Urine Berubah Menjadi Keruh? Yuk Kenali Penyebab dan Gejalanya

Perhatikan dengan baik gejalanya untuk mengetahui penyebab urine keruh

19 Januari 2021

Urine Berubah Menjadi Keruh Yuk Kenali Penyebab Gejalanya
Freepik/wayhomestudio

Pernahkah Mama mengalami urine menjadi keruh?

Urine merupakan cairan hasil penyaringan darah oleh ginjal yang dikeluarkan melalui saluran kemih. Urine berfungsi untuk membuang sisa metabolisme dan racun yang ada di dalam tubuh.

Pada umumnya urine yang normal akan berwarna kuning cerah, jernih, dan ada juga keemasan. Warna urine dapat dijadikan sebagai penentu kesehatan tubuh seseorang. Ketika urine berubah menjadi keruh, itulah pertanda bahwa adanya kesehatan pada tubuh.

Kondisi ini memang tidak selalu mengindikasikan darurat medis, namun dapat menjadi tanda adanya penyakit yang serius. Oleh karena itu, sebaiknya selalu perhatikan warna urine yang keluar.

Jika Mama ingin mengetahui penyebab dari urine yang berubah menjadi keruh, berikut ini Popmama.com telah merangkumnya.

1. Dehidrasi atau kurangnya cairan yang dikonsumsi

1. Dehidrasi atau kurang cairan dikonsumsi
Freepik/jcomp

Dehidrasi sering kali terjadi karena kurangnya asupan cairan untuk tubuh. Warna urine yang berubah menjadi keruh dan gelap dapat disebabkan oleh dehidrasi.

Dehidrasi dapat terjadi oleh siapa saja, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Bahkan, orang yang memiliki penyakit kronis juga dapat mengalami dehidrasi.

Ketika mengalami dehidrasi, tubuh akan menahan air dengan jumlah banyak di dalam tubuh. Oleh sebab itu, urine yang keluar berwarna pekat dan gelap dari biasanya.

Mama perlu mengetahui gejala dehidrasi pada tubuh, yaitu:

  • Urine berwarna gelap
  • Haus
  • Jarang buang air kecil
  • Jika terjadi pada bayi akan mengalami popok menjadi kering
  • Mulut kering
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Kebingungan

Ketika dehidrasi yang dialami masih ringan, dapat mengobatinya di rumah dengan mengonsumsi air atau makanan yang mengandung air selama beberapa jam. Namun, jika anak mama menunjukkan gejala diare dan muntah, sebaiknya segera berobat ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Kondisi ini jika dibiarkan secara terus-menerus akan membahayakan kondisi kesehatan bagian tubuh lainnya.

2. Infeksi saluran kemih (ISK)

2. Infeksi saluran kemih (ISK)
Freepik/lunopark

ISK merupakan infeksi yang terjadi di saluran kemih. Kondisi ini cukup berbahaya bagi tubuh karena mempengaruhi uretra, kantung kemih, ureter, dan ginjal.

Pada umumnya infeksi ini terjadi pada perempuan dibandingkan pria. Hal ini disebabkan oleh uretra yang dimiliki oleh perempuan lebih pendek dan berisiko tinggi untuk terkena bakteri di vagina.

Ketika mengalami infeksi pada saluran kemih akan ditandakan dengan beberapa gejala, yaitu:

  • Urine tampak keruh
  • Urine yang keluar berbau busuk
  • Saat buang air kecil akan berasa seperti kebakar
  • Sakit punggung di bagian bawah
  • Merasakan ingin buang air, namun yang dikeluarkan sedikit
  • Pada perempuan akan mengalami nyeri di bagian panggul

Kondisi seperti ini harus mendapatkan penanganan dengan mengonsumsi antibiotik. Jika terjadi secara terus-menerus dapat membahayakan tubuh dengan mengalami berbagai penyakit, seperti kerusakan ginjal, infeksi yang menyebar ke bagian lain, komplikasi kehamilan, dan infeksi pada alirah darah.

3. Vaginitis atau peradangan pada vagina

3. Vaginitis atau peradangan vagina
Freepik/gballgiggsphoto

Vaginitis merupakan infeksi atau peradangan yang terjadi pada vagina. Kondisi ini disebabkan oleh adanya bakteri, jamur, atau virus yang menyerang vagina dengan jumlah yang banyak.

Vaginitis akan menyebabkan urine yang keluar menjadi keruh ketika sel darah putih dan air kecing bercampur menjadi satu.

Seseorang yang terkena vaginitis akan mengalami gejala, seperti:

  • Di sekitar vagina akan merasakan gatal, sakit, dan seperti terbakar
  • Urine yang dikeluarkan berbau busuk
  • Setelah melakukan hubungan intim akan mencium bau seperti ikan yang sudah membusuk
  • Ketika buang air kecil merasakan seperti terbakar.

Kondisi ini harus segera ditangani. Namun, perawatan vaginitis harus sesuai dengan penyebab terkena ini. Untuk mengetahuinya, Mama dapat mengunjungi dan berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pengobatan.

4. Batu ginjal

4. Batu ginjal
Freepik/tutatama

Batu ginjal merupakan suatu endapan keras yang berasal dari mineral dan terbentuk di dalam ginjal. Penyebab dari terkan batu ginjal sangat beragam, yakni terlalu banyak mengonsumsi gula, garam, pola makan tinggi protein, faktor keturunan, obesitas, dan kurang minum.

Penyakit ini dapat menyebabkan seseorang yang terkena batu ginjal akan merasakan sakit saat buang air kecil. Urine yang keruh dapat dikatakan sebuah tanda bahwa Mama mengalami batu ginjal. Untuk memastikanya perlu mengetahui beberapa gejala dari batu ginjal, yaitu:

  • Merasakan sakit di bagian bawah tulang rusuk di sisi maupun di punggung
  • Merasakan sakit juga di perut bagian bawah dan selangkangan
  • Saat buang air kecil akan merasa sakit
  • Urine berbau busuk dan keruh
  • Urine berubah warna menjadi merah muda, merah atau cokelat.

Bagi Mama yang menderita batu ginjal tidak perlu ada pengobatan karena akan sembuh dengan sendirinya. Namun, bisa konsultasi ke dokter untuk bertanya obat pereda rasa sakit, sehingga akan nyaman melakukan aktivitas sehari-hari.

Editors' Picks

5. Gagal ginjal

5. Gagal ginjal
Freepik/user21752068

Gagal ginjal merupakan kondisi dimana ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring zat dari darah dengan baik. Gagal ginjal dapat terjadi saat fungsi dari ginjal berkurang 15% dari normalnya.

Kondisi ini bermula ketika penderita mempunyai penyakit ginjal. Namun, sering kali tidak menyadari bahwa dirinya terkena penyakit ginjal dan baru sadar saat sudah memasuki tahap gagal ginjal.

Ginjal memiliki fungsi yang penting untuk tubuh, yaitu menyaring darah dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Ginjal juga memiliki peran untuk memproduksi urine, namun karena fungsinya berkurang akan merubah warna atau bau dari urine.

Untuk memastikan apakah Mama terkena gagal ginjal atau tidak, sebaiknya mengetahui beberapa gejalanya, yaitu:

  • Urine berubah menjadi keruh
  • Mengalami bengkak di pergelangan kaki
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Merasa lelah di siang hari, namun saat malam hari mengalami sulit tidur
  • Kehilangan nafsu makan
  • Otot berasa kram atau mati rasa
  • Memproduksi sedikit urine
  • Nyeri pada persendian

Urine yang keruh karena mengalami gagal ginjal harus segera ditangani oleh medis. Jika Mama mengalami hal tersebut, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan dan pengobatan.

6. Infeksi menular seksual (IMS)

6. Infeksi menular seksual (IMS)
Freepik

IMS merupakan infeksi yang tertular saat melakukan hubungan intim dengan orang lain. Jenis IMS yang paling umum, yaitu gonore dan klamidia akan menyebabkan urine menjadi keruh.

Sel darah putih akan merespons ke area infeksi pada IMS ini. Sehingga, sel darah putih ini akan bercampur dengan urine dan menyebabkan berubah menjadi keruh.

Bagi perempuan, IMS akan menyebabkan keputihan dan urine yang dikeluarkan akan menjadi keruh.

Mama perlu mengetahui tanda dan gejala dari IMS, yaitu:

  • Ketika buang air kecil merasa seperti terbakar
  • Merasakan adanya lecet atau kutil
  • Nyeri dan gatal genital
  • Pada perempuan akan merasakan nyeri di bagian panggul
  • Selama berhubungan intim akan merasakan sakit

Urine yang keruh akibat IMS harus segera ditangani, yaitu dapat mengonsumsi antibiotik ataupun berkonsultasi ke dokter. Bagi perempuan yang tidak menanganinya dapat mengakibatkan permasalahan pada kesuburan, infeksi panggul, dan komplikasi saat kehamilan.

Pria juga akan merasakan hal yang sama, jika tidak segera ditangani akan menyebabkan infeksi pada prostat dan organ di saluran reproduksi.

7. Diabetes

7. Diabetes
Freepik/spukkato

Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah hingga di atas normal. Hal ini menyebabkan ginjal harus menyaring gula yang ada di dalam tubuh.

Diabetes juga dapat menyebabkan terkena penyakit ginjal. Seseorang yang urinenya berubah menjadi keruh karena penyakit diabetes akan merasakan tanda atau gejala, seperti:

  • Sering merasakan haus
  • Sering buang air kecil
  • Mudah merasa lelah
  • Berat badan menjadi menurun
  • Sering merasakan infeksi

Diabetes dapat ditangani berdasarkan jenisnya. Pada diabetes tipe 1 harus membutuhkan insulin dan risiko terkenanya ginjal akan berkurang jika selalu mengontrol gula darah agar tidak tinggi.

Sedangkan pada diabetes tipe 2 harus ditangani dengan mengonsumsi obat, menjaga pola makan yang sehat, dan mengurangi berat badan.

8. Pola makan yang salah

8. Pola makan salah
Freepik/azerbaijan_stockers

Mengonsumsi susu dalam jumlah yang banyak atau kelebihan dapat menyebabkan urine menjadi keruh. Perlu Mama ketahui bahwa susu mengandung kalsium fosfat, sedangkan ginjal memiliki peran untuk menyaring fosfor di dalam darah. Sehingga kelebihan fosfor dalam tubuh akan berpengaruh pada urine.

Fosfor akan diekskresikan ke dalam urine yang disebut dengan fosfaturia. Untuk itu, forfor yang ada pada urine akan mempengaruhi perubahan urine menjadi keruh.

Jika Mama mengalami urine keruh akibat mengonsumsi terlalu banyak susu secara terus-menerus, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

9. Permasalahan pada prostat

9. Permasalahan prostat
Freepik/dmytrenko.fsk

Masalah di prostat yang disebut prostatitis akan menyebabkan urine berubah menjadi keruh. Prostatitis ini merupakan infeksi pada prostat dan kelenjar yang berada di bawah kandung kemih. Kondisi ini akan dialami oleh laki-laki.

Urine yang keruh akibat prostatitis dapat disebabkan oleh sel darah putih, nanah, ataupun keluarnya sperma. Prostatitis akan memiliki gejala yang perlu diketahui, yaitu:

  • Ketika buang air kecil merasakan sakit
  • Kesulitan saat buang air kecil
  • Ketika di malam hari akan sering buang air kecil
  • Adanya darah pada urine
  • Merasakan sakit di bagian perut, pangkal paha, atau punggung bagian bawah.
  • Alat kelamin merasakan sakit
  • Mengalami gejala seperti flu

Penanganan prostatitis ini harus dilihat dari gejala yang dialaminya. Namun, pada umumnya akan membutuhkan antibiotik untuk mengobatinya.

10. Sedang masa kehamilan

10. Sedang masa kehamilan
Freepik/drobotdean

Ketika masa kehamilan dan urine menjadi keruh dapat disebabkan oleh ISK, IMS, ataupun vaginitis. Gejala yang dialami memang seperti perempuan tidak hamil, namun jika kondisi ini tidak segera ditangani akan berbahaya bagi kehamilan.

Infeksi ini jika tidak diobati dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan kecil, prematur, ataupun infeksi lainnya. Namun, urine yang keruh dapat juga menjadi pertanda terkena preeklampsia ataupun komplikasi berbahaya bagi Mama dan janin selama masa kehamilan.

Jika Mama merasakan urine keruh saat masa kehamilan, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan dengan cepat.

Itulah beberapa penyebab yang dapat membuat urine menjadi keruh. Jika Mama mengalami gejala dari beberapa penyebab di atas, segera konsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.