Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pengalaman Sembuh dari Kanker Serviks Stadium 3, Menuju Kehidupan Baru.jpg
cancer.columbia.edu

Intinya sih...

  • May Leahy didiagnosis kanker serviks stadium 3 pada usia 35 tahun, menghadapi ketakutan dan ketidakpastian, namun tetap berusaha melihat sisi positif.

  • Perawatan intensif di Herbert Irving Comprehensive Cancer Center termasuk kemoterapi, radioterapi, operasi kolorektal, imunoterapi, dan radioterapi tubuh stereotaktik (SBRT).

  • Setelah lebih dari lima tahun sejak diagnosis awal, May tidak lagi menjalani pengobatan selama lebih dari dua tahun dan tetap bebas dari penyakit. Kekuatan mental dan dukungan tim medis sangat penting dalam perjalanan penyembuhan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi Mama, membayangkan menerima kabar bahwa dirinya didiagnosis kanker serviks stadium 3 tentu terasa seperti pukulan berat, hal yang juga dirasakan oleh May Leahy. 

Perjalanan panjang yang harus dilalui dipenuhi ketakutan, ketidakpastian, dan keputusan medis yang tidak mudah. Namun May memilih untuk tetap kuat dan menghadapi setiap tantangan dengan tekad luar biasa. 

Berikut Popmama.com rangkum kisahnya berdasarkan sumber dari laman Columbia University Herbert Irving Comprehensive Cancer Center.

Mengenal Sosok May Leahy

cancer.columbia.edu

May Leahy menerima kabar mengejutkan pada 2018, beberapa bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-35, yaitu ia didiagnosis kanker serviks stadium 3. Bagi May, masa-masa berikutnya adalah perjalanan penuh gejolak dan tantangan terbesar dalam hidupnya

Meski menghadapi ketakutan dan ketidakpastian, May selalu berusaha melihat sisi positif. Ia menceritakan kembali perjuangannya, terkadang meneteskan air mata, namun baginya itu bukan tanda kesedihan

“Saya menangis, bukan karena sedih. Saya menangis karena sukacita dan rasa syukur,” kata May warga asli Brooklyn. 

Sikap ini menjadi pondasi mentalnya untuk melewati setiap tahap pengobatan dan melanjutkan hidup menuju harapan baru.

Perawatan Intensif dan Perjuangan yang Tak Mudah

Freepik

Tim perawatan May berada di Herbert Irving Comprehensive Cancer Center, NewYork-Presbyterian, Columbia University Irving Medical Center, dipimpin ahli onkologi ginekologi Dr. Caryn St. Clair. Awalnya, May menjalani kemoterapi dan radioterapi untuk melawan kanker serviks stadium 3.

Kanker May kambuh pada 2019, sehingga ia harus menjalani kemoterapi tambahan dan operasi kolorektal untuk menangani fistula.

Setahun kemudian, kanker menyebar ke hati. Lesi diangkat, ia menjalani imunoterapi dan radioterapi tubuh stereotaktik (SBRT), metode radiasi tepat sasaran dengan dosis tinggi tapi jumlah perawatan lebih sedikit.

“Perjalanan May bukanlah perjalanan yang mudah. Namun dia tetap kuat dan bertekad. Dia menjadi inspirasi bagi banyak anggota tim perawatan,” kata Dr. St. Clair. 

Harapan Setelah Lima Tahun

Freepik/partystock

Kini, lebih dari lima tahun sejak diagnosis awal, May tidak lagi menjalani pengobatan selama lebih dari dua tahun dan tetap bebas dari penyakit.

Pada pemeriksaan rutin terakhir, jadwal kunjungan tindak lanjutnya berubah dari tiga bulan sekali menjadi enam bulan sekali.

“Luar biasa!,” ucap May lantang setelah mendengar kabar ini. 

May mengingatkan bahwa sejak awal dirinya harus diingatkan bahwa diagnosis kanker bukanlah vonis mati. Bahkan di saat tergelap sekalipun, tantangan dapat dilewati. 

Kekuatan mental harus dijaga dan kata-kata “Saya akan melawan ini” harus diulang pada diri sendiri. Terowongan gelap dapat dilewati hingga akhirnya matahari akan terlihat di ujungnya. 

Langkah Pengobatan May Leahy

Freepik

Perjalanan penyembuhan May dimulai dengan kemoterapi dan radioterapi, dua perawatan utama untuk menyerang sel kanker serviks stadium 3. Perawatan ini dijalani secara intensif untuk menekan kanker sejak awal

Ketika kanker kambuh pada 2019, May menjalani kemoterapi tambahan dan operasi kolorektal untuk menangani fistula yang muncul akibat pengobatan sebelumnya. Langkah ini penting untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap stabil

Setahun kemudian, kanker menyebar ke hati, sehingga May menerima imunoterapi untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan sel kanker. Ia juga menjalani radioterapi tubuh stereotaktik (SBRT), metode radiasi tepat sasaran dengan dosis tinggi namun lebih sedikit perawatan dibanding radioterapi tradisional. 

Selain perawatan medis, May menekankan pentingnya mental yang kuat dan sikap positif. Ia selalu mengingatkan diri sendiri untuk tetap berjuang, menjaga semangat, dan percaya bahwa setiap tantangan bisa dilewati hingga akhirnya ia bebas dari kanker. 

Nah, itulah pengalaman inspiratif May Leahy melawan kanker serviks stadium 3.

Perjalanan panjangnya mengajarkan Mama, bahwa ketekunan, dukungan tim medis, dan mental yang kuat sama pentingnya dengan pengobatan itu sendiri.

FAQ Tentang Kanker Serviks

Hasil pap smear positif artinya apa?

Pertanda kanker serviks.

Tes HPV biayanya berapa?

Mulai Rp800.000

Benarkah 80% orang dewasa terinfeksi HPV?

80 persen perempuan yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV selama hidup mereka.

Editorial Team