Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Penyakit Stroke Kuping Definisi, Gejala, Penyebab, dan Faktornya (5).jpg
Freepik/jcomp

Intinya sih...

  • Definisi Stroke Kuping: penurunan pendengaran mendadak, dikenal sebagai Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSNHL), bukan stroke otak.

  • Gejala Stroke Kuping: hilangnya pendengaran tiba-tiba, telinga terasa penuh, tinnitus, pusing, vertigo, mual.

  • Penyebab dan Faktor Risiko: sebagian besar kasus tidak diketahui penyebabnya, gangguan aliran darah mikro, infeksi virus, obat-obatan ototoksik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah Mama tiba-tiba merasa pendengaran di salah satu telinga menurun secara mendadak, bahkan tanpa rasa sakit? Kondisi ini kerap membuat panik karena muncul begitu saja dan sering disangka hanya telinga kemasukan air atau kelelahan biasa.

Padahal, gangguan tersebut bisa menjadi tanda kondisi yang kerap disebut sebagai stroke kuping. Meski namanya terdengar menyeramkan, kondisi ini bukanlah stroke otak, melainkan gangguan pendengaran mendadak yang perlu mendapat perhatian medis secepat mungkin.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya, berikut Popmama.com rangkum dari Hampton Roads ENT mengenai definisi, gejala, penyebab, dan faktor risiko yang perlu Mama ketahui.

Definisi Penyakit Stroke Kuping

Freepik/cookie_studio

Stroke kuping atau ear stroke merupakan kondisi medis serius yang ditandai dengan penurunan pendengaran secara mendadak. Kondisi ini kerap terjadi tanpa peringatan dan sering disalahartikan sebagai gangguan telinga biasa.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSNHL). Gangguan ini bisa muncul secara mendadak atau berkembang cepat dalam waktu singkat, umumnya dalam kurun waktu kurang dari 72 jam, dan kerap terjadi tanpa tanda peringatan sebelumnya.

Meski disebut stroke, kondisi ini tidak berkaitan langsung dengan stroke otak, melainkan gangguan pada saraf atau aliran darah di telinga bagian dalam. Karena termasuk darurat medis THT, stroke kuping perlu segera ditangani agar peluang pemulihan pendengaran lebih optimal.

Gejala Stroke Kuping yang Perlu Diwaspadai

Freepik/cookie_studio

Gejala utama stroke kuping adalah hilangnya pendengaran secara tiba-tiba, terutama pada satu sisi telinga. Penderita juga sering merasakan telinga terasa penuh, tertekan, atau tersumbat.

Selain itu, kondisi ini kerap disertai tinnitus atau telinga berdenging yang muncul secara terus-menerus dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala lain yang mungkin menyertai antara lain pusing, vertigo, mual, serta gangguan keseimbangan. Kombinasi gejala tersebut sering membuat kondisi ini disalahartikan sebagai gangguan telinga ringan atau kelelahan biasa.

Penyebab Stroke Kuping

Freepik/KamranAydinov

Pada sebagian besar kasus, penyebab stroke kuping tidak dapat dipastikan secara jelas. Secara medis, sekitar 85–90 persen kasus SSNHL bersifat idiopatik, artinya terjadi tanpa penyebab yang diketahui.

Meski demikian, sejumlah faktor diduga berperan, salah satunya adalah gangguan aliran darah mikro ke telinga bagian dalam yang dapat memengaruhi fungsi saraf pendengaran secara mendadak.

Selain itu, infeksi virus, cedera kepala atau telinga, penyakit autoimun, serta efek samping obat-obatan tertentu yang bersifat ototoksik juga disebut dapat memicu terjadinya stroke kuping.

Faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan

Freepik

Beberapa kondisi medis diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke kuping. Penyakit yang memengaruhi pembuluh darah dan sistem saraf menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.

Gangguan autoimun serta riwayat infeksi tertentu juga dapat memicu peradangan pada telinga bagian dalam, sehingga mengganggu fungsi pendengaran secara tiba-tiba.

Selain itu, penggunaan obat-obatan ototoksik, gangguan telinga dalam seperti penyakit Meniere, serta kondisi kesehatan tertentu lainnya juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko stroke kuping.

Nah, itulah penjelasan mengenai stroke kuping yang perlu Mama ketahui. Dengan memahami kondisi ini sejak dini, Mama diharapkan bisa lebih waspada. 

Editorial Team