Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis.jpg
Freepik/jcomp
Intinya sih...
  • Kelemahan otot sejak lahir (kongenital) dapat menyebabkan hernia, terutama pada bayi dan anak-anak.
  • Pekerjaan dengan mengangkat berat, seperti pekerjaan konstruksi, meningkatkan risiko hernia.
  • Obesitas secara signifikan meningkatkan probabilitas hernia dan gejalanya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hernia adalah kondisi medis yang cukup umum terjadi, tetapi sering kali baru disadari ketika muncul benjolan atau rasa nyeri pada area tertentu di tubuh. Meski terlihat sepele, hernia tidak boleh diabaikan karena bisa menimbulkan komplikasi.

Secara medis, hernia terjadi ketika organ atau jaringan dalam tubuh menonjol keluar melalui bagian otot atau jaringan ikat yang melemah. Kelemahan ini bisa terbentuk secara perlahan dan sering kali tidak langsung menimbulkan gejala yang jelas.

Agar lebih waspada, berikut Popmama.com rangkum untuk memahami apa saja penyebab utama hernia. 

1. Kelemahan otot sejak lahir (kongenital)

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis (1).jpg
Freepik/pvproductions

Dilansir dari Cleveland Clinic, Beberapa orang sudah memiliki kelemahan pada dinding otot sejak lahir, kondisi ini dikenal sebagai kelainan kongenital. Celah kecil pada otot atau jaringan ikat memungkinkan organ lebih mudah menonjol keluar.

Biasanya, kondisi ini tidak menimbulkan gejala di awal kehidupan. Namun, seiring bertambahnya usia atau aktivitas fisik yang berat, celah ini bisa berkembang menjadi hernia.

Orang tua perlu waspada terutama pada bayi dan anak-anak. Memantau pertumbuhan benjolan atau perubahan bentuk perut bisa membantu deteksi dini dan penanganan lebih cepat.

2. Pekerjaan dengan mengangkat berat

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis (2).jpg
Freepik

Pekerjaan yang menuntut berdiri lama, mengangkat benda berat, atau melakukan aktivitas fisik berulang rentan memicu hernia. Tekanan yang konsisten pada dinding perut melemahkan otot perlahan-lahan.

Melansir dari laman Very Well Health, orang-orang yang berprofesi dengan pekerjaan yang membutuhkan pengangkatan beban berat, seperti pekerjaan konstruksi atau memindahkan furnitur, memiliki risiko lebih tinggi terkena hernia.

Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan pekerjaan dengan latihan ringan, terutama latihan penguatan otot inti, supaya risiko hernia bisa diminimalkan. 

3. Obesitas

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis (3).jpg
Freepik/jcomp

Menurut penelitian yang dipublikasikan di PubMed, Kelebihan berat badan, terutama obesitas (BMI >30), secara signifikan meningkatkan probabilitas hernia dan gejalanya, karena tekanan intra‑abdomen yang lebih tinggi pada penderita obesitas.

Orang dengan obesitas cenderung mengalami hernia, terutama di area perut dan selangkangan, karena otot perut menanggung beban yang terus-menerus. Tekanan tambahan ini membuat jaringan ikat lebih cepat melemah.

Untuk menurunkan risiko hernia, penting mengatur pola makan sehat dan rutin melakukan olahraga ringan. Latihan penguatan otot inti, seperti plank atau senam perut ringan, dapat membantu menjaga kekuatan dinding perut. 

4. Kehamilan

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis (4).jpg
Freepik/yanalya

Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan fisik signifikan, termasuk peningkatan tekanan intra‑abdomen akibat pertumbuhan janin, yang membuat dinding otot perut meregang dan melemah.

Kehamilan berulang atau memiliki jarak kehamilan yang pendek juga meningkatkan risiko hernia, terutama di pusar atau selangkangan.

Ibu hamil disarankan menjaga berat badan ideal dan melakukan latihan ringan sesuai anjuran dokter. Deteksi dini benjolan atau rasa tidak nyaman penting agar penanganan lebih cepat.

5. Usia dan degenerasi otot

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis (5).jpg
Freepik/Lifestylememory

Seiring bertambahnya usia, otot dan jaringan ikat secara alami melemah. Dinding perut yang sebelumnya kuat menjadi lebih rentan terhadap tekanan dan robekan.

Penelitian menemukan bahwa usia merupakan salah satu faktor risiko yang berkaitan dengan insidensi hernia inguinalis, bahwa orang yang lebih tua memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami hernia dibanding kelompok usia lebih muda.

Sebagai langkah pencegahan, lansia disarankan melakukan aktivitas ringan yang fokus pada penguatan otot inti, seperti senam perut atau jalan cepat, serta menjaga pola makan sehat.

6. Riwayat keluarga atau genetik

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis (6).jpg
Freepik

Beberapa orang memiliki kecenderungan genetik untuk memiliki jaringan otot lebih lemah. sehingga lebih mudah mengalami hernia, bahkan tanpa aktivitas fisik berat, dan risiko ini bisa muncul di selangkangan maupun pusar.

Studi yang berjudul The inheritance of groin hernias: a systematic review, menunjukkan bahwa riwayat keluarga merupakan faktor risiko signifikan. Anggota keluarga yang pernah mengalami hernia memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalaminya juga. 

Bagi yang memiliki riwayat keluarga untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda hernia, seperti benjolan atau rasa tidak nyaman di perut atau selangkangan. Deteksi dini sangat penting agar komplikasi dapat dicegah.

7. Operasi sebelumnya

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis (7).jpg
Freepik/gpointstudio

Bekas operasi di area perut bisa menjadi titik lemah bagi otot dan jaringan ikat. Kondisi ini dikenal sebagai hernia insisional.

Titik bekas luka lebih rentan terhadap tekanan, terutama jika ada aktivitas fisik berat atau peningkatan tekanan di perut. Organ atau jaringan bisa menonjol di lokasi bekas operasi.

Jika pernah menjalani operasi perut, penting memantau area bekas luka. Segera konsultasikan ke dokter bila muncul benjolan, rasa nyeri, atau ketidaknyamanan.

8. Batuk kronis

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis (8).jpg
Freepik/benzoix

Penyakit seperti PPOK, bronkitis kronis, atau batuk berkepanjangan meningkatkan tekanan di rongga perut. Tekanan ini secara perlahan melemahkan otot perut dan memicu hernia.

Batuk yang terjadi setiap hari atau selama berbulan-bulan bisa membuat dinding otot yang semula kuat menjadi rentan. Hernia akibat batuk kronis umumnya muncul di selangkangan atau area perut bawah.

Menurut int.livhospital, saat tekanan di rongga perut meningkat, dinding perut akan meregang, berpotensi memicu hernia. Mekanisme rongga perut menunjukkan bahwa peningkatan tekanan membuat dinding perut melemah dan meregang di bawah tekanan tinggi.

9. Konstipasi kronis

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis (9).jpg
Freepik/jcomp

Sering mengejan saat buang air besar karena konstipasi meningkatkan tekanan di perut. Tekanan berulang ini bisa melemahkan dinding otot dan menimbulkan hernia.

Orang dengan konstipasi kronis biasanya lebih rentan mengalami hernia di area selangkangan atau pusar. Gejalanya bisa muncul perlahan, seperti benjolan yang timbul saat mengejan dan menghilang saat beristirahat.

Mengatur pola makan kaya serat, minum cukup air, dan rutin berolahraga ringan membantu mengurangi risiko hernia akibat konstipasi.

Nah, itulah 9 penyebab hernia yang perlu Mama ketahui.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

9 Penyebab Hernia, Mulai dari Obesitas hingga Batuk Kronis

14 Jan 2026, 16:03 WIBLife