Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Penyebab Jok Mobil Retak, Jarang Disadari

7 Penyebab Jok Mobil Retak, Jarang Disadari
Pexels/Engin Akyurt
Intinya Sih
Gini Kak
  • Paparan sinar matahari berlebihan dan fluktuasi suhu ekstrem membuat material jok kehilangan kelembapan, memudar, serta mudah retak seiring waktu.
  • Kebiasaan jarang membersihkan jok, menaruh barang berat di atasnya, dan memakai cairan pembersih yang salah mempercepat kerusakan permukaan jok.
  • Pemasangan jok yang kurang tepat serta penggunaan bahan berkualitas rendah meningkatkan risiko retakan meski usia pemakaian masih tergolong baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Duduk di kabin mobil kesayangan seharusnya menjadi momen paling nyaman selama perjalanan. Sayangnya, kenyamanan itu bisa berkurang begitu kamu menyadari ada retakan halus yang muncul di permukaan jok, entah itu berbahan kulit asli ataupun sintetis. 

Retakan ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kebiasaan sehari-hari yang mungkin selama ini luput dari perhatian.

Padahal, jok merupakan bagian interior yang paling sering bersentuhan langsung dengan tubuh pengemudi maupun penumpang. Kalau dibiarkan, retakan kecil bisa melebar dan bikin tampilan kabin jadi kurang enak dipandang, bahkan menurunkan nilai jual mobil. 

Nah, supaya kamu bisa mencegah terjadinya keretakan pada jok mobil, berikut Popmama.com mengulas 7 penyebab jok mobil retak. Yuk, simak sampai habis!

1. Paparan sinar matahari yang berlebihan

Paparan sinar matahari yang berlebihan
Pexels/Francesco Ungaro

Salah satu musuh utama jok mobil, terutama yang berbahan kulit, ialah sinar matahari. Mengutip IDN Times, paparan sinar matahari langsung dan kebiasaan parkir yang sembarangan bisa mempercepat retaknya jok mobil karena suhu kabin meningkat drastis dan material kehilangan kelembapannya secara perlahan.

Semakin sering jok mengalami pemuaian akibat panas lalu kembali mendingin saat suhu turun, elastisitasnya pun makin berkurang. Permukaan jok jadi lebih kaku dan mudah muncul retakan halus yang lama-kelamaan melebar. 

Dikutip dari Fibrenew, paparan sinar UV yang berkepanjangan membuat kulit jok memudar, melemah, dan lebih rentan retak. Jadi, membiasakan diri untuk parkir di tempat teduh atau memakai sunshade bisa jadi langkah sederhana yang berdampak besar.

2. Jarang membersihkan jok mobil

Jarang membersihkan jok mobil
Pexels/Khunkorn Laowisit

Kebiasaan malas membersihkan jok ternyata punya andil besar dalam munculnya retakan. Debu, pasir, dan kotoran halus yang menempel setiap hari bergesekan dengan permukaan jok, membuat lapisan pelindungnya aus secara bertahap. Belum lagi noda keringat dan minyak dari pakaian yang menumpuk jika jok jarang dibersihkan.

Dilansir dari Fibrenew, kurangnya perawatan rutin mempercepat proses pengeringan pada material kulit, sehingga jok kehilangan kelenturannya dan lebih mudah retak. 

Untungnya, ini termasuk penyebab yang paling mudah dicegah. Cukup luangkan waktu untuk membersihkan jok secara berkala, dan usia pakainya bisa jauh lebih panjang.

3. Sering meletakkan barang berat di atas jok

Sering meletakkan barang berat di atas jok
Pexels/Matheus Bertelli

Pernah menaruh galon air, kardus belanjaan, atau tas berisi peralatan kerja langsung di jok mobil? Kebiasaan ini sebenarnya cukup berisiko.

Beban berat yang terus menekan permukaan jok membuat busa dan lapisan pelapisnya tertekan dalam waktu lama, sehingga bentuk jok berubah dan muncul lipatan permanen.

Melansir IDN Times, lipatan yang terus-menerus menerima tekanan lama-kelamaan menjadi titik awal munculnya retakan pada material pelapis jok.

Semakin sering kebiasaan ini dilakukan, semakin besar pula risiko kerusakannya. Solusinya sederhana, yakni simpan saja barang bawaan yang berat di bagasi supaya jok tetap terjaga bentuknya.

4. Pemasangan jok yang kurang tepat

Pemasangan jok yang kurang tepat
Pexels/Mike Bird

Bukan hanya soal kebiasaan pemakaian, kualitas pemasangan jok saat produksi juga berpengaruh besar. Kulit jok memiliki sifat elastis dan akan meregang mengikuti gerakan tubuh saat kamu duduk atau bergeser. 

Kalau proses peregangan sebelum pelapisan dilakukan kurang maksimal, kulit tersebut akan meregang melebihi kemampuan lapisan pelindungnya ketika sering digunakan.

Melansir Fibrenew, kondisi ini bisa membuat jok yang bahkan masih terbilang baru tetap berisiko retak akibat tegangan berlebih pada titik-titik tertentu selama proses pemasangan.

Oleh karena itu, memilih bengkel atau produsen yang berpengalaman saat mengganti maupun memperbaiki jok jadi hal yang tidak boleh disepelekan.

5. Fluktuasi suhu

Fluktuasi suhu
Pexels/Görkem Cetinkaya

Perubahan suhu yang drastis, terutama di iklim tropis seperti Indonesia, juga jadi salah satu biang keladi jok mobil retak. Bayangkan saja, kabin mobil bisa terasa sangat panas di siang hari, lalu mendingin cukup cepat saat malam atau ketika AC dinyalakan.

Proses memuai dan menyusut yang berulang inilah yang lama-kelamaan membuat material jok mengalami tekanan berlebih.

Dilansir dari Fibrenew, fluktuasi suhu yang ekstrem dapat menyebabkan kulit memuai dan menyusut, sehingga menimbulkan tekanan pada material yang berujung pada munculnya retakan seiring waktu.

Untuk meminimalkan efek ini, usahakan parkir di tempat yang suhunya lebih stabil, seperti garasi tertutup.

6. Menggunakan cairan pembersih yang kurang sesuai

Menggunakan cairan pembersih yang kurang sesuai
Pexels/Roger Brown

Niat hati ingin membuat jok tetap bersih dan kinclong, sebagian orang justru asal pakai cairan pembersih tanpa memperhatikan kandungannya. Padahal, tidak semua produk pembersih aman digunakan pada material jok, apalagi yang berbahan kulit.

Dikutip dari IDN Times, sebagian produk pembersih mengandung bahan kimia yang terlalu keras sehingga dapat merusak lapisan pelindung pada permukaan jok.

Dampaknya memang tidak langsung terlihat, tetapi kerusakan akan muncul secara bertahap seiring pemakaian. Material yang kehilangan lapisan pelindung menjadi lebih mudah kering dan pecah saat terkena panas. 

Mengutip Fibrenew, penggunaan produk pembersih dan kondisioner yang memang dirancang khusus untuk kulit otomotif agar kelenturannya tetap terjaga.

7. Kulit jok berkualitas rendah

Kulit jok berkualitas rendah
Pexels/Mike Bird

Terakhir, kualitas material jok itu sendiri juga menentukan seberapa tahan lama jok mobil terhadap retakan. Dikutip dari Fibrenew, kulit berkualitas rendah maupun material sintetis tertentu cenderung kurang awet dan lebih mudah retak dibandingkan kulit asli yang berkualitas baik.

Hal ini sering terjadi pada mobil yang menggunakan jok aftermarket dengan harga murah atau material sintetis yang kurang teruji ketahanannya.

Kalau kamu berencana mengganti jok mobil, ada baiknya mempertimbangkan kualitas material sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tampilan yang menarik di awal.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 penyebab jok mobil retak. Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More