Dunia politik Spanyol mencatat sejarah baru lewat sosok Mar Galcerán. Perempuan dengan Down syndrome ini berhasil menduduki kursi di Parlemen Valencia.
Perempuan dengan Down Syndrome Jadi Anggota Parlemen Spanyol

- Mar Galcerán, perempuan dengan Down syndrome, mencetak sejarah dengan meraih kursi di Parlemen Valencia setelah meniti karier politik sejak bergabung dengan Partai Rakyat pada usia 18 tahun.
- Selama lebih dari 20 tahun, Galcerán memperjuangkan hak dan inklusi penyandang disabilitas melalui pekerjaan sebagai pegawai negeri, kebijakan inklusi, serta kepemimpinan di organisasi Asindown.
- Galcerán menghadapi keraguan terhadap kemampuannya, tetapi ingin dikenal atas kapasitasnya dan menjalankan tugas bagi masyarakat Valencia, terutama warga dengan kemampuan berbeda.
Penunjukannya menjadi simbol bahwa keterlibatan penyandang disabilitas dalam ruang publik terus berkembang.
Perjalanan Galcerán tentu bukan sekadar soal jabatan. Selama lebih dari 20 tahun, ia aktif memperjuangkan hak dan inklusi penyandang disabilitas intelektual.
Seperti apa kisahnya? Berikut Popmama.com sajikan fakta menarik perempuan dengan down syndrome jadi anggota parlemen Spanyol. Simak di bawah!
Table of Content
1. Perjalanan politiknya dimulai sejak usia 18 tahun

pexels.com/Tara Winstead Mar Galcerán sudah mengenal dunia politik sejak usia 18 tahun ketika bergabung dengan Partai Rakyat atau People's Party (PP).
Dari sana, ia perlahan membangun karier politik hingga akhirnya dipercaya menjadi salah satu calon anggota parlemen regional Valencia.
Perjalanan panjang tersebut membuahkan hasil ketika Mar berhasil mendapatkan kursi di parlemen setelah pemilu regional Valencia.
2. Lebih dari 20 tahun memperjuangkan hak penyandang disabilitas

unsplash.com/Kane Reinholdtsen Sebelum duduk di parlemen, Mar telah menghabiskan lebih dari dua dekade untuk bekerja dan memperjuangkan hak penyandang disabilitas.
Ia pernah menjadi pegawai negeri di Valencia dan terlibat dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan inklusi.
Mar juga sempat memimpin Asindown, organisasi yang memberikan pendampingan kepada keluarga dengan anak penyandang down syndrome.
"Ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Masyarakat mulai menyadari bahwa penyandang sindrom Down punya banyak hal yang bisa mereka berikan. Meski begitu, perjalanan menuju kesetaraan masih sangat panjang," ujar Mar, dikutip dari The Guardian, Senin(10/8/2026).
Pengalaman tersebut membuat kiprahnya di parlemen tidak hanya berbekal pengalaman politik, tetapi juga pemahaman langsung mengenai isu yang diperjuangkannya.
3. Ingin dikenal karena kemampuan, bukan kondisi

x.com/Latvian MFA Di tengah dukungan yang datang, Mar tentu harus menghadapi komentar negatif dari sejumlah orang yang meragukan kemampuannya menjalankan tugas sebagai politikus.
Alih-alih mundur, Mar menjadikan hal tersebut sebagai dorongan untuk membuktikan kemampuannya.
Ia ingin masyarakat melihat dirinya sebagai individu yang punya kapasitas dan kesempatan untuk berkontribusi, bukan hanya berdasarkan kondisi disabilitas yang dimilikinya.
"Saya ingin belajar menjalankan tugas ini dengan baik untuk masyarakat Valencia, terutama bagi kami yang memiliki kemampuan yang berbeda. Saya ingin orang melihat saya sebagai seorang manusia, bukan hanya dari disabilitas yang saya miliki," katanya.
Nah, itu dia informasi tentang perempuan dengan down syndrome jadi anggota parlemen Spanyol. Pencapaiannya menunjukkan peluang politik bagi penyandang disabilitas intelektual semakin terbuka.





















