gambar pasien penyakit ginjal (freepik.com/lifestylememory)
Kini, perawatan tidak lagi menggunakan pendekatan one-size-fits-all (satu metode untuk semua pasien).
Sebaliknya, penanganan medis semakin disesuaikan dengan kondisi spesifik masing-masing pasien, dan khusus pada kasus kanker, pengobatan juga diarahkan berdasarkan profil genetik dari tumor tersebut.
● Penanganan Batu Ginjal & Penyakit Ginjal Kronis (CKD): Mengedepankan prosedur invasif minimal, seperti Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) untuk mengatasi batu ginjal, yang dipadukan dengan manajemen medis terpadu guna memperlambat perburukan penyakit ginjal kronis (CKD).
● Perawatan Gagal Ginjal & Transplantasi: Layanan dialisis (cuci darah) mutakhir serta program Transplantasi Ginjal komprehensif, yang didukung oleh edukasi keamanan pangan (food safety) dan manajemen diet ketat pasca-operasi.
● Pengobatan Presisi untuk Kanker: Penerapan Terapi Target (Targeted Therapy) dan Imunoterapi yang dirancang khusus berdasarkan profil DNA tumor pasien. Metode ini dapat dikombinasikan dengan operasi bedah robotik (nephron-sparing surgery) yang mampu mengangkat kanker sekaligus mempertahankan fungsi jaringan ginjal yang masih sehat.
Pendekatan kami terhadap penyakit ginjal mencakup seluruh spektrum kondisi organ tersebut, tidak hanya terpaku pada satu diagnosis saja. Kami menyadari bahwa spektrum gangguan ginjal membutuhkan penanganan yang sangat terintegrasi, di mana screening awal memegang peran yang krusial," ujar Dr. Lye Wai Choong selaku Dokter Spesialis Nefrologi di Mount Elizabeth Hospital.
Itulah dia rangkuman seputar pilihan penanganan penyakit ginjal bagi pasien Indonesia. Semoga bermanfaat ya!