Gelombang Air Laut Meluap Hingga Jalan Raya, Warga Manado Panik

Gelombang besar ini kemungkinan masih bisa terjadi hingga Februari 2021 mendatang

18 Januari 2021

Gelombang Air Laut Meluap Hingga Jalan Raya, Warga Manado Panik
Pexels/earano

Minggu (17/1/2021) sore banjir rob menerjang kawasan pesisir kota Manado. Terjangan air laut tersebut bahkan disebutkan sampai masuk hingga pusat perbelanjaan di sana.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap jika salah satu penyebab gelombang yang terjadi di sepanjang Pantai Manado karena adanya pengaruh angin kencang.

Bagaimana sejumlah fakta soal gelombang besar di Manado ini? Berikut Popmama.com rangum informasinya.

Editors' Picks

1. Air rob hampir mirip peristiwa tsunami

Gelombang besar yang terjadi di Manado tersebut disebut warga mirip dengan peristiwa tsunami. Karena gelombang laut besar langsung mengahantam bangunan dan jalan pinggir pantai seperti video viral yang banyak beredar.

Kejadian gelombang tinggi yang naik hingga ke permukaan (banjir rob) ini rupanya terjadi di Manado Town Square (Mantos) dan sekitarnya dipengaruhi kecepatan angin yang kencang.

2. Angin kencang jadi penyebabnya

2. Angin kencang jadi penyebabnya
Pexels/Genaro Servín

Data dari BMKG menyebut kondisi angin pada Minggu (17/1/2021) kemarin memang pada puncaknya berkisar 15-30 knot atau 30-60 kilometer/jam.

Ternyata, peristiwa pasang air laut ini tak hanya terjadi Mantos saja. Diberitakan pula jika air rob sampai menghantam permukaan di wilayah pesisir pantai Manado, Sulawesi Uatara tepatnya di kawasan Boulevard pada hari yang sama. 

3. Gelombang pasang kemungkinan akan mereda pada bulan Maret

3. Gelombang pasang kemungkinan akan mereda bulan Maret
freepik/wirestock

Dikutip dari Youtube BMKG Maritim Bitung menjelaskan jika beberapa hari terakhir wilayah Sulawesi Utara dilanda cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana hidrometalurgi di beberapa wilayah diantaranya hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi dan itu akibat pengaruh fenomnena cuada saat ini.

"Kondisi lamina masih kuat. Ada juga pengaruh dari pertemuan massa udara di sekitar laut Sulawesi sehingga memicu laut Sulawesi termasuk terdampak di pesisir laut Sulawesi Utara, khususnya di Mando gelombangnya tinggi. Puncaknya adalah Minggu (17/1/2021) tapi besok gelombangnya akan berangsur mereda sehingga tidak perlu dikhawatirkan," jelas Youtube BMKG Maritim Bitung.

Dikutip dari berbagai sumber, Esti Kristanti selaku prakirawan BMKG Sulawesi Selatan menyebut jika pada bulan Maret 2021 nanti pengaruh cuaca ekstrem dan gelombang air laut yang naik ini akan berkurang.

Itulah tadi informasi mengenai gelombang besar Manado yang terjadi kemarin, Minggu (17/1/2021). Semoga keadaan cuaca ekstrem di Indonesia segera mereda ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.