Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
15 Rekomendasi Buku Parenting dan Keluarga, Wajib Dibaca Orang Tua
freepik.com/pvproductions
  • Artikel Popmama.com menghadirkan 15 rekomendasi buku parenting dan keluarga yang relevan untuk menghadapi tantangan pola asuh di era digital.
  • Setiap buku menawarkan sudut pandang berbeda, mulai dari pengelolaan emosi, komunikasi efektif, hingga membangun kemandirian anak dalam lingkungan modern.
  • Tujuan utama daftar ini adalah membantu orangtua memahami peran mereka secara lebih bijak agar hubungan keluarga tetap hangat dan seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Anak sering disebut sebagai cerminan orangtua karena mereka belajar dari apa yang dilihat setiap hari. Namun di era digital, pola asuh tidak lagi hanya soal interaksi langsung.

Mama juga perlu menghadapi tantangan seperti screen time, media sosial, hingga perkembangan teknologi yang cepat.

Anak masa kini tumbuh di lingkungan yang berbeda sehingga membutuhkan pola asuh yang lebih adaptif. Salah satu cara mempersiapkannya adalah dengan memahami parenting dari sumber yang tepercaya.

Berikut Popmama.com sajikan 15 rekomendasi buku parenting dan keluarga yang bisa jadi panduan praktis untuk Mama. Simak di bawah, yuk!

1. Love Your Kids Without Losing Yourself

amazon.com

Pertama, Buku Love Your Kids Without Losing Yourself karya Dr. Morgan Cutlip ini layak jadi bacaan untuk Mama yang sering merasa bersalah dalam menjalani peran sebagai ibu. Perasaan tersebut memang umum terjadi, tapi penting untuk tidak sampai membuat Mama melupakan diri sendiri.

Melalui buku ini, Mama diajak untuk tetap menghargai diri sebagai individu yang punya mimpi, passion, dan tujuan hidup. Karena menjadi ibu bukan berarti harus mengorbankan semuanya, justru dengan merasa utuh, Mama bisa hadir lebih baik untuk keluarga.

2. Regretting You

floweringpages.com

Untuk Mama yang memiliki anak remaja, buku Regretting You karya Colleen Hoover ini bisa jadi pilihan yang relate dan menyentuh. 

Kisahnya mengikuti hubungan ibu dan anak, Morgan dan Clara, yang harus menghadapi kehilangan besar sekaligus konflik emosional yang tak mudah.

Lewat cerita yang dekat dengan realita, buku ini menggambarkan bagaimana duka bisa mengubah hubungan jadi lebih rumit, tapi juga membuka jalan untuk saling memahami.

Buku ini cocok dibaca sebagai refleksi bahwa di balik perbedaan, hubungan Mama dan anak tetap bisa tumbuh lebih kuat seiring waktu.

3. Educated

kelimuttu.co

Buku Educated karya Tara Westover ini sangat direkomendasikan untuk Mama yang ingin memahami pentingnya peran keluarga dalam tumbuh kembang anak. 

Lewat kisah nyata, Mama diajak melihat bagaimana lingkungan yang tidak sehat bisa berdampak besar pada kehidupan seorang anak. Meski ceritanya cukup berat, Educated memberikan perspektif kuat tentang bagaimana pendidikan bisa menjadi jalan keluar dari masa lalu yang sulit.

4. The Last Act of Love

amysbookshelf.co.uk

Kalau Mama sedang berada di fase merawat anggota keluarga, buku ini bisa jadi bacaan yang terasa dekat sekaligus menenangkan. Cathy Rentzenbrink menuliskan kisah tentang kehilangan dan proses menerima dengan cara yang jujur, tanpa berlebihan.

Meski emosional, The Last Act of Love justru menghadirkan sudut pandang yang hangat tentang arti empati dalam keluarga. Dari sini, Mama bisa melihat bahwa di balik situasi sulit, selalu ada ruang untuk memahami, menguatkan, dan tetap saling mencintai.

5. The Self-Driven Child

penguinrandomhouse.com

Buku ini cocok untuk Mama yang ingin mengurangi pola asuh serba mengontrol. William Stixrud dan Ned Johnson menjelaskan bahwa anak justru berkembang lebih baik saat diberi kepercayaan untuk mengatur hidupnya sendiri.

Di dalam The Self-Driven Child, Mama akan menemukan cara membangun kemandirian, rasa tangguh, dan motivasi dari dalam diri anak.

6. Little Fires Everywhere

pexels.com/ANTONI SHKRABA

Buat Mama yang sedang menghadapi dinamika anak remaja, novel ini bisa jadi bacaan yang membuka perspektif. Karya Celeste Ng ini juga makin populer setelah diadaptasi menjadi series yang dibintangi Reese Witherspoon dan Kerry Washington.

Lewat kisah Mia Warren dan anaknya, Little Fires Everywhere mengangkat berbagai isu yang dekat dengan kehidupan remaja dan keluarga, mulai dari konflik sosial, pertemanan, hingga pilihan hidup yang kompleks.

Ceritanya relatable dan bisa membantu Mama memahami sudut pandang anak di usia yang sedang mencari jati diri.

7. The Book You Wish Your Parents Had Read

pexels.com/Andrea Piacquadio

Selanjutnya, ada buku karya Philippa Perry yang banyak direkomendasikan untuk Mama yang ingin membangun hubungan lebih sehat dengan anak.

Buku ini mengajak Mama melihat kembali pola asuh yang pernah diterima, lalu memahami dampaknya pada cara kita mengasuh sekarang. Lewat The Book You Wish Your Parents Had Read, Mama akan diajak lebih peka terhadap emosi anak dan belajar merespons tanpa menghakimi.

Buku ini membantu Mama jadi figur yang lebih stabil secara emosional sekaligus memperkuat kedekatan dengan anak.

8. How to Stop Losing Your Sh*t with Your Kids

books.apple.com

Buat Mama yang sering merasa kewalahan saat menghadapi emosi anak, buku dari Carla Naumburg ini bisa jadi bacaan yang relatable.

Fokusnya bukan cuma soal menghindari marah, tapi bagaimana mengelola situasi setelah konflik terjadi. Menariknya, How to Stop Losing Your Sh*t with Your Kids membahas langkah penting setelah marah, yaitu cara memperbaiki komunikasi dengan anak. 

Mama akan diajak memahami bagaimana menjelaskan situasi dengan tepat, supaya anak tidak hanya merasa disalahkan, tapi juga belajar memahami emosi dan kejadian yang sebenarnya.

9. How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk

books.apple.com

Meski pertama kali terbit lama, buku karya Adele Faber dan Elaine Mazlish ini masih sangat relevan untuk Mama saat ini. Buku ini mengingatkan kita bahwa komunikasi dalam keluarga bukan soal siapa yang paling benar, tapi bagaimana bisa saling mendengar.

Lewat How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk, Mama dan Papa diajak membangun komunikasi dua arah yang lebih sehat dengan anak. 

Memang tidak mudah, apalagi saat emosi sedang naik, tapi buku ini membantu melatih cara merespons dengan lebih tenang agar hubungan dengan anak tetap terjaga.

10. Calmer, Easier, Happier Parenting

penguinrandomhouse.com

Selanjutnya, buku karya Noël Janis-Norton ini cocok untuk Mama yang ingin menjalani parenting dengan lebih tenang dan minim drama.

Pendekatannya praktis, membantu Mama memahami cara berkomunikasi agar anak lebih mau mendengarkan tanpa harus terus-menerus diingatkan.

Lewat Calmer, Easier, Happier Parenting, Mama akan menemukan strategi sederhana yang bisa langsung diterapkan di rumah. Hasilnya tak hanya membuat anak jadi lebih kooperatif, tapi juga lebih percaya diri, mandiri, dan peduli.

11. Happy Little Soul

pexels.com/Andrea Piacquadio

Kalau Mama lebih suka buku parenting dengan gaya storytelling, buku karya Retno Hening ini bisa jadi pilihan yang ringan tapi bermakna. 

Disajikan seperti cerita, Mama diajak mengikuti perjalanan seorang ibu dalam membesarkan anaknya dari masa kehamilan hingga tumbuh kembang si Kecil.

Menariknya, Happy Little Soul tidak terasa seperti buku “teoritis”. Di dalamnya, Mama tetap bisa menemukan banyak insight tentang cara berkomunikasi dengan anak, membangun kedekatan, hingga menjaga kekompakan dalam keluarga.

12. Parenting 4.0: Mendidik Di Era Digital

Gramedia.com

Untuk Mama yang sedang membesarkan anak di era serba digital, buku ini bisa jadi panduan yang relevan. 

Parenting 4.0: Mendidik Di Era Digital membahas cara mengasuh anak yang akrab dengan teknologi, tanpa melupakan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

Isinya tidak hanya teori, tapi juga menyoroti peran penting orangtua dalam mengarahkan potensi anak agar berkembang optimal.

Buku ini cocok untuk Mama yang ingin tetap “nyambung” dengan dunia anak, sekaligus membimbing mereka dengan lebih bijak.

13. Rumah Main Anak

carousell.com

Buku ini pas untuk Mama yang ingin tetap aktif terlibat dalam tumbuh kembang anak, terutama di usia prasekolah. Rumah Main Anak mengajak orangtua menciptakan momen belajar yang seru langsung dari rumah.

Dilengkapi berbagai ide permainan dan aktivitas, buku ini membantu menstimulasi kemampuan anak, mulai dari mengenal huruf, angka, hingga eksplorasi kreatif lewat seni dan sains. Jadi, belajar terasa lebih menyenangkan sekaligus mempererat bonding dengan si Kecil.

14. The Book You Wish Your Parents Had Read

pexels.com/cottonbro

Selanjutnya, ada buku The Book You Wish Your Parents Had Read. Buku ini layak masuk daftar bacaan Mama yang ingin memperbaiki kualitas hubungan dengan anak. 

Lewat pendekatan reflektif, Philippa Perry mengajak orangtua melihat kembali pola asuh yang pernah diterima, lalu memahami dampaknya pada cara kita mengasuh saat ini.

Uniknya, buku ini tidak hanya fokus pada anak, tapi juga pada kemampuan orangtua mengelola emosi. Dengan begitu, hubungan yang dibangun jadi lebih sehat, hangat, dan minim konflik.

15. What to Expect the First Year 

amazon.com

Terakhir, ada buku yang cocok untuk Mama yang ingin lebih siap menjalani tahun pertama bersama si Kecil. Buku ini juga sempat direkomendasikan oleh Nikita Willy sebagai salah satu bacaan parenting.

Ditulis oleh Heidi Murkoff, What to Expect the First Year berisi panduan praktis dengan bahasa yang mudah dipahami. Isinya membantu Mama memahami setiap tahap perkembangan bayi.

Jadi, itulah dia 15 rekomendasi buku parenting dan keluarga yang bisa Mama jadikan referensi. Setiap buku menawarkan sudut pandang berbeda, tapi punya tujuan yang sama: membantu orangtua memahami dan mendampingi anak dengan lebih baik.

Semoga membantu, Ma!

FAQ Tentang Buku Parenting

1. Apakah buku parenting harus dibaca secara berurutan?

Tidak perlu. Mama dan Papa bisa langsung memilih buku sesuai kebutuhan atau fase tumbuh kembang anak.

2. Kapan waktu terbaik untuk mulai membaca buku parenting?

Sebenarnya bisa kapan saja, bahkan sebelum anak lahir agar orangtua lebih siap secara mental dan emosional.

3. Apakah buku parenting bisa menggantikan konsultasi ke ahli?

Tidak. Buku parenting berfungsi sebagai panduan tambahan, bukan pengganti saran dari psikolog atau dokter anak.

Editorial Team