Review Film Sebelum Dijemput Nenek, Membahas Mitos Angka Keramat 666

- Film Sebelum Dijemput Nenek menghadirkan kisah keluarga dengan konflik ringan namun pesan tersirat yang kuat.
- Synopsis film ini berkisah tentang teror mistis yang dialami sebuah keluarga setelah kunjungan seorang nenek.
- Konflik film makin memuncak saat sosok nenek misterius mulai menunjukkan gelagat yang menyeramkan, dan karakter-karakter unik mencoba membantu.
Film Sebelum Dijemput Nenek menghadirkan kisah keluarga yang terasa dekat dengan keseharian banyak orang. Film yang hangat dibaluri dengan konflik ringan namun tetap tercipta pesan yang tersirat.
Di balik balutan komedi horor, film produksi RAPI Films ini justru bertumpu pada relasi sederhana antara nenek dan cucunya tentang harapan, dorongan untuk sukses, dan jarak emosional yang perlahan tumbuh tanpa disadari.
Sosok nenek dalam film ini digambarkan sebagai figur yang penuh perhatian dan punya niat baik. Sejak lama, ia ingin melihat cucunya berhasil dan hidup lebih baik.
Namun, keinginan tersebut disampaikan dengan cara yang terus-menerus, hingga tanpa sadar berubah menjadi tekanan bagi sang cucu.
Bukan amarah atau pertengkaran besar yang muncul, melainkan rasa lelah dan tertekan yang menumpuk diam-diam. Rasa tertekan dan amarah inilah yang membuat film ini terasa begitu hidup.
Menariknya, konflik keluarga ini tidak disajikan secara dramatis atau berlebihan. Cerita berkembang lewat momen-momen kecil yang sering dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari.
Percakapan singkat, kebiasaan yang berulang, hingga sikap yang dianggap wajar justru menjadi pemicu renggangnya hubungan antara nenek dan cucu.
Lantas, bagaimana teror dari sang nenek terhadap kedua cucunya ini? Nah, daripada Mama dan Papa penasaran, Popmama.com telah merangkum review film Sebelum Dijemput Nenek.
Table of Content
Synopsis Film Sebelum Dijemput Nenek
Sebelum Dijemput Nenek berkisah tentang dua saudara kembar, Hestu dan Akbar, yang memiliki hubungan dan kepribadian bertolak belakang. Film ini mengangkat kisah teror mistis yang dialami sebuah keluarga setelah kunjungan seorang nenek.
Hestu dikenal pendiam dan memendam banyak tekanan, sementara Akbar tumbuh menjadi sosok lugu yang lebih dekat dengan sang nenek.
Sejak lama, sang nenek memiliki satu keinginan besar yakni melihat cucunya sukses. Dorongan itu terus diberikan dengan caranya sendiri dengan penuh perhatian, tetapi tanpa disadari terasa memaksa.
Bagi sang cucu, harapan yang terus dibebankan justru berubah menjadi tekanan, menimbulkan jarak emosional dalam hubungan keluarga mereka.
Kehangatan pertemuan tersebut berubah menjadi mimpi buruk selama tujuh hari karena sang nenek ternyata membawa pesan dari "alam lain".
Di balik unsur horornya, film ini menonjolkan konflik dan dinamika hubungan keluarga yang dibalut dengan komedi segar.
Situasi semakin rumit ketika rangkaian kejadian aneh dan mencekam mulai muncul. Sosok nenek yang seharusnya identik dengan kehangatan keluarga kini hadir dalam nuansa horor yang tak terduga.
Teror demi teror hadir, dibalut dengan humor situasional yang muncul dari benturan karakter dan dinamika keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
| Producer | Sunil G. Samtani, Gope T. Samtani dan Priya NK |
| Writer | Fajar Martha Santosa dan Sandi Paputungan |
| Age Rating | 13+ |
| Genre | Horor-Komedi |
| Duration | 103 Minutes |
| Release Date | 22 Januari 2026 |
| Theme | Horor, Komedi, Drama Keluarga |
| Production House | RAPI Films |
| Where to Watch | Bioskop |
| Cast | Angga Yunanda, Nopek Novian, Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Wavi Zihan, Sri Isworowari, Eri Pras, Tante Ernie |
Trailer
Cuplikan Scene di Film Sebelum Dijemput Nenek
1. Duet maut Angga Yunanda & Dodit Mulyanto: transformasi jadi saudara kembar yang kontras

Cerita film ini dibuka dengan perkenalan dua saudara kembar yang karakternya bertolak belakang banget, diperankan oleh Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto.
Meski wajah dan pembawaan mereka beda jauh (Angga yang kalem dan Dodit yang kocak), mereka dipaksa satu atap saat sebuah kejadian janggal mulai terjadi di rumah.
Angga yang berusaha logis harus selalu berdebat dengan Dodit yang punya reaksi absurd tiap kali ada penampakan.
Dinamika "kembar kontras" inilah yang jadi pengantar kita masuk ke dalam misteri, di mana mereka dipaksa kompak meskipun sering nggak nyambung.
Interaksi mereka yang natural tapi penuh cekcok kecil khas saudara ini dijamin bakal bikin penonton terhibur sekaligus penasaran.
Mereka berdua sukses membangun chemistry yang bikin kita percaya kalau mereka memang kakak-adik yang saling peduli. Ketegangan di awal film terasa lebih ringan berkat tingkah laku Dodit yang pas banget menyeimbangkan suasana.
2. Mitos angka Keramat 666 versi lokal: teror Sabtu Wage yang menjemput nyawa

Konflik film makin memuncak saat sosok nenek misterius mulai menunjukkan gelagat yang menyeramkan. Ternyata, keluarga ini sedang diincar oleh sebuah kutukan kuno yang berkaitan dengan angka keramat 666.
Alur film pun berubah jadi perlombaan melawan waktu karena teror si nenek punya jadwal yang sangat spesifik: nyawa mereka bakal dijemput tepat pada hari Sabtu Wage, bulan 6, tanggal 6, jam 6 sore.
Suasana rumah yang awalnya tenang berubah jadi mencekam karena setiap detik yang berdetak di jam dinding terasa seperti langkah kaki si nenek yang makin dekat untuk menjemput nyawa mereka.
Mitos lokal yang dicampur dengan angka universal ini sukses bikin jantung penonton berdebar kencang. Setiap adegan terasa intens, membuat kita ikut merasakan kepanikan para tokoh yang dikejar waktu.
Horor di film ini bukan cuma soal kaget-kagetan, tapi lebih ke teror psikologis karena ada hitung-hitungan yang jelas.
3. Totalitas komika di layar lebar, dari riset dukun Nopek Novian hingga tantangan bahasa Oki Rengga

Di tengah keputusasaan menghadapi kutukan tersebut, muncullah karakter-karakter unik yang mencoba membantu. Salah satunya adalah Ki Mangun (Nopek Novian), seorang dukun eksentrik yang dihadirkan untuk memutus kutukan si nenek.
Nopek tampil sangat totalitas; pembawaannya sebagai dukun beneran kerasa mistis tapi tetep bikin kita ketawa. Nggak ketinggalan, ada juga karakter yang diperankan Oki Rengga yang ikut terseret dalam kekacauan ini.
Yang bikin salut, Oki yang biasanya kental dengan logat Medan, di sini harus berjuang keras pakai bahasa Jawa demi menyesuaikan diri dengan latar mistis Sabtu Wage tersebut.
Kehadiran para komika ini bikin alur ceritanya makin kaya dan nggak ngebosenin. Mereka membuktikan kalau bisa memberikan kualitas akting serius di luar panggung stand-up.
Totalitas Nopek dan Oki ini jadi bumbu penyedap yang bikin film horor-komedi ini jadi paket lengkap yang seru banget buat ditonton.
Nah, itulah review film Sebelum Dijemput Nenek jadi tontonan yang wajib banget masuk ke watchlist kamu di awal tahun ini.
Perpaduan antara horor yang mencekam dengan komedi segar dari duet Angga dan Dodit rasanya bakal memberikan pengalaman nonton yang beda dari biasanya.
Apalagi dengan balutan mitos lokal yang kuat, film ini nggak cuma sekadar nakutin, tapi juga bikin kita kepikiran sama setiap detil ceritanya.
Kira-kira, mampukah mereka berdua selamat dari jemputan sang nenek sebelum waktu "keramat" itu tiba?
Daripada makin penasaran, mending kamu siapkan mental dan ajak teman-teman atau keluarga buat nonton bareng biar takutnya nggak sendirian.
Jangan sampai kelewatan ya, pastikan kamu jadi saksi teror dan kelucuannya langsung di bioskop kesayanganmu mulai tanggal 22 Januari 2026. Selamat menonton!


















