Review Film Siti Si Vampir, Fantasi-Komedi Satir dari Vampir Bekasi

Film Siti Si Vampir menggabungkan horor, fantasi, dan komedi satir lewat kehidupan Siti di rusun Bekasi, dengan sorotan pada ketimpangan antara warga miskin dan vampir elit.
Setelah berubah menjadi vampir, Siti tergoda kehidupan mewah tetapi harus mempertimbangkan pengorbanan besar, termasuk meninggalkan ayah, sahabat, dan tetangga di rusun.
Siti menolak misi Ratu Vampir berkat dukungan keluarga dan persahabatan; film dinilai menghibur, meski proyek vampir serta klimaks konflik utamanya kurang mendalam.
Pernah membayangkan apa jadinya jika vampir ternyata ada di Indonesia? Bukannya seram seperti vampir Italia, mungkin Mama akan tertawa melihat vampir yang punya gaya bicara khas warga Bekasi!
Cerita horor dengan balutan komedi satir di film Siti Si Vampir (2026) tak hanya bikin ngakak, tapi juga relate dengan kondisi in this economy. Tak melulu menegangkan, film ini juga memperlihatkan bagaimana kuatnya rasa kekeluargaan, sekalipun telah dibatasi kehausan akan darah.
Film yang terinspirasi dari serial Singapura, Siti Vampire (2021) ini merupakan garapan Rahabi Mandra, dibintangi oleh Satine Zaneta, Ciccio Manassero, Ajil Ditto, Nugie, Kimberly Rider, dan Shania Gracia.
Penasaran bagaimana ceritanya? Simak review film Siti Si Vampir, fantasi-komedi satir dari vampir Bekasi yang telah Popmama.com ulas berikut ini!
Table of Content
Sinopsis Siti Si Vampir (2026)
Film Siti Si Vampir jadi pilihan tontonan yang menyegarkan pikiran di tengah kondisi terkini yang mungkin cukup membuat stres. Bercerita tentang Siti (Satine Zaneta), gadis yang sehari-hari membantu Bapaknya (Nugie) mengantar galon air dari pintu ke pintu di sebuah rusun kumuh.
Hidup dalam keterbatasan membuat Siti sering menonton konten-konten influencer yang hidup gemerlap. Ia bahkan mengidolakan Stella (Shania Gracia), influencer yang kerap membuat konten tukar nasib.
Di satu sisi, Ratu Vampir (Kimberly Rider) menugaskan kaum nya untuk merekrut vampir baru yang berpengaruh. Stella akhirnya diincar, diharapkan dapat memudahkan urusan mereka dengan koneksinya.
Stella akhirnya menjadi target vampir, tetapi Nakkula justru menggigit Siti yang saat itu terlibat dalam konten tukar nasib Stella. Karena konten tersebut, pakaian yang mereka kenakan juga sengaja ditukar, sehingga Siti menjadi korban salah gigit.
Konflik pun dimulai ketika Siti harus memilih antara meninggalkan keluarga dan bergabung ke klan vampir, atau memilih hidup di rusun dengan keterbatasan fisiknya yang tidak tahan panas matahari dan haus akan darah manusia.
Di satu sisi, Dudi (Ajil Ditto), sahabat Siti yang setia akhirnya dilema harus menahan Siti yang kini tak lagi seperti dulu, atau melepas sahabatnya ke dunia yang berbeda.
Siti Si Vampir20263/5Directed by Rahabi MandraProducer Celerina Judisari, Kenny Png
Writer Rahabi Mandra
Age Rating 13+
Genre Komedi, Drama, Fantasi, Horror
Duration 104 Minutes
Release Date 22-10-2026
Theme vampire, satire, remake, female protagonist, apartment complex, flats, based on tv series, vampire horror, joke, quirky
Production House Viddsee, Bahagia Tanpa Drama, AZ Films, Spectrum Film, PK Films
Where to Watch Bioskop
Cast Satine Zaneta, Ciccio Manassero, Ajil Ditto, Nugie, Kimberly Ryder
Trailer Film Siti Si Vampir (2026)
Still Cuts Film Siti Si Vampir (2026)
1. Penuh komedi satir dari kerasnya kehidupan Siti

Still cuts film Siti Si Vampir (Youtube.com/CINEMA 21) Selama menonton film Siti Si Vampir (2026) penonton akan diajak tertawa dengan berbagai jokes atau komedi yang datang dari kerasnya kehidupan Siti di rusun kumuh yang penuh keterbatasan.
Dengan gaya bicara khas warga Bekasi dari Siti, ada banyak banyolan lucu yang dilontarkan sepanjang film. Dudi yang kerap mengobrol berdua dengan Siti pun tak kalah lucu dengan celetukannya.
Berbagai candaan dalam film ini memang diambil dari latar belakang Siti yang menjadi bagian dari akar rumput atau grass root. Film ini juga memperlihatkan bagaimana ketimpangan hidup masyarakat miskin di rusun Siti dan kaya yang diperlihatkan oleh klan vampir elit.
Banyolan Satine Zaneta dengan Ajl Ditto sepanjang film memang cukup menghibur, dialog dengan logat bicara ala warga Bekasi yang mereka gunakan juga cukup mengalir dan tidak terkesan kaku, masalah ketimpangan sosial yang mereka alami juga tak ketinggalan diperlihatkan.
2. Relate dengan kehidupan yang penuh pilihan dan pengorbanan

Still cuts film Siti Si Vampir (www.imdb.com) Setiap insan pasti sering menghadapi pilihan hidup yang harus mengorbankan banyak hal. Begitu juga yang dialami Siti setelah dirinya berubah menjadi vampir.
Setelah diperlihatkan kehidupan vampir yang tinggal di mansion mewah, Siti pun terlena dan goyah karena ingin merasakan hidup tanpa dibayang-bayang kemiskinan seperti saat tinggal di rusun.
Namun, memilih menjadi vampir berarti harus meninggalkan kehidupan sebelumnya, termasuk meninggalkan Bapak, sahabat, dan tetangganya di rusun yang ia temui setiap hari.
Ia juga harus membiarkan Bapaknya yang sudah tua dan tidak fit mengangkat galon ke setiap pintu rusun, belum lagi jika didatangi penagih hutang yang kasar.
Kira-kira jalan apa yang akan Siti pilih? Bagaimana jika Mama dihadapkan dengan pilihan yang sama dengan Siti?
Satir dalam film ini tak hanya dalam bentuk komedi, tetapi juga dari kehidupan antara kaum miskin kota dan segelintir kelompok elit yang begitu timpang.
3. Keberanian datang dari eratnya kekeluargaan dan persahabatan

Still cuts film Siti Si Vampir (Dok. PK Films) Siti yang baru saja menjadi vampir harus melawan perintah dari Ratu Vampir yang memiliki proyek besar untuk kelangsungan hidup kaum vampir elit. Keberanian Siti untuk menolak misi besar tersebut muncul karena eratnya kekeluargaan dan persahabatannya.
Di satu sisi Nakkula yang mulai mengagumi Siti juga bingung harus berpihak ke Siti atau Ratu Vampir yang merupakan Mama kandung Nakkula. Kesamaan visi mulai terlihat saat keduanya sama-sama membangkang demi orang yang mereka sayangi.
Pilihan tersebut membuat Siti yang masih menjadi vampir baru harus melawan nalurinya dan lebih memilih kembali ke rumahnya. Namun, pilihan ini tentu memiliki konsekuensi, bukan?
Film Siti Si Vampir cukup menghibur dengan berbagai komedi dan aksi lucu yang relate dari Siti dan Dudi. Namun, rasanya kedalaman cerita dari proyek vampir yang menjadi alasan Siti menjadi vampir kurang dibahas, klimaks dari konflik utama cerita juga tidak begitu menonjol selayaknya film horor atau thriller yang penuh aksi.
Kembali lagi, dasar Siti Si Vampir memang menekankan fantasi dan komedi ringan yang diharapkan melepas stres. Ditambah, penonton akan kembali melihat aksi Ciccio Manassero menjadi vampir setelah sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (2014).
Untuk mengetahui cerita dan pengalaman selengkapnya, Mama dan keluarga bisa menonton film Siti Si Vampir di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026!
Itu dia review film Siti Si Vampir, fantasi-komedi satir dari vampir Bekasi.
Segera amankan tiket, Ma!





-9SapdJMd0EOEbxtHhAuU6MYdhW8WW6yo.jpg)

















