Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Gejala Awal Diabetes

Jangan anggap remeh berat badan yang menurun drastis tanpa sebab

20 September 2021

Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Gejala Awal Diabetes
Freepik/Atlascompany

Perubahan berat badan seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti asupan kalori, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan secara keseluruhan, usia, kemampuan tubuh menyerap nutrisi, dan faktor ekonomi serta sosial.

Penurunan berat badan yang signifikan tanpa sebab yang jelas, kemungkinan merupakan tanda terjadinya gangguan medis. Salah satu masalah kesehatan yang memengaruhi penurunan berat badan secara signifikan adalah diabetes melitus.

Diabetes merupakan penyakit kronis atau yang berlangsung dalam jangka panjang, ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel hingga glukosa menumpuk dalam darah.

Gejala awal diabetes kerap diabaikan karena beberapa di antaranya bersifat umum atau mirip dengan gejala penyakit lain. Hal ini menyebabkan banyak orang sering terlambat menyadari dirinya mengidap diabetes sehingga tak jarang penyakit ini baru terdeteksi setelah cukup parah, bahkan sudah memicu komplikasi.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui gejala awal diabetes terutama jika memiliki faktor risiko, seperti riwayat penyakit di keluarga.

Untuk mengetahui informasi selengkapnya, berikut ini Popmama.com sudah merangkum apa saja gejala awal diabetes yang jarang disadari sekaligus cara mengatasinya.

1. Sering merasa haus

1. Sering merasa haus
Freepik/tirachardz

Salah satu efek makan berlebih dan lapar terus-menerus adalah perasaan haus berlebih. Ini juga masuk dalam trias diabetes melitus atau yang lebih dikenal dengan polidipsi. 

Rasa haus yang meningkat dapat terjadi meskipun sudah mengonsumsi banyak cairan. Hal ini karena jaringan pada tubuh mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan ketika kadar glukosa tinggi dalam darah.

Tingginya kadar glukosa dalam darah menyebabkan tubuh menarik cairan dari jaringan untuk mengencerkan darah dan menurunkan kadar glukosa dalam darah. Kondisi ini menyebabkan tubuh memberi sinyal bahwa sedang membutuhkan banyak cairan (rasa haus meningkat) dan juga dapat meningkatkan frekusensi buang air kecil.

Keadaan ini juga disebabkan oleh kondisi tubuh yang memaksa gula berlebih keluar melalui urin. Semakin sering buang air kecil, semakin tinggi keinginan untuk minum.

Sayangnya, tidak semua orang rela minum air putih saja saat haus. Banyak yang memilih minuman dingin, minuman manis, dan minuman berkarbonasi ketika merasa haus sehingga kondisi gula di dalam tubuh malah semakin berantakan. 

2. Sering buang air kecil

2. Sering buang air kecil
Freepik

Kadar gula darah yang melebihi nilai ambang normal atau lebih dari 180 mg/dl membuat kamu lebih sering buang air kecil, terutama malam hari.

Tubuh memberi isyarat untuk mengeluarkan gula berlebih menggunakan sekresi dari urin. Agar gula yang dikeluarkan tidak pekat, maka tubuh akan menarik air sebanyak-banyaknya dari tubuh dan menjadikannya urin.

Keadaan ini dinamakan poliuri dan sering terjadi di malam hari saat sedang tidur malam.

Hal ini juga berkaitan dengan terjadinya peningkatan rasa haus karena mengonsumsi cairan berlebih sehingga harus buang air kecil lebih sering.

Editors' Picks

3. Sering merasa lapar

3. Sering merasa lapar
Freepik/lookstudio

Keadaan ini dinamakan polifagi dan termasuk dalam trias diabetes melitus.

Pada diabetes, saat insulin bermasalah, maka asupan gula ke dalam sel tubuh pun berkurang. Efeknya, energi yang dibentuk pun berkurang.

Otak akan menangkap sebagai tanda tubuh kekurangan energi sehingga mengirimkan sinyal tanda lapar untuk memenuhi asupan energi. Hasilnya, timbul perasaan ingin makan yang enak tanpa henti.

Efek yang makin terlihat adalah lingkar perut yang membuncit. Di mana lingkar perut pun bisa dijadikan acuan obesitas lingkar perut.

Contohnya, bagi orang Asia, lingkar perut lebih dari 90 cm untuk laki-laki dan 80 cm untuk perempuan sudah termasuk obesitas lingkar perut.

4. Berat badan menurun drastis

4. Berat badan menurun drastis
Pexels/SHVETS production

Pengidap diabetes rentan mengalami penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas. Hal ini terjadi karena tubuh tidak bisa memproduksi hormon insulin yang cukup.

Saat otak mengirim sinyal tubuh kekurangan energi karena penyerapan gula yang bermasalah, maka tubuh mencari cara untuk mendapatkan energi agar kembali seperti semula.

Hasilnya, tubuh mengambil sumber energi lain, seperti lemak, protein. dan otot. Jika keadaan ini dibiarkan, maka massa tubuh seseorang bisa turun drastis karena metabolisme yang tidak seimbang.

5. Kulit gatal dan kering

5. Kulit gatal kering
Freepik/doucefleur

Sering merasa gatal dan mengalami kulit kering bisa menjadi gejala awal diabetes. Kulit kering pada pengidap penyakit diabetes terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan, yaitu saat buang air kecil terus-menerus.

Hal ini menyebabkan kulit kehilangan kelembapan alaminya.

6. Luka sulit sembuh

6. Luka sulit sembuh
Freepik/svbalan

Saat mengalami luka di bagian tubuh, misalnya infeksi, memar, atau gigitan serangga, pengobatan sederhana biasanya akan membuat luka cepat hilang. Namun, hal ini tidak berlaku pada pengidap diabetes.

Kondisi ini terjadi akibat tingginya kadar gula darah sehingga menyebabkan dinding pembuluh darah arteri menyempit dan mengeras.

Alhasil, aliran darah yang mengandung oksigen jadi terhambat. Padahal, bagian tubuh yang mengalami luka memerlukan oksigen dan nutrisi yang terkandung dalam darah untuk bisa cepat sembuh.

7. Cara mengatasi gejala diabetes

7. Cara mengatasi gejala diabetes
Freepik/Sosiukin

Mengontrol kadar glukosa dalam darah merupakan kunci untuk mengatasi atau mengurangi gejala diabetes. Perubahan pola hidup dapat dilakukan selain dengan mengonsumsi obat yang diresepkan dokter secara teratur.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol kadar glukosa dalam darah agar tetap dalam rentang normal:

  • Atur kembali pola makan yang sehat. Fokuskan pada pengonsumsian buah, sayur, protein tanpa lemak, dan juga biji-bijian. Tak hanya itu, perlu juga mengonsumsi makanan yang tinggi nutrisi dan serat serta mengurangi beberapa jenis makanan, seperti makanan yang mengandung lemak jenuh, karbohidrat olahan, hingga pemanis buatan. 
  • Olahraga dapat membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah dengan membantu glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh dan mengubahnya menjadi energi. Olahraga juga dapat meningkatkan kembali fungsi insulin. Rutinlah berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Kamu bisa memilih untuk melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda. Jadikan kegiatan tersebut sebagai rutinitas harian untuk membantu kamu menghindari kondisi diabetes menjadi lebih buruk.

Itulah informasi tentang beberapa gejala awal diabetes sekaligus tips-tips untuk mengatasinya. Mengenali dan mewaspadai gejala awal yang muncul bisa membuat diabetes cepat ditangani.

Semakin cepat dideteksi dan ditangani, semakin besar pula peluang untuk menghindari terjadinya komplikasi diabetes yang berbahaya.

BacaJuga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.