Gaya Hidup Ini Dapat Menurunkan Risiko Terkena Diabetes

Gaya hidup sangat berpengaruh terhadap tingkat risiko diabetes pada seseorang

30 Agustus 2021

Gaya Hidup Ini Dapat Menurunkan Risiko Terkena Diabetes
Pixabay/Myriams-Fotos

Diabetes adalah salah satu penyakit yang paling banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit degeneratif yang menjadi salah satu penyebab kematian. Sayangnya, penyakit ini tidak hanya diderita oleh orangtua saja tetapi sekarang banyak juga yang berusia muda mengalami penyakit ini.

Diabetes sendiri dibagi dua, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 dikaitkan dengan turunan atau bawaan dari lahir. Sedangkan tipe 2 dikaitkan dengan pola hidup atau kebiasaan sehari-hari. Kebanyakan, tipe diabetes yang diderita adalah diabetes tipe 2.

Sebetulnya, seseorang tidak perlu mengalami masalah kesehatan ini jika ia memiliki gaya hidup yang benar. Gaya hidup sangat berpengaruh besar terhadap kemungkinan mengalami penyakit ini atau tidak. Oleh karena itu, para ahli kesehatan percaya bahwa beberapa gaya hidup ini dapat menurunkan risiko seseorang terkena diabetes.

Di sini, Popmama.com akan membahas gaya hidup seperti apa yang dapat menurunkan risiko terkena diabetes.

1. Mengonsumsi makanan sehat yang tinggi serat

1. Mengonsumsi makanan sehat tinggi serat
Pixabay/idornbrach

Salah satu penyebab seseorang mengalami diabetes adalah kebiasaan makannya yang tidak sehat. Selain itu penderita diabetes juga cenderung makan berlebihan. Maka dari itu, penderita obesitas berisiko tinggi terkena penyakit diabetes.

Cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit diabetes antara lain mengganti sumber makanan yang sehat dan tinggi serat. Makanan tinggi serat akan mencegah perut cepat lapar dan menahan keinginan untuk terus makan.

Makanan-makanan plant based cenderung memiliki kandungan serat yang tinggi, seperti sayur, buah, biji-bijian, polong, kacangan-kacangan, dan sebagainya. Makanan itu bahkan akan menjaga kadar gula darah dan insulin tetap rendah.

Editors' Picks

2. Selalu menjaga berat badan ideal

2. Selalu menjaga berat badan ideal
Freepik/shurkin_son

Tidak bisa dipungkiri bahwa berat badan yang ideal baik untuk kesehatan. Seseorang yang dalam kondisi berat badan berlebih perlu menurunkan berat badannya. Mengutip dari Harvard School of Public Health bahwa mengurangi 7-10% dari berat tubuh mampu mengurangi setengah risiko terkena diabetes tipe 2.

Berat badan standar menurut kesehatan diukur menggunakan hitungan khusus yang sering dikenal dengan Body Mass Index (BMI). Hitungan ini menggunakan perbandingan massa tubuh dan tinggi badan. Angka normal seseorang dalam bobot yang ideal berkisar di angka 18.5-24.5.

Memang ada juga penderita diabetes yang memiliki berat tubuh ideal. Tetapi seseorang yang biasa menjaga berat tubuhnya tetap ideal memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada yang berat badannya berlebih. 

3. Lebih memilih air minum daripada jenis minuman lainnya

3. Lebih memilih air minum daripada jenis minuman lainnya
Freepik/tawatchai07

Kebiasaan yang juga mampu menghindarkan seseorang dari terkena penyakit diabetes adalah kebiasaan pemilihan minuman. Lebih baik memesan air minum biasa daripada segala macam minuman kemasan.

Mengutip dari laman Health Line bahwa seseorang yang mengonsumsi lebih dari 2 porsi minuman berpemanis dalam sehari memiliki 20% peningkatan risiko terkena diabetes. Minuman kemasan cenderung memiliki kadar gula yang sangat tinggi. Ditambah dengan jenis gula yang digunakan memicu kenaikan kadar gula darah yang tinggi dengan cepat. 

Sebaliknya, mengonsumsi air minum biasa akan menjaga stabilitas gula darah dan insulin. Kalau pun sedang ingin minuman dengan rasa yang berbeda bisa diselingi dengan teh tawar atau kopi tanpa gula. Bisa juga dengan jus buah yang dibuat sendiri tanpa menggunakan pemanis tambahan.

4. Hindari jenis makanan manis dan karbohidrat rafinasi

4. Hindari jenis makanan manis karbohidrat rafinasi
Freepik/KamranAydinov

Jenis makanan manis dan karbohidrat rafinasi dapat dengan cepat terserap oleh darah sehingga kadar gula darah dapat naik dengan cepat. Meningkatnya kadar gula darah akan memicu pankreas untuk memproduksi insulin, hormon yang akan mengeluarkan gula dari darah ke sel tubuh dan juga menyimpan menjadi lemak.

Jika secara terus menerus tubuh mendapatkan sumber gula maka gula darah akan selalu tinggi dan pankreas akan bekerja keras untuk memproduksi insulin. Lambat laun, kondisi orang tersebut akan mengalami diabetes tipe 2.

5. Rajin berjemur untuk mendapatkan sumber vitamin D

5. Rajin berjemur mendapatkan sumber vitamin D
Pixabay/422737

Vitamin D memiliki peran penting dalam mengontrol gula darah. Dalam sebuah studi mengungkapkan bahwa seseorang dengan kadar vitamin D yang cukup tinggi akan memiliki risiko terkena penyakit diabetes lebih rendah sebanyak 43%. Oleh karena itu, banyak lembaga kesehatan yang menekankan untuk menjaga kadar vitamin D agar tidak kekurangan.

Menurunkan risiko terkena diabetes diperlukan konsistensi untuk membentuk pola hidup yang sehat. Sebab, penyakit ini memiliki kaitan yang sangat erat pada pola hidup seseorang. Gaya hidup yang sehat akan sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.