Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ribuan Warga Malang Alami Gangguan Jiwa, Dipicu Faktor Ekonomi

Ribuan Warga Malang Alami Gangguan Jiwa, Dipicu Faktor Ekonomi
pexels.com/MART PRODUCTION
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Sebanyak 1.600 warga Kota Malang menjalani pengobatan gangguan kesehatan mental, sedangkan 357 penyandang disabilitas mental mengikuti rehabilitasi sosial.
  • Dinsos-P3AP2KB menyebut tekanan ekonomi dan beban pikiran berkepanjangan sebagai pemicu dominan, terutama pada warga kurang mampu; pemeriksaan banyak didominasi usia produktif.
  • Pemerintah memperkuat pendampingan keluarga melalui sejumlah program, menghubungkan warga dengan psikolog atau psikiater, serta mencatat nol kasus pemasungan di Kota Malang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kesehatan mental menjadi salah satu persoalan yang semakin mendapat perhatian, terutama ketika tekanan hidup dan kondisi ekonomi ikut memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang.

Di balik kondisi tersebut, tekanan ekonomi disebut menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh.

Sebanyak 1.600 warga Kota Malang tercatat menjalani pengobatan gangguan kesehatan mental, sementara 357 lainnya mengikuti program rehabilitasi sosial akibat disabilitas mental.

Lalu, seperti apa penyebab ribuan warga Malang alami gangguan jiwa? Berikut Popmama.com sajkan informasinya di bawah ini!

1. Faktor ekonomi jadi pemicu utama gangguan jiwa

Faktor ekonomi jadi pemicu utama gangguan jiwa
pexels.com/Timur Weber

Mengutip Radar Malang, data Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mencatat sebanyak 1.600 warga menjalani pengobatan gangguan kesehatan mental di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Sementara itu, 357 penyandang disabilitas mental telah mendapatkan pendampingan melalui program rehabilitasi sosial.

Menurut Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, sebagian besar kasus dipicu oleh beban pikiran yang berlangsung dalam waktu lama.

Kondisi ekonomi yang sulit juga menjadi faktor dominan. Hal ini dikarenakan mayoritas warga yang terdampak berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu.

2. Kasus banyak ditemukan pada usia produktif

Kasus banyak ditemukan pada usia produktif
pexels.com/Anthony Nguyen

Gangguan kesehatan mental di Kota Malang tidak hanya dialami kelompok usia tertentu. Kasusnya ditemukan mulai dari anak muda hingga lanjut usia. Hal ini menunjukkan persoalan tersebut dapat dialami siapa saja.

Meski begitu, berdasarkan pengamatan Dinsos, warga yang paling banyak menjalani pemeriksaan kesehatan mental didominasi oleh usia produktif.

Kelompok ini dinilai lebih rentan menghadapi tekanan hidup, mulai dari pekerjaan, ekonomi, hingga berbagai tanggung jawab sehari-hari.

3. Pemerintah perkuat pendampingan keluarga

Pemerintah perkuat pendampingan keluarga
pexels.com/SHVETS production

Penanganan gangguan jiwa di Kota Malang tidak hanya berfokus pada perawatan medis.

Pemerintah juga memperkuat peran keluarga melalui berbagai program pendampingan, seperti Rumah Pijar, Rumah Peduli Jiwa dan Rasa, serta Integrated Disability Service Center (IDSC).

Selain memfasilitasi pemeriksaan kesehatan, Dinsos juga membantu menghubungkan penyandang disabilitas mental dengan psikolog maupun psikiater jika diperlukan.

Hingga saat ini, Kota Malang juga telah mencatat nol kasus pemasungan, meski pendampingan terhadap kasus penelantaran masih terus dilakukan agar proses pemulihan berjalan optimal.

Itu dia informasi tentang ribuan warga Malang alami gangguan jiwa, sebagian besar dipicu faktor ekonomi. Semoga pemerintah terus meningkatkan upaya penanganan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More