Run for Equality 2026 Ajak Masyarakat Lari Bersama Penyandang Disabilitas

- Run for Equality 2026 digelar Plan Indonesia di Senayan Park, Jakarta, Minggu 26 Juli 2026, melibatkan lebih dari 1.670 peserta dari beragam kalangan.
- Ajang dengan kategori 3K, 5K, dan 10K ini membuka ruang olahraga bagi penyandang disabilitas; kategori 3K paling diminati dan diikuti peserta netra, tuli, daksa, serta mental.
- Melalui konsep charity run dan gerakan Equal Play bersama UEFA Foundation for Children, acara ini mendorong akses setara bermain bagi anak perempuan dan disabilitas, didukung relawan serta figur publik.
Semangat inklusivitas dan kesetaraan kembali digaungkan melalui Run for Equality 2026 yang digelar oleh Plan Indonesia di Senayan Park, Jakarta, pada Minggu (26/7/2026).
Ajang lari tahunan ini berhasil menghadirkan lebih dari 1.670 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pencinta lari, anak-anak, penyandang disabilitas, hingga keluarga dan para pendukung mereka.
Tak sekadar menjadi ajang olahraga, Run for Equality 2026 juga membawa pesan penting tentang hak setiap anak untuk bermain, berpartisipasi, dan tumbuh tanpa diskriminasi.
Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, acara ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap lingkungan yang lebih inklusif bagi anak-anak, khususnya penyandang disabilitas.
Simak keseruannya telah Popmama.com rangkum.
Table of Content
1. Terdapat tiga kategori lari

Run for Equality 2026 menghadirkan tiga kategori lari, yakni 3K, 5K, dan 10K. Dari ketiga kategori tersebut, jarak 3 kilometer menjadi pilihan yang paling diminati oleh peserta penyandang disabilitas karena dinilai lebih ramah dan dapat diikuti oleh berbagai kelompok disabilitas.
Peserta kategori 3K terdiri dari penyandang disabilitas netra, tuli, daksa, hingga disabilitas mental. Beberapa di antaranya mengikuti lomba menggunakan kursi roda yang didorong oleh anggota keluarga maupun relawan dari komunitas pendukung.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang yang terbuka bagi semua orang tanpa memandang kondisi fisik maupun kemampuan.
2. Menjadi kampanye yang fokus pada inklusivitas

Pada tahun ini, Run for Equality dikemas oleh Plan Indonesia dengan mengedepankan nilai inklusivitas sekaligus menghadirkan konsep charity run untuk mengajak masyarakat berkontribusi dalam misi sosial.
Acara ini juga membawa semangat gerakan Equal Play bersama UEFA Foundation for Children. Kampanye bertujuan mengajak lebih banyak masyarakat agar memiliki kesempatan yang sama untuk bermain dan berkembang.
Khususnya, anak perempuan serta anak-anak penyandang disabilitas yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses ruang bermain inklusif.
3. Didukung relawan muda dan figur publik sebagai running buddy

Kesuksesan Run for Equality 2026 turut didukung oleh puluhan relawan muda. Para relawan ini berperan mendampingi peserta sekaligus memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung nyaman dan inklusif bagi semua orang.
Tak hanya itu, sejumlah figur publik juga hadir sebagai running buddy bagi anak-anak penyandang disabilitas di kategori 3K.
Mereka di antaranya Wulan Guritno, Shalom Razade, Kenes Andari, Park Nam, Julie, Mika dan Milo Taslim, Amanda dan Janna Soekasah, Gerin Nathanael, Ida Rhijnsburger, hingga Natrio Catra Yososha.
Demikian keseruan run for equality 2026. Apakah tertarik untuk mengikuti acaranya di tahun depan?









-FPrMoHcDeq0XgCD2RwqYGFjB9JrQs6CN.jpg)











