Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Mengatasi Nyeri Vagina setelah Berhubungan Seksual
Freepik/Maksymiv-yura
  • Nyeri vagina setelah berhubungan seksual bisa disebabkan oleh infeksi, gesekan, atau perubahan hormon seperti menopause yang memengaruhi kenyamanan dan kesehatan organ reproduksi.
  • Terdapat berbagai cara meredakan nyeri, mulai dari kompres es, penggunaan pelumas berbahan dasar air, hingga memilih produk bebas alergi untuk mencegah iritasi.
  • Penanganan lanjutan meliputi latihan otot panggul, terapi psikologis, terapi hormon bagi yang menopause, serta konsultasi medis untuk mendapatkan antibiotik bila disebabkan infeksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pembahasan mengenai berbagai cara medis dan nonmedis untuk mengatasi nyeri vagina yang muncul setelah berhubungan seksual.
  • Who?
    Perempuan yang mengalami nyeri vagina setelah berhubungan seksual serta tenaga medis yang memberikan saran penanganan.
  • Where?
    Kondisi ini dapat terjadi pada perempuan di berbagai tempat, tanpa batasan wilayah tertentu; penanganannya dilakukan di fasilitas kesehatan atau rumah masing-masing.
  • When?
    Nyeri biasanya muncul segera setelah aktivitas seksual dan dapat berlangsung beberapa jam hingga lebih lama tergantung penyebabnya.
  • Why?
    Penyebabnya meliputi gesekan saat hubungan intim, infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, infeksi jamur, endometriosis, atau perubahan hormon akibat menopause.
  • How?
    Penanganan dilakukan dengan kompres es, penggunaan pelumas berbahan dasar air, memilih produk bebas alergi, latihan otot panggul, terapi psikologis, terapi hormon, serta pengobatan antibiotik sesuai resep dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada orang perempuan yang merasa sakit di bagian bawah tubuhnya setelah bersama pasangannya. Kadang itu karena infeksi atau badannya sedang berubah. Supaya tidak sakit, bisa pakai es batu, pelumas, atau obat dari dokter. Kalau masih sakit lama, harus ke dokter biar cepat sembuh dan tidak takut lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengalami nyeri vagina setelah berhubungan seksual, bagi sebagian orang tentu membuat tidak nyaman atau bahkan trauma.

Biasanya kondisi ini disebabkan oleh banyak hal, mulai dari yang tidak mengkhawatirkan, hingga infeksi yang berbahaya bagi organ reproduksi. Misalnya saja, infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, infeksi jamur vagina, dan endometriosis.

Jika kamu mengalaminya, jangan panik ya. Karena Popmama.com telah merangkum 7 cara mengatasi nyeri vagina setelah berhubungan seksual dilansir dari Healthline. Yuk langsung simak!

1. Kompres menggunakan es batu

Freepik.com/jcomp

Rasa sakit akibat gesekan atau tekanan saat berhubungan seks umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan jam. Namun, pada beberapa kondisi mungkin bisa lebih lama dari itu.

Nah, untuk bantu meringankan rasa tidak nyaman pada vagina, kamu bisa gunakan kompres es batu.

Kompres es bisa dilakukan 5 hingga 10 menit, dan diulangi beberapa kali. Tapi pastikan kamu tidak langsung menempelkan kompres es ke vulva atua vagina ya.

Gunakanlah pembatas berupa kain atau lap, agar kompres es tidak menyentuh langsung kulit vagina kamu.

2. Gunakan tambahan pelumas

Unsplash/Malvestida Magazine

Jika kamu ingin mengurangi rasa tidak nyaman akibat nyeri vagina, cobalah gunakan tambahan pelumas saat berhubungan seks.

Pilih pelumas dengan kadar pH lubrikan sekitar 3,5 – 4,5 yang mirip dengan pH vagina, serta hindari pelumas yang mengandung pengharum atau rasa tertentu, yang bisa menyebabkan kulit menjadi iritasi.

Meski banyak pilihan pelumas yang dijual di pasaran, namun yang paling direkomendasikan untuk kulit sensitif adalah pelumas dengan bahan dasar air.

3. Gunakan produk-produk yang bebas alergi

Freepik/wayhomestudio

Saat melakukan hubungan seks, kamu dan pasangan mungkin saja menggunakan produk-produk guna meningkatkan gairah seks, seperti kondom dan sex toys.

Supaya tidak menimbulkan nyeri vagina, kamu bisa pilih produk kondom atau sex toys yang bebas alergi. Umumnya ini bisa dengan mudah kamu temukan dan ketahui melalui kemasan produknya.

Dengan memilih produk yang tepat, maka risiko nyeri vagina setelah berhubungan seks juga bisa kamu hindari.

4. Lakukan latihan otot dasar panggul

Freepik/katemangostar

Nyeri vagina setelah berhubungan seks juga bisa terjadi karena otot-otot di sekitar vagina dan panggul menegang. Untuk itu, kamu bisa lakukan latihan otot dasar panggul seperti kegels.

Selain untuk mengurangi rasa sakit setelah berhubungan seks, senam kegels juga bisa membantu penetrasi lebih menyenangkan. Tentunya ini akan meningkatkan gairah seksual kamu dan pasangan ya!

5. Melakukan terapi atau konseling

Freepik.com/pressfoto

Beberapa perempuan mungkin mengalami nyeri vagina usai berhubungan intim karena trauma, atau kecemasan berlebih tentang seks itu sendiri. Jika kamu salah satunya, segera lakukan konsultasi medis untuk mendapatkan terapi terkait masalah ini ya.

Melakukan konsultasi dan terapi bisa bantu membuat tubuh lebih rileks, sehingga kamu bisa merasakan kenikmatan seksual bersama pasangan.

6. Menggunakan terapi penggantian hormon

Freepik

Salah satu penyebab nyeri vagina setelah berhubungan seks adalah menopause. Menopause berhubungan erat dengan perubahan hormonal dalam tubuh perempuan.

Karena itu, salah satu cara mengatasi nyeri vagina setelah berhubungan seksual yakni dengan menggunakan terapi penggantian hormon. Ini akan membuat tubuh secara bertahap menyesuaikan diri dengan perubahan hormon yang disebabkan oleh menopause.

Selain itu, terapi ini juga akan membantu tubuh mendapatkan pelumas alami, serta mengurangi stres saat penetrasi seksual terjadi.

7. Menggunakan antibiotik dengan resep dokter

Pexels/ANTONI SHKRABA

Nyeri vagina usai berhubungan seks juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi, seperti infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, atau penyakit radang panggul.

Pada kondisi ini, kamu sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke penyedia layanan kesehatan, guna mendapatkan perawatan dan pengobatan.

Karena biasanya, dokter akan merekomendasikan antibiotik atau obat antijamur untuk membantu kamu mengatasinya.

Nah itulah tadi, 7 cara mengatasi nyeri vagina setelah berhubungan seksual. Jika rasa nyeri vagina tak kunjung hilang, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article