Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Cara Mengatasi Nyeri Vagina setelah Berhubungan Seksual

7 Cara Mengatasi Nyeri Vagina setelah Berhubungan Seksual
Freepik/Maksymiv-yura
  • Nyeri vagina setelah berhubungan seksual bisa disebabkan oleh infeksi, gesekan, atau perubahan hormon seperti menopause yang memengaruhi kenyamanan dan kesehatan organ reproduksi.
  • Terdapat berbagai cara meredakan nyeri, mulai dari kompres es, penggunaan pelumas berbahan dasar air, hingga memilih produk bebas alergi untuk mencegah iritasi.
  • Penanganan lanjutan meliputi latihan otot panggul, terapi psikologis, terapi hormon bagi yang menopause, serta konsultasi medis untuk mendapatkan antibiotik bila disebabkan infeksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengalami nyeri vagina setelah berhubungan seksual, bagi sebagian orang tentu membuat tidak nyaman atau bahkan trauma.

Biasanya kondisi ini disebabkan oleh banyak hal, mulai dari yang tidak mengkhawatirkan, hingga infeksi yang berbahaya bagi organ reproduksi. Misalnya saja, infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, infeksi jamur vagina, dan endometriosis.

Jika kamu mengalaminya, jangan panik ya. Karena Popmama.com telah merangkum 7 cara mengatasi nyeri vagina setelah berhubungan seksual dilansir dari Healthline. Yuk langsung simak!

  1. 1. Kompres menggunakan es batu

    Kompres menggunakan es batu
    Freepik.com/jcomp

    Rasa sakit akibat gesekan atau tekanan saat berhubungan seks umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan jam. Namun, pada beberapa kondisi mungkin bisa lebih lama dari itu.

    Nah, untuk bantu meringankan rasa tidak nyaman pada vagina, kamu bisa gunakan kompres es batu.

    Kompres es bisa dilakukan 5 hingga 10 menit, dan diulangi beberapa kali. Tapi pastikan kamu tidak langsung menempelkan kompres es ke vulva atua vagina ya.

    Gunakanlah pembatas berupa kain atau lap, agar kompres es tidak menyentuh langsung kulit vagina kamu.

  2. 2. Gunakan tambahan pelumas

    Gunakan tambahan pelumas
    Unsplash/Malvestida Magazine

    Jika kamu ingin mengurangi rasa tidak nyaman akibat nyeri vagina, cobalah gunakan tambahan pelumas saat berhubungan seks.

    Pilih pelumas dengan kadar pH lubrikan sekitar 3,5 – 4,5 yang mirip dengan pH vagina, serta hindari pelumas yang mengandung pengharum atau rasa tertentu, yang bisa menyebabkan kulit menjadi iritasi.

    Meski banyak pilihan pelumas yang dijual di pasaran, namun yang paling direkomendasikan untuk kulit sensitif adalah pelumas dengan bahan dasar air.

  3. 3. Gunakan produk-produk yang bebas alergi

    Gunakan produk-produk yang bebas alergi
    Freepik/wayhomestudio

    Saat melakukan hubungan seks, kamu dan pasangan mungkin saja menggunakan produk-produk guna meningkatkan gairah seks, seperti kondom dan sex toys.

    Supaya tidak menimbulkan nyeri vagina, kamu bisa pilih produk kondom atau sex toys yang bebas alergi. Umumnya ini bisa dengan mudah kamu temukan dan ketahui melalui kemasan produknya.

    Dengan memilih produk yang tepat, maka risiko nyeri vagina setelah berhubungan seks juga bisa kamu hindari.

  4. 4. Lakukan latihan otot dasar panggul

    Lakukan latihan otot dasar panggul
    Freepik/katemangostar

    Nyeri vagina setelah berhubungan seks juga bisa terjadi karena otot-otot di sekitar vagina dan panggul menegang. Untuk itu, kamu bisa lakukan latihan otot dasar panggul seperti kegels.

    Selain untuk mengurangi rasa sakit setelah berhubungan seks, senam kegels juga bisa membantu penetrasi lebih menyenangkan. Tentunya ini akan meningkatkan gairah seksual kamu dan pasangan ya!

  5. 5. Melakukan terapi atau konseling

    Melakukan terapi atau konseling
    Freepik.com/pressfoto

    Beberapa perempuan mungkin mengalami nyeri vagina usai berhubungan intim karena trauma, atau kecemasan berlebih tentang seks itu sendiri. Jika kamu salah satunya, segera lakukan konsultasi medis untuk mendapatkan terapi terkait masalah ini ya.

    Melakukan konsultasi dan terapi bisa bantu membuat tubuh lebih rileks, sehingga kamu bisa merasakan kenikmatan seksual bersama pasangan.

  6. 6. Menggunakan terapi penggantian hormon

    Menggunakan terapi penggantian hormon
    Freepik

    Salah satu penyebab nyeri vagina setelah berhubungan seks adalah menopause. Menopause berhubungan erat dengan perubahan hormonal dalam tubuh perempuan.

    Karena itu, salah satu cara mengatasi nyeri vagina setelah berhubungan seksual yakni dengan menggunakan terapi penggantian hormon. Ini akan membuat tubuh secara bertahap menyesuaikan diri dengan perubahan hormon yang disebabkan oleh menopause.

    Selain itu, terapi ini juga akan membantu tubuh mendapatkan pelumas alami, serta mengurangi stres saat penetrasi seksual terjadi.

  7. 7. Menggunakan antibiotik dengan resep dokter

    Menggunakan antibiotik dengan resep dokter
    Pexels/ANTONI SHKRABA

    Nyeri vagina usai berhubungan seks juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi, seperti infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, atau penyakit radang panggul.

    Pada kondisi ini, kamu sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke penyedia layanan kesehatan, guna mendapatkan perawatan dan pengobatan.

    Karena biasanya, dokter akan merekomendasikan antibiotik atau obat antijamur untuk membantu kamu mengatasinya.

    Nah itulah tadi, 7 cara mengatasi nyeri vagina setelah berhubungan seksual. Jika rasa nyeri vagina tak kunjung hilang, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More