Tanpa Drama! Ini 5 Cara Bijak Mengatur Keuangan untuk Orangtua Tunggal

Dijamin bikin keuangan keluarga lebih tertata meski sudah punya anak

24 Juni 2021

Tanpa Drama Ini 5 Cara Bijak Mengatur Keuangan Orangtua Tunggal
Pexels/karolina

Menjadi orangtua tunggal atau single mom bukanlah hal yang mudah. Dalam kondisi ini, mau tidak mau Mama harus mengambil alih tanggung jawab membesarkan dan membiayai kehidupan anak-anak dan keluarga sekaligus melakukan urusan rumah tangga secara bersamaan.

Beruntung jika mantan pasangan yang telah bercerai bersedia tetap membiayai pendidikan anak-anak. Namun, jika pasangan meninggal dunia, maka otomatis semua tanggung jawab segera beralih ke pundak Mama.

Beruntung jika Mama memiliki pekerjaan tetap sehingga meskipun sulit tetap memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, bagaimana dengan Mama yang selama ini tidak memiliki penghasilan sama sekali.

Permasalahan inilah yang kerap mendera banyak ibu rumah tangga yang kemudian menjadi single mom atau orangtua tunggal. Meskipun menjadi single mom tidaklah mudah, terutama dalam hal keuangan, namun bukan berarti tidak ada jalan keluar untuk mengatasi masalah ini.

Nah, sebagai referensi Mama dalam mengatur keuangan keluarga, berikut Popmama.com telah merangkum kelima langkah bijak anti drama yang dapat Mama lakukan!

1. Periksa dan kumpulkan semua aset

1. Periksa kumpulkan semua aset
Pixabay/jarmoluk

Kini saatnya kita menghitung kembali berapa jumlah aset yang dimiliki, seperti rumah, kendaraan, perhiasan, dan aset lainnya, yang memiliki nilai tunai atau dapat diuangkan.

Jika pasangan meninggal dunia, maka tentu ada asuransi jiwa yang dapat dicairkan oleh ahli waris yang bersangkutan. Kumpulkan nilai asuransi tersebut bersama aset lainnya sehingga kita bisa mengukur secara keseluruhan jumlah aset atau kekayaan yang dimiliki.

Editors' Picks

2. Buat skala prioritas untuk pengeluaran bulanan

2. Buat skala prioritas pengeluaran bulanan
creativemarket.com

Mungkin selama beberapa waktu kondisi keuangan keluarga tidak stabil. Pada masa-masa ini, pengeluaran haruslah diprioritaskan untuk pos-pos yang wajib dibayar setiap bulan, seperti listrik, air, keamanan lingkungan, SPP sekolah, dan lain-lain.

Kesampingkan dahulu pengeluaran yang tidak terlalu penting, seperti membeli pakaian, aksesoris, makan di luar, dan sebagainya. Sadarlah bahwa pendapatan atau penghasilan yang diperoleh tidak sebanyak sebelumnya, sehingga kita harus lebih hati-hati mengeluarkannya.

3. Buat daftar hutang yang harus dibayar

3. Buat daftar hutang harus dibayar
Freepik/pvproductions

Setelah mengetahui semua aset dan telah membuat rincian biaya bulanan, maka inilah saatnya Mama membayarkan hutang.

Dengan membuat daftar hutang atau daftar kewajiban finansial yang harus dibayar, maka Mama bisa merencanakan pembayaran untuk kewajiban tersebut sesuai dengan aset yang dimiliki, setidaknya untuk jangka waktu beberapa bulan sebelum kondisi keuangan pulih kembali.

4. Cari pendapatan tambahan dengan keahlian yang dimiliki

4. Cari pendapatan tambahan keahlian dimiliki
Freepik/senivpetro

Tidak mudah memang menjadi seorang single mom, selain menjadi tulang punggung keluarga dalam urusan mencari nafkah, Mama juga harus mendidik dan mengurus anak-anak.

Sama seperti keluarga lainnya, single mom harus mampu mengalokasikan dan menyiapkan pendapatan untuk kehidupan sehari-hari, pengeluaran mendadak, dan pengeluaran jangka panjang.

Untuk itu, diperlukan tenaga dan pikiran yang lebih kreatif untuk mencari tambahan penghasilan. Tidak perlu memikirkan terlalu jauh jenis usaha yang bisa digunakan untuk mencari tambahan penghasilan, galilah potensi dalam diri dan maksimalkan.

Menjalani usaha atau bisnis yang berawal dari passion akan terasa lebih mudah dan menyenangkan, sehingga beban sebagai single mom akan sedikit berkurang.

5. Terbuka mengenai masalah keuangan dengan anak yang sudah dewasa

5. Terbuka mengenai masalah keuangan anak sudah dewasa
Freepik/free picture

Anak merupakan tokoh terpenting dalam perubahan suasana keluarga yang mendadak, karena itu perasaannya jangan dikesampingkan.

Jika usia anak telah dirasa cukup untuk memahami kondisi orangtuanya, ajaklah mereka bicara dari hati ke hati, terutama dalam masalah keuangan keluarga.

Kemungkinan besar ada hal-hal yang dulu biasa dilakukan, namun kini tidak bisa dilakukan lagi. Jika anak masih terlalu kecil untuk memahami kondisi keuangan yang harus dihadapi, mulai ajarkan anak untuk menabung jika memiliki keinginan memiliki sesuatu.

Dengan demikian, anak akan belajar menetapkan skala prioritas keinginannya, paling tidak dimulai dari hal-hal yang sederhana. Selain itu, Mama pun bisa mengendalikan situasi tanpa harus membuat anak merasa tertekan.

Nah, itulah kelima cara bijak mengatur keuangan keluarga untuk orangtua tunggal yang hidup dengan anak-anak. Dengan semangat di dalam diri, Mama pasti bisa melalui ini semua. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.