Punya sifat terlalu baik sering dianggap sebagai hal positif. Selalu mengalah, sulit menolak, dan lebih mementingkan orang lain memang terlihat sebagai bentuk empati.
Namun, sebuah pandangan dalam buku The Myth of Normal karya Gabor Maté menunjukkan sisi lain yang jarang disadari.
Dalam bukunya, Maté mengamati banyak pasien terminal yang memiliki pola kepribadian serupa: terlalu berusaha menyenangkan orang lain dan mengabaikan kebutuhan diri sendiri.
Di balik perilaku tersebut, sering ada keyakinan seperti takut mengecewakan orang lain atau merasa bertanggung jawab atas perasaan orang sekitar.
Jika terus ditekan, emosi ini bisa menumpuk dan muncul sebagai gangguan mental seperti kecemasan atau depresi, kemudian dapat memengaruhi kondisi fisik.
Informasi lebih lanjut, berikut Popmama.com sajikan informasi tentang studi ungkap kebiasaan terlalu baik bisa tingkatkan risiko penyakit. Simak di bawah!
