Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sudah 30 Tahun, Merek Ini Perluas Bisnis dari Teknologi ke Lifestyle
Popmama.com/Putri Syifa N
  • Erajaya memperluas bisnis dari distribusi perangkat telekomunikasi ke teknologi, olahraga, fashion, kendaraan listrik, serta makanan dan minuman.

  • Hingga Semester I 2026, Erajaya mengoperasikan lebih dari 2.500 gerai di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

  • Perluasan bisnis berjalan bersama program lingkungan, pendidikan, dan pengelolaan limbah elektronik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sejak 2019

Program Penguatan & Kerjasama Vokasi Erajaya telah menjangkau lebih dari 3.000 siswa dan membangun kemitraan dengan 221 sekolah di 29 provinsi.

2024

Program Erajaya Sustainable Gadget diluncurkan. Sebanyak 4.238 gadget rusak atau tidak lagi digunakan telah disalurkan kepada mitra daur ulang.

tahun buku 2025

Erajaya mencatat penjualan tahunan sebesar Rp76 triliun.

Semester I 2026

Erajaya menambah 173 gerai baru dan mengoperasikan lebih dari 2.500 gerai di tiga negara. Bisnis non-digital menyumbang sekitar 12 persen dari total penjualan grup.

kini

Erajaya memperluas bisnis ke berbagai kebutuhan gaya hidup dan menjalankan program di bidang lingkungan, pendidikan, serta pengelolaan limbah elektronik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Erajaya memperluas bisnis dari distribusi perangkat telekomunikasi ke berbagai kategori gaya hidup, termasuk olahraga, fashion, kendaraan listrik, makanan, dan minuman.
  • Who?
    Erajaya Group, termasuk Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, dan Erajaya Food & Nourishment, menjalankan perluasan bisnis tersebut.
  • Where?
    Bisnis Erajaya beroperasi di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
  • When?
    Perluasan bisnis berlangsung menjelang dan hingga Semester I 2026, setelah perjalanan perusahaan selama 30 tahun.
  • Why?
    Diversifikasi dilakukan untuk mengikuti perubahan dan semakin beragamnya kebutuhan konsumen.
  • How?
    Erajaya menambah gerai, membawa berbagai merek global, mengembangkan ekosistem omnichannel, serta menjalankan program lingkungan, pendidikan, dan pengelolaan limbah elektronik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Erajaya dulu banyak menjual alat telekomunikasi. Sekarang, perusahaan ini juga punya bisnis olahraga, baju, kendaraan listrik, makanan, dan minuman. Erajaya memiliki banyak toko di tiga negara. Perusahaan ini juga membuat program untuk sekolah, alam, dan mengumpulkan gadget rusak agar didaur ulang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perluasan bisnis Erajaya menunjukkan upaya perusahaan menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Langkah ini juga berjalan bersama program pendidikan, restorasi ekosistem, dan pengelolaan limbah elektronik. Dengan begitu, pertumbuhan perusahaan tidak hanya terlihat dari bertambahnya kategori dan gerai, tetapi juga dari inisiatif yang menjangkau masyarakat serta lingkungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memasuki usia tiga dekade, Erajaya Group tidak lagi hanya berkutat pada distribusi perangkat telekomunikasi. Perusahaan tersebut terus memperluas bisnisnya ke berbagai kebutuhan gaya hidup, mulai dari teknologi, olahraga, fashion, kendaraan listrik, hingga makanan dan minuman.

Hingga Semester I 2026, Erajaya telah mengoperasikan lebih dari 2.500 gerai di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Ekosistem bisnisnya juga didukung lebih dari 22.000 karyawan serta 18,4 juta anggota MyEraspace.

Perjalanan selama 30 tahun ini pun menjadi momentum bagi Erajaya untuk memperkuat diversifikasi sekaligus mempersiapkan fase pertumbuhan selanjutnya.

Berikut Popmama.com rangkum sejumlah langkah yang dilakukan Erajaya dalam memperluas bisnis dan relevansinya dengan kebutuhan konsumen.

1. Berawal dari perangkat telekomunikasi, kini merambah berbagai gaya hidup

Popmama.com/Putri Syifa N

Transformasi Erajaya terlihat dari semakin luasnya kategori bisnis yang dikembangkan. Sepanjang Semester I 2026, perusahaan menambah 173 gerai baru dan kini memiliki lebih dari 2.500 gerai di tiga negara.

Dari jumlah tersebut, Erajaya Digital mengoperasikan 1.920 gerai, Erajaya Active Lifestyle sebanyak 256 gerai, serta Erajaya Food & Nourishment sebanyak 90 gerai. Sementara jaringan di Singapura dan Malaysia mencapai 240 gerai.

Bisnis non-digital kini menyumbang sekitar 12 persen dari total penjualan grup pada Semester I 2026. Sebelumnya, pada tahun buku 2025, Erajaya mencatat penjualan tahunan sebesar Rp76 triliun.

President Director & Group CEO Erajaya, Budiarto Halim, mengatakan diversifikasi dilakukan bukan hanya untuk menambah kategori bisnis, tetapi juga mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.

Hal yang dipetik Erajaya hari ini merupakan buah dari perjalanan dan langkah diversifikasi terukur yang perusahaan lakukan untuk menjawab dinamika kebutuhan konsumen. Mulai dari Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, hingga Erajaya Food & Nourishment, dikembangkan bukan sekadar untuk memperluas portofolio bisnis, tetapi karena melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari konsumen.

“​​Kami ingin hadir tidak hanya ketika konsumen membutuhkan perangkat digital, tetapi juga melalui beragam kebutuhan dan pengalaman lifestyle lainnya. Bertumbuhnya kontribusi vertikal non-digital terhadap kinerja Group menjadi salah satu cerminan bahwa pengembangan tersebut mulai memberikan kontribusi nyata bagi bisnis Erajaya,” ujar Budiarto.

2. Dari kendaraan listrik hingga kuliner, portofolio semakin beragam

Popmama.com/Putri Syifa N

Perubahan kebutuhan konsumen turut mendorong Erajaya membawa lebih banyak kategori dan merek global ke Indonesia. Melalui Erajaya Active Lifestyle, misalnya, perusahaan menghadirkan XPENG di kategori kendaraan listrik, GENTLEWOMAN untuk fashion, serta ANTA, Under Armour, dan Wilson di kategori olahraga.

Sementara itu, di sektor makanan dan minuman, Erajaya Food & Nourishment telah mengembangkan portofolio melalui CHAGEE serta mempersiapkan kehadiran I’m donut? dan Oriental Kopi di Indonesia.

Menurut Budiarto, perubahan preferensi konsumen menjadi salah satu pertimbangan utama perusahaan saat menentukan arah ekspansi.

“​​Kami melihat bahwa spektrum kebutuhan konsumen kini semakin beragam, sehingga peran kami berkembang lebih dari sekadar penyedia satu kategori produk, melainkan mitra yang melengkapi berbagai aspek kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Budiarto.

Perluasan portofolio tersebut juga ditopang ekosistem omnichannel yang menghubungkan gerai fisik, kanal digital, serta program loyalitas Eraspace. Dengan sistem ini, konsumen dapat mencoba produk secara langsung sekaligus mencari informasi, membandingkan pilihan, hingga bertransaksi melalui kanal digital.

3. Pertumbuhan bisnis dibarengi sejumlah program keberlanjutan

Popmama.com/Putri Syifa N

Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, Erajaya juga menjalankan sejumlah program di bidang lingkungan, pendidikan, dan pengelolaan limbah elektronik.

Melalui Wana Erajaya, perusahaan menjalankan kegiatan restorasi ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, serta reforestasi. Program tersebut disebut berpotensi memberikan kontribusi carbon emissions offset sekitar 1.922 tCO2e.

Di bidang pendidikan, Program Penguatan & Kerjasama Vokasi Erajaya telah menjangkau lebih dari 3.000 siswa sejak 2019 dan membangun kemitraan dengan 221 sekolah di 29 provinsi.

Sementara melalui Erajaya Sustainable Gadget, perusahaan mendorong pengelolaan limbah elektronik dengan menyediakan titik pengumpulan melalui program seperti erafone Jaga Bumi dan Urban Republic Zero Waste. Sejak diluncurkan pada 2024, sebanyak 4.238 gadget rusak atau tidak lagi digunakan telah disalurkan kepada mitra daur ulang.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif yang sejalan dengan arah pertumbuhan bisnis, perkembangan regulasi, serta ekspektasi para stakeholders,” lanjut Budiarto.

Memasuki dekade berikutnya, Erajaya berencana tetap memperkuat bisnis inti sambil mencari peluang baru di berbagai kategori gaya hidup. Ekspansi akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan peluang pasar, potensi pertumbuhan, serta kesesuaian dengan kapabilitas perusahaan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article