Popmama.com/Putri Syifa N
Transformasi Erajaya terlihat dari semakin luasnya kategori bisnis yang dikembangkan. Sepanjang Semester I 2026, perusahaan menambah 173 gerai baru dan kini memiliki lebih dari 2.500 gerai di tiga negara.
Dari jumlah tersebut, Erajaya Digital mengoperasikan 1.920 gerai, Erajaya Active Lifestyle sebanyak 256 gerai, serta Erajaya Food & Nourishment sebanyak 90 gerai. Sementara jaringan di Singapura dan Malaysia mencapai 240 gerai.
Bisnis non-digital kini menyumbang sekitar 12 persen dari total penjualan grup pada Semester I 2026. Sebelumnya, pada tahun buku 2025, Erajaya mencatat penjualan tahunan sebesar Rp76 triliun.
President Director & Group CEO Erajaya, Budiarto Halim, mengatakan diversifikasi dilakukan bukan hanya untuk menambah kategori bisnis, tetapi juga mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.
Hal yang dipetik Erajaya hari ini merupakan buah dari perjalanan dan langkah diversifikasi terukur yang perusahaan lakukan untuk menjawab dinamika kebutuhan konsumen. Mulai dari Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, hingga Erajaya Food & Nourishment, dikembangkan bukan sekadar untuk memperluas portofolio bisnis, tetapi karena melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari konsumen.
“Kami ingin hadir tidak hanya ketika konsumen membutuhkan perangkat digital, tetapi juga melalui beragam kebutuhan dan pengalaman lifestyle lainnya. Bertumbuhnya kontribusi vertikal non-digital terhadap kinerja Group menjadi salah satu cerminan bahwa pengembangan tersebut mulai memberikan kontribusi nyata bagi bisnis Erajaya,” ujar Budiarto.