Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
8 Tanda Eksim Kering di Wajah, Menandakan Kulit Sedang Bermasalah
istockphoto/Liudmila Chernetska

Intinya sih...

  • Kulit terasa sangat kering dan kasar, tidak membaik meski rutin menggunakan pelembap

  • Rasa gatal yang datang berulang, sulit ditahan dan bisa memicu eksim menjadi sulit sembuh

  • Kemerahan pada area wajah tertentu, disertai rasa hangat dan bisa bertahan lama jika pemicunya tidak dihindari

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Eksim kering di wajah bukan sekadar masalah kulit kering biasa. Kondisi ini berkaitan dengan peradangan kulit dan gangguan lapisan pelindung kulit atau skin barrier. Saat skin barrier rusak, kulit tidak mampu menahan kelembapan dengan baik.

Akibatnya, berbagai iritan dari luar mudah masuk ke dalam kulit. Hal inilah yang memicu reaksi berulang seperti gatal dan kemerahan. Karena bersifat kronis, eksim kering perlu dikenali sejak awal.

Dalam istilah medis, eksim kering sering dikaitkan dengan dermatitis atopik. Penyakit ini dapat dipengaruhi faktor genetik, lingkungan, dan sistem imun. Pada wajah, eksim lebih mudah muncul karena kulitnya tipis dan sensitif.

Paparan polusi, perubahan cuaca, serta penggunaan skincare yang tidak sesuai bisa menjadi pemicu. Gejalanya dapat muncul perlahan atau tiba-tiba.

Berikut, Popmama.com telah merangkum 8 tanda eksim kering di wajah yang menandakan kulit sedang bermasalah. Yuk simak ringkasan permbahasannya dibawah ini.

1. Kulit terasa sangat kering dan kasar

istockphoto/Valeriia Mitriakova

Kulit yang terasa sangat kering merupakan tanda awal eksim kering di wajah. Kondisi ini biasanya tidak membaik meski sudah rutin memakai pelembap. Tekstur kulit terasa kasar saat disentuh. Wajah juga tampak kusam dan tidak segar.

Hal ini menandakan kulit kehilangan kelembapan alaminya. Kondisi tersebut sering terjadi berulang. Secara medis, kulit sangat kering menunjukkan fungsi skin barrier sedang terganggu. Lapisan pelindung kulit tidak mampu menahan air di dalam kulit.

Akibatnya, penguapan air terjadi lebih cepat. Paparan udara dingin atau ruangan ber-AC dapat memperparah kekeringan. Kulit pun menjadi lebih sensitif terhadap bahan aktif skincare. Inilah alasan pelembap biasa sering terasa tidak cukup.

2. Rasa gatal yang datang berulang

istockphoto/Hazal Ak

Gatal merupakan gejala khas eksim kering yang paling sering dikeluhkan. Rasa gatal bisa muncul tiba-tiba dan sulit ditahan. Pada sebagian orang, gatal terasa lebih parah saat malam hari. Hal ini berkaitan dengan perubahan suhu tubuh dan aktivitas sistem imun.

Kondisi ini sering memicu keinginan untuk menggaruk. Padahal, garukan justru memperburuk eksim. Dari sisi medis, gatal terjadi akibat peradangan pada saraf kulit. Saat kulit digaruk, lapisan kulit semakin rusak.

Kerusakan ini memicu peradangan yang lebih berat. Garukan juga meningkatkan resiko infeksi bakteri. Jika siklus gatal dan garuk terus berulang, eksim menjadi sulit sembuh. Oleh karena itu, gatal berulang tidak boleh diabaikan.

3. Kemerahan pada area wajah tertentu

istockphoto/Nuttawan Jayawan

Kemerahan menjadi tanda visual eksim kering yang cukup mudah dikenali. Area pipi, dahi, dan sekitar hidung sering menjadi lokasi munculnya kemerahan. Pada kulit terang, warna merah tampak jelas.

Sementara pada kulit gelap, warnanya bisa kecokelatan atau keabu-abuan. Kemerahan sering disertai rasa hangat. Kondisi ini bisa muncul dan menghilang. Kemerahan menandakan adanya proses peradangan aktif di kulit.

Peradangan dipicu oleh reaksi sistem imun terhadap iritan. Polusi, debu, dan stres emosional dapat memperburuk kemerahan. Penggunaan produk berbahan keras juga menjadi pemicu umum.

Jika pemicunya tidak dihindari, kemerahan bisa bertahan lama. Bahkan, area yang terkena dapat meluas.

4. Kulit mengelupas atau tampak bersisik

istockphoto/Cunaplus_M.Faba

Eksim kering sering menyebabkan kulit wajah mengelupas halus. Pengelupasan biasanya terlihat di area paling kering. Kulit tampak bersisik dan tidak rata. Kondisi ini berbeda dengan efek eksfoliasi biasa. Biasanya disertai rasa gatal atau perih. Wajah pun terlihat kurang sehat.

Pengelupasan terjadi karena siklus regenerasi kulit terganggu. Sel kulit mati menumpuk dan tidak terlepas sempurna. Kulit baru sulit terbentuk dengan optimal.

Akibatnya, lapisan luar kulit menjadi rapuh. Jika dibiarkan, kulit semakin mudah iritasi. Inilah alasan eksfoliasi berlebihan tidak dianjurkan pada eksim.

5. Sensasi perih atau terbakar

istockphoto/Nuttawan Jayawan

Sensasi perih atau terbakar sering dirasakan penderita eksim kering di wajah. Sensasi ini muncul saat mencuci muka. Penggunaan skincare tertentu juga dapat memicunya. Bahkan produk yang sebelumnya aman bisa terasa menyengat.

Kulit terasa panas dan tidak nyaman. Kondisi ini menandakan iritasi. Secara medis, rasa perih terjadi karena ujung saraf kulit terekspos. Skin barrier yang rusak membuat kulit lebih reaktif.

Bahan aktif seperti alkohol atau parfum mudah memicu iritasi. Air dengan suhu ekstrem juga dapat memperparah kondisi. Jika terus dibiarkan, peradangan bisa meningkat. Oleh karena itu, perawatan lembut sangat dianjurkan.

6. Kulit menjadi lebih tebal

istockphoto/Boyloso

Eksim kering kronis dapat menyebabkan penebalan kulit wajah. Kulit terasa lebih keras dan kasar. Teksturnya tampak berbeda dibanding area sekitarnya. Kondisi ini biasanya muncul perlahan.

Penebalan sering terjadi di area yang sering digaruk. Hal ini menandakan eksim berlangsung lama. Penebalan kulit dikenal sebagai likenifikasi. Kondisi ini terjadi akibat garukan berulang dalam jangka panjang.

Kulit berusaha melindungi diri dari iritasi. Sayangnya, lapisan yang menebal membuat kulit sulit pulih. Penampilan wajah pun menjadi tidak merata. Penanganan medis biasanya dibutuhkan.

7. Muncul retakan halus atau luka kecil

istockphoto/Andrzej Rostek

Pada kondisi yang lebih parah, eksim kering dapat menyebabkan retakan halus. Retakan sering muncul di sudut bibir atau sekitar hidung. Kulit terasa perih saat bergerak. Aktivitas sederhana seperti tersenyum bisa terasa sakit.

Luka kecil membuat wajah tidak nyaman. Kondisi ini perlu perhatian serius.Retakan kulit meningkatkan resiko infeksi bakteri. Kuman mudah masuk melalui celah kulit. Luka bisa mengeluarkan cairan bening.

Jika terinfeksi, peradangan akan semakin berat. Proses penyembuhan pun menjadi lebih lama. Inilah alasan eksim parah perlu penanganan dokter.

8. Kulit menjadi sangat sensitif

istockphoto/Siarhei SHUNTSIKAU

Kulit wajah dengan eksim kering biasanya sangat sensitif. Reaksi bisa muncul akibat perubahan suhu. Paparan sinar matahari sering memicu keluhan. Produk perawatan terasa tidak cocok. Kulit mudah gatal, perih, atau merah. Kondisi ini bisa muncul berulang.

Sensitivitas tinggi menandakan skin barrier belum pulih. Kulit tidak mampu melindungi diri secara optimal. Akibatnya, eksim mudah kambuh. Pemilihan produk menjadi sangat penting. Perawatan sederhana dan minimal lebih dianjurkan. Pendekatan ini membantu menenangkan kulit.

Jika tanda eksim kering di wajah tidak membaik atau semakin parah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter kulit. Diagnosis yang tepat membantu menentukan perawatan sesuai kondisi kulit. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi dan kekambuhan.

Eksim kering di wajah sering berkembang pelan, sehingga tanda-tandanya kerap dianggap sebagai masalah kulit biasa. Padahal, perubahan kecil pada tekstur, rasa gatal, atau sensitivitas berlebih bisa menjadi sinyal bahwa kulit sedang bermasalah.

Mengabaikan kondisi ini justru berisiko membuat iritasi semakin sering muncul dan sulit dikendalikan. Perawatan yang tepat sejak awal membantu menjaga kenyamanan kulit wajah dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Maka dari itu, sekarang kamu sudah mengetahui pembahasan tentang 8 tanda eksim kering di wajah yang menandakan kulit sedang bermasalah. Jika keluhan terus berulang, konsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah yang bijak dan jangan menunda ya.

Editorial Team