Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

6 Tempat Sarapan di Surabaya yang Wajib Dicoba

6 Tempat Sarapan di Surabaya yang Wajib Dicoba
Freepik/8photo
Intinya Sih

  • Soto Ayam Lamongan Cak Har

  • Rawon Setan Embong Malang

  • Lontong Balap Pak Gendut

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mencari tempat sarapan enak di Surabaya cukup mudah, apalagi kota ini dikenal punya banyak kuliner pagi yang legendaris dan mengenyangkan. Mulai dari soto, rawon, hingga nasi campur dan kopi tradisional, pilihannya cocok untuk memulai hari dengan energi penuh.

Beberapa tempat bahkan sudah menjadi favorit warga lokal karena rasa yang konsisten, harga ramah, dan porsi memuaskan. Ada yang terkenal dengan kuah rempah kaya rasa, lauk tradisional lengkap, hingga menu sederhana yang justru bikin kangen.

Kalau Mama dan Papa sedang mencari referensi sarapan sebelum beraktivitas atau wisata kuliner pagi, daftar ini bisa jadi panduan praktis. Berikut Popmama.com kasih rekomendasi 6 tempat sarapan di Surabaya yang populer dan layak dicoba.

Table of Content

1. Soto Ayam Lamongan Cak Har

1. Soto Ayam Lamongan Cak Har

6 Tempat Sarapan di Surabaya yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner.jpg
Google Maps/Seonho Shin

Destinasi soto paling ikonik di Surabaya Timur dengan kuah kuning kental yang kaya rempah. Tempatnya sangat luas, mampu menampung ratusan orang, sehingga cocok untuk sarapan rombongan besar tanpa harus antre lama. 

Keunggulan utamanya adalah ketersediaan bubuk koya dan balungan (tulang ayam) yang bisa diambil gratis sepuasnya. Mama bebas meracik tingkat kekentalan kuah mereka sendiri dengan tambahan koya yang gurih dan renyah.

Lokasi: Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.220, Semolowaru, Kec. Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. 

Harga: Mulai Rp25.000

Jam operasional: 06.00 - 14.00 WIB

2. Rawon Setan Embong Malang

6 Tempat Sarapan di Surabaya yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner.jpg
Google Maps/edwp

Rawon adalah salah satu kuliner tertua di Nusantara, bahkan sudah tercatat dalam Prasasti Taji (901 M) dengan nama Rarawwan. Versi "Setan" di Embong Malang yang dirintis oleh Mbah Musiati sejak 1952.

Nama "Setan" disematkan oleh pelanggan karena dulunya warung ini baru beroperasi mulai pukul 22.00 hingga dini hari, waktu di mana hanya "setan" yang dianggap masih berkeliaran. Hal ini menciptakan tren kuliner malam yang kini justru menjadi destinasi sarapan favorit bagi mereka yang mengawali hari lebih pagi. 

Lokasi: No.78/I, Jl. Embong Malang, Genteng, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 

Harga: Mulai Rp50.000

Jam operasional: 08.00 - 3.00 WIB

3. Lontong Balap Pak Gendut

6 Tempat Sarapan di Surabaya yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner.jpg
Google Maps/sofyan hendrick

Menu ini adalah perayaan kesegaran tauge yang disiram kuah bening gurih berbumbu petis tipis. Bintang utamanya adalah lentho, perkedel kacang tolo yang digoreng garing, memberikan sensasi crunchy di tengah lembutnya lontong.

Jangan lewatkan sate kerang yang kenyal, sate ini memberikan dimensi rasa manis dan sedikit pedas dari bumbu kecapnya, yang jika dicampurkan ke dalam kuah lontong balap dengan sesendok sambal petis. 

Lokasi: Jl. Kranggan no 60, yg, Bubutan, Kec. Bubutan, Surabaya, Jawa Timur. 

Harga: Mulai Rp16.000

Jam operasional: 9.00 - 22.00 WIB

4. Soto Ayam Cak Pardi

6 Tempat Sarapan di Surabaya yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner.jpg
Google Maps/eagle eye

Soto ini menjadi primadona bagi warga lokal yang ingin sarapan cepat dengan harga terjangkau di tengah kota. Meskipun tempatnya relatif sederhana, kualitas rasa kaldu ayamnya tetap konsisten selama bertahun-tahun.

Isiannya cukup sederhana namun berkualitas, terdiri dari suwiran ayam yang tipis, irisan kol, dan seledri yang melimpah. Nasinya disajikan langsung tercampur di dalam mangkuk sehingga setiap butir nasi meresap ke dalam kaldu panas, memberikan kepuasan maksimal di setiap suapan. 

Lokasi: Jl. Embong Malang No.20, Genteng, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur. 

Harga: Mulai Rp20.000

Jam operasional: 06.00 - 14.30 WIB

5. Depot Nasi Campur Pojok Tambak Bayan

6 Tempat Sarapan di Surabaya yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner.jpg
Google Maps/Nurman Riyadi Rahman

Nasi campur di sini adalah festival lauk-pauk tradisional Jawa Timur yang disatukan dalam satu piring hangat. Menu disini menghadirkan empal suir, daging sapi yang dimasak dengan bumbu manis-gurih. 

Lauk pendamping lainnya tidak kalah menggoda, mulai dari mie goreng jawa yang kenyal, sambal goreng ati kentang yang pedas-manis, hingga serundeng kelapa yang gurih. 

Lokasi: Jl. Raya Darmo Permai I No.86M 86N, Pradahkalikendal, Kec. Dukuhpakis, Surabaya, Jawa Timur. 

Harga: Mulai Rp25.000

Jam operasional: 6.00 - 17.00 WIB

6. Kopi Kutho Gayungsari

6 Tempat Sarapan di Surabaya yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner.jpg
Google Maps/Megawati P. L

Menu di sini mengusung konsep sarapan santai ala warung kopi tradisional dengan menu utama Kopi Kothok. Kopi ini dimasak dengan cara merebus bubuk kopi bersama gula di dalam panci hingga mendidih, menghasilkan rasa yang lebih pekat.

Sebagai pendamping kopi, tersedia berbagai pilihan nasi bungkus atau "nasi kucing" dengan porsi kecil yang pas untuk mengganjal perut. Pilihan lauknya sederhana seperti sambal bandeng atau teri kacang, memberikan rasa asin dan pedas.

Lokasi: Jl. Gayungsari Bar. X No.33, Gayungan, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur.

Harga: Mulai Rp20.000

Jam operasional: 05.00 - 21.00 WIB

Nah, itulah 6 tempat sarapan di Surabaya yang bisa Mama dan Papa coba untuk mengawali hari dengan perut kenyang dan hati senang.

Yuk, temukan mau sarapan di mana besok pagi dan rasakan sendiri kelezatan kuliner khas Kota Pahlawan!

FAQ Seputar Tempat Sarapan di Surabaya

Jam berapa waktu terbaik untuk sarapan di Surabaya?

Umumnya tempat sarapan di Surabaya mulai buka pukul 06.00–07.00 WIB.

Apa menu sarapan khas Surabaya yang wajib dicoba?

Beberapa menu favorit antara lain soto ayam Lamongan, lontong balap, rawon, nasi campur, bubur ayam, hingga pecel.

Apakah ada tempat sarapan di Surabaya yang buka 24 jam?

Ada beberapa warung makan, depot, dan kedai kopi yang buka 24 jam, terutama di area pusat kota dan dekat kampus atau stasiun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More