Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Amankah Ibu Menyusui Minum Asam Mefenamat? Ini Aturannya!

Amankah Ibu Menyusui Minum Asam Mefenamat? Ini Aturannya!
Freepik/freepik
Intinya Sih
  • Asam mefenamat tergolong obat NSAID yang efektif meredakan nyeri, namun penggunaannya pada ibu menyusui harus diawasi karena zatnya dapat bertahan lama dalam tubuh dan sedikit masuk ke ASI.
  • Penelitian menunjukkan hanya sekitar 1% asam mefenamat yang berpindah ke ASI, tetapi pemakaian sebaiknya dibatasi pada dosis rendah dan durasi singkat untuk menjaga keamanan bayi.
  • Ibu menyusui disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi asam mefenamat, terutama jika bayi prematur atau memiliki masalah ginjal, serta memantau reaksi bayi setelah penggunaan obat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjadi ibu baru memang penuh tantangan, salah satunya adalah merasakan sakit setelah melahirkan atau munculnya sakit gigi secara mendadak ya, Ma. Ketika rasa sakit terlalu mengganggu, langkah pertama yang biasa Mama dilakukan adalah mencari obat untuk mengurangi nyeri yang tersedia di laci obat. Nah, salah satu obat yang sering ditemukan di rumah adalah Asam Mefenamat atau Mefenamic Acid.

Tetapi, bagi Mama yang sedang menyusui secara eksklusif, muncul keraguan besar, "Apakah Asam Mefenamat ini aman untuk si Kecil?". Hal ini dapat terjadi karena apa pun yang Mama konsumsi, mulai dari makanan hingga obat-obatan, berpotensi masuk ke dalam aliran ASI. Hal ini sering kali membuat Mama merasa bingung antara menahan rasa sakit atau khawatir tentang kesehatan bayi.

Sangat penting bagi Mama untuk mengerti bahwa nggak semua obat pereda nyeri memiliki tingkat keamanan yang sama, ya, Ma. Beberapa obat mungkin bisa Mama konsumsi asal dalam dosis yang tepat, tetapi ada juga obat yang sebaiknya tidak diminum sama sekali karena bisa berdampak buruk pada bayi, lho, Ma. Jadi, edukasi tentang apa saja yang terkandung dalam obat menjadi hal penting agar proses menyusui bisa berjalan lancar dan tetap menjaga kesehatan Mama.

Nah untuk membantu Mama yang sedang khawatir, kali ini Popmama.com akan membahas secara rinci tentang penggunaan obat Asam Mefenamat saat sedang menyusui. Dengan melihat standar kesehatan internasional seperti WHO dan hasil penelitian tentang menyusui secara global, berikut poin penting yang perlu Mama ketahui sebelum memutuskan untuk mengonsumsi asam mefenamat.

Table of Content

1. Mengenal karakter asam mefenamat

1. Mengenal karakter asam mefenamat

Amankan Ibu Menyusui Minum Asam Mefenamat? Ini Aturannya! 2.jpg
Freepik/luis_molinero

Asam Mefenamat termasuk dalam golongan pereda nyeri yang disebut NSAID, Ma. Nah, cara kerjanya adalah dengan "mematikan" sinyal rasa sakit sehingga peradangannya langsung di pusat saraf, Mama. Biasanya, zat ini jadi andalan banget buat Mama yang lagi ngerasain sakit gigi yang cenat-cenut atau nyeri hebat setelah operasi maupun luka jahitan melahirkan.

Penting untuk diketahui ya Ma, Asam Mefenamat merupakan zat kimia medis murni, jadi tidak ditemukan secara alami dalam makanan atau herbal. Menurut World Health Organization (WHO), zat ini memang sangat efektif, tetapi penggunaannya pada ibu menyusui harus tetap dalam pengawasan. Hal ini sebabkan katena sifatnya yang sistemik. Jadi ada kemungkinan kecil sisa zatnya ikut mengalir ke saluran payudara Mama, tempat ASI diproduksi.

Masalahnya, Asam Mefenamat ini termasuk jenis kandungan yang bertahan agak lama di dalam tubuh mama, nih, sebelum akhirnya terbuang. Artinya, setelah diminum, zat ini butuh waktu lebih lama untuk benar-benar hilang dari sistem tubuh Mama dibandingkan kandungan nyeri biasa seperti Paracetamol. Itulah kenapa Mama nggak boleh sembarangan mengonsumsi zat ini berkali-kali tanpa jadwal yang jelas.

Penggunaan yang tidak terkontrol juga bisa menyebabkan penumpukan Asam Mefenamat, lho, di tubuh Mama. Jika dosisnya terlalu tinggi, bukan cuma Mama yang merasa lelah, tapi sistem penyaringan ASI juga bisa terbeban, Ma. Maka dari itu, penting untuk mengetahui batasan dosis harian agar manfaat dari zat ini tetap maksimal tanpa membahayakan si Kecil yang masih menyusu, ya, Ma.

2. Status keamanan dan penyerapan asam mefenamat ke ASI

Amankan Ibu Menyusui Minum Asam Mefenamat? Ini Aturannya! 3.jpg
Freepik/freepik

Mama pasti memiliki kekhawatiran dan rasa takut kalau si Kecil ikut "minum" Asam Mefenamat lewat ASI. Nah, menurut situs referensi laktasi dunia e-Lactancia, zat ini sebenarnya masuk kategori risiko rendah, nih, Ma. Alasannya unik, lho, Asam Mefenamat sifatnya sangat "setia" pada darah Mama dan sangat sulit untuk pindah ke cairan ASI karena sifat pengikatan proteinnya.

Sekitar 99% zat Asam Mefenamat akan menempel erat pada protein di aliran darah mama. Hal ini disebabkan karena mereka sudah "berpegangan" kuat pada darah. Jadi zat ini tidak punya ruang untuk lepas dan mengalir masuk ke saluran ASI, Mama. Berdasarkan penelitian dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), jumlah Asam Mefenamat yang akhirnya nyasar ke ASI cuma sekitar 1% saja, lho, dari dosis asli yang Mama minum.

Selain itu, hal yang perlu Mama perhatikan adalah Rasio Susu-ke-Plasma (M/P Ratio). Data riset juga menunjukkan bahwa Asam Mefenamat memiliki rasio yang sangat rendah, jauh di bawah angka 1.0, yang artinya konsentrasi zat ini di dalam ASI tidak akan pernah melebihi konsentrasi zat tersebut di dalam darah Mama sendiri. Nah, ini menjadi alasan teknis mengapa para ahli masih mengategorikannya dalam batas aman untuk penggunaan darurat, ya, Ma.

Meskipun angkanya hanya 1%, Mama tetap harus memperhatikan durasi penggunaan Asam Mefenamat. Penggunaan satu atau dua kali dosis tunggal jauh lebih aman dibandingkan penggunaan rutin selama seminggu penuh, Ma. Prinsipnya, semakin sedikit zat Asam Mefenamat yang masuk ke tubuh Mama, semakin tenang juga proses menyusui si Kecil karena paparan kimianya tetap minimal.

3. Potensi efek samping pada si kecil

Amankan Ibu Menyusui Minum Asam Mefenamat? Ini Aturannya! 4.jpg
Freepik/user18526052

Meskipun jumlah Asam Mefenamat yang masuk ke ASI sangat sedikit, Mama tetap harus jadi pengamat yang jeli bagi si Kecil, ya. Merujuk pada database medis internasional Drugs.com, paparan kandungan jenis NSAID melalui ASI terkadang bisa memicu gangguan pencernaan ringan pada bayi, lho, Ma. Hal ini biasanya ditandai dengan bayi yang tampak lebih rewel atau perutnya kembung setelah menyusu.

Penyebabnya adalah organ bayi, terutama ginjal dan hatinya, yang masih dalam tahap perkembangan awal. Mereka belum jago menyaring zat kimia asing secepat tubuh orang dewasa sehingga butuh waktu lebih lama untuk memprosesnya. Jadi, sisa Asam Mefenamat yang 1% tadi pun tetap harus diproses oleh tubuh mungil si Kecil yang masih sensitif, Ma.

Kalau Mama menyadari bahwa si Kecil sudah menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa, seperti diare mendadak atau muncul ruam merah, segera konsultasikan ke dokter, ya, Ma. Seperti pesan dari British National Formulary (BNF), kewaspadaan Mama merupakan garda terdepan untuk mendeteksi reaksi sekecil apa pun pada saluran pencernaan bayi selama Mama dalam masa pengobatan.

Selain itu, Mama juga bisa pantau pola tidur bayi setelah Mama mengonsumsi Asam Mefenamat. Jika bayi tampak jauh lebih mengantuk dari biasanya atau justru sangat sulit tidur, ada baiknya Mama segera mengevaluasi penggunaan zat tersebut. Respon setiap bayi terhadap zat kimia bisa sangat berbeda, Ma, jadi jangan ragu untuk menghentikan pemakaian jika Mama merasa ada yang janggal.

4. Perbandingan dengan kandungan pereda nyeri lainnya

Amankan Ibu Menyusui Minum Asam Mefenamat? Ini Aturannya! 5.jpg
Freepik/freepik

Mama mungkin bingung kenapa dokter kadang lebih menyarankan Paracetamol atau Ibuprofen dibandingkan Asam Mefenamat. Ternyata, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kedua kandungan tersebut memang punya sejarah penelitian yang jauh lebih panjang dan lengkap bagi ibu menyusui. Jadi profil keamanannya sudah terbukti sangat ramah bagi metabolisme bayi, Ma

Melansir Medscape, Ibuprofen dinilai memiliki waktu paruh yang lebih pendek, sehingga lebih cepat keluar dari tubuh Mama. Ini memudahkan Mama untuk mengatur jadwal menyusui tanpa khawatir zat tersebut masih mengendap lama. Sedangkan Asam Mefenamat memiliki durasi kerja yang lebih panjang, sehingga risiko "kontak" dengan ASI juga berlangsung lebih lama.

Jadi, Asam Mefenamat biasanya baru dijadikan pilihan jika nyeri yang Mama rasakan sudah sangat hebat dan tidak mempan lagi dengan kandungan yang lebih ringan. Dokter akan menimbang manfaat bagi Mama agar tidak stres menahan nyeri, namun tetap menjaga keamanan bayi, Ma. Jadi, kalau dokter memberikan resep zat ini, berarti memang kondisi nyeri Mama sedang butuh penanganan ekstra.

Selain itu, penting juga bagi Mama untuk tidak sembarangan mengganti merek. Perlu diingat kalau Asam Mefenamat sering ditemukan dalam berbagai merek dagang seperti Ponstan, Mefinal, atau Opistan. Jadi, pastikan Mama cek label kemasannya dulu ya, jangan sampai meminum dua merek berbeda tapi ternyata isinya sama-sama mengandung Asam Mefenamat-nya.

5. Aturan pakai yang aman menurut ahli dunia

Amankan Ibu Menyusui Minum Asam Mefenamat? Ini Aturannya! 6.jpg
Freepik/freepik

Nah, biar proses menyusui Mama tetap tenang, ada triknya nih, Ma! Menurt panduan kesehatan dari NHS (National Health Service) Inggris, sebaiknya Mama menggunakan Asam Mefenamat dalam dosis efektif terendah dan dalam waktu sesingkat mungkin, ya. Biasanya, Mama tidak disarankan lebih dari 2 hingga 3 hari untuk meredakan fase nyeri yang akut.

Trik lainnya datang dari pakar farmasi laktasi dunia, Dr. Thomas Hale, dalam bukunya Medications & Mothers' Milk, beliau menyarankan Mama meminum Asam Mefenamat tepat setelah selesai menyusui atau saat si Kecil baru saja memulai tidur malam yang panjang, Ma. Hal ini dapat memberikan jeda waktu bagi tubuh Mama untuk memproses zat tersebut sampai kadarnya di darah menurun drastis.

Selain soal waktu, Mama juga disarankan untuk meningkatkan asupan air putih, ya, selama mengonsumsi Asam Mefenamat. Air putih membantu ginjal Mama bekerja lebih efisien untuk membuang sisa-sisa zat tersebut melalui urin. Jadi, semakin lancar metabolisme Mama, semakin cepat pula tubuh Mama bersih dari zat kimia yang berpotensi memengaruhi kualitas ASI.

Nah, terakhir, hindari menggabungkan Asam Mefenamat dengan kandungan pereda nyeri lainnya dalam waktu bersamaan tanpa resep dokter, Ma. Menurut data klinis, pencampuran dua jenis zat nyeri tanpa pengawasan bisa memicu iritasi lambung pada Mama. Jika lambung Mama bermasalah, asupan nutrisi Mama bisa terganggu dan secara tidak langsung akan memengaruhi produksi ASI.

6. Kondisi yang membuat Asam Mefenamat harus dihindar

Amankan Ibu Menyusui Minum Asam Mefenamat? Ini Aturannya! 7.jpg
Freepik/pvproductions

Nggak semua Mama dan bayi "cocok" dengan Asam Mefenamat, lho. Jika bayi Mama lahir prematur atau memiliki masalah fungsi ginjal bawaan, zat golongan NSAID ini benar-benar harus dihindari, ya, Ma. Hal ini dikarenakan bayi prematur memiliki organ yang jauh lebih sensitif, sehingga risiko penumpukan zat kimia sekecil apa pun harus diantisipasi.

Mama juga harus ekstra waspada jika si Kecil sedang dalam kondisi kurang fit, misalnya sedang diare atau dehidrasi. Saat bayi kekurangan cairan, ginjalnya sedang bekerja ekstra keras. Menambahkan paparan Asam Mefenamat lewat ASI bisa memperberat kerja organ mungilnya tersebut, Ma, sehingga proses pemulihan si Kecil bisa terhambat.

Bagi Mama yang memiliki riwayat maag akut, asma, atau alergi terhadap aspirin, Asam Mefenamat juga berisiko memicu kekambuhan, Ma. Mama yang sensitif terhadap kandungan nyeri tertentu kemungkinan besar akan bereaksi negatif terhadap zat ini. Jika Mama sakit, tentu proses mengurus si Kecil juga jadi tidak maksimal.

Maka dari itu, sangat penting untuk selalu mengecek label kemasan mengenai kontraindikasi Asam Mefenamat. Jangan hanya tergiur karena zatnya ampuh menghilangkan nyeri dengan cepat. Keamanan jangka panjang bagi kesehatan Mama dan perkembangan organ si Kecil tetap harus menjadi pertimbangan utama.

7. Pentingnya konsultasi dengan ahli laktasi

Amankan Ibu Menyusui Minum Asam Mefenamat? Ini Aturannya! 8.jpg
Freepik/pressfoto

Nah, poin terakhir yang paling krusial adalah jangan pernah melakukan pengobatan mandiri tanpa konsultasi, ya Ma. Hal ini karena kondisi tubuh setiap Mama dan bayi bersifat unik. Apa yang aman bagi Mama lain, belum tentu memberikan reaksi yang sama pada Mama.

Dokter laktasi biasanya akan menghitung dosis Asam Mefenamat yang paling aman dengan mempertimbangkan berat badan dan usia bayi Mama. Mereka juga bisa memberikan alternatif cara penanganan nyeri secara alami sebelum beralih ke zat farmasi yang keras. Jika nyeri tidak kunjung hilang, dokter akan mencari tahu apakah ada penyebab lain yang butuh penanganan berbeda.

Ingat ya Ma, menjaga kesehatan diri sendiri adalah bentuk kasih sayang yang nyata untuk si Kecil. Jika Mama sehat dan bebas dari rasa sakit, Mama bisa menyusui dengan lebih tenang, nyaman, dan bahagia. Jangan ragu juga buat bertanya pada ahlinya demi memastikan keamanan penggunaan Asam Mefenamat bagi Mama dan si buah hati, Ma.

Jika reaksi muncul pada bayi setelah Mama mengonsumsi Asam Mefenamat, jangan lupa untuk dicatat ya, Ma. Catatan kecil ini akan sangat membantu dokter dalam memberikan saran atau penyesuaian dosis yang lebih tepat nantinya. Happy breastfeeding, Ma, semoga Mama selalu sehat untuk menemani tumbuh kembang si Kecil!

Nah, itu dia fakta lengkapnya, Ma. Memang menahan nyeri itu nggak mudah, tapi kesehatan si Kecil tentu tetap jadi prioritas utama.

Kalau Mama sendiri, punya pengalaman atau tips lain saat harus minum obat pereda nyeri sambil menyusui?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Related Articles

See More