“Seberapa ideal untuk proses pengajuan visa? Secepat-cepatnya ketika customer atau pelanggan sudah tahu visa itu apa, apakah untuk turis, bisnis, atau mengunjungi keluarga, lalu dokumen-dokumen yang diperlukan sudah dimiliki, disarankan untuk secepatnya apply janji temu,” kata Simon Peachey selaku Chief Operating Officer VFS Australasia, China, dan RCIS, Selasa (20/1/26).
5 Tips Aman Urus Visa Jelang Liburan, Perhatikan Dokumen dan Waktu Pengajuan

- Pengajuan visa sebaiknya dilakukan secepatnya (mulai dari 180 hari atau 6 bulan) setelah mengetahui rencana perjalanan, terutama saat mendekati musim liburan.
- Proses pengajuan visa sering kali memakan waktu lama karena banyaknya permintaan pengajuan di waktu yang sama dan proses pemutusan visa yang berada di tangan pihak kedutaan.
- Informasi yang kurang lengkap atau tidak valid dapat menjadi alasan penolakan visa, namun bisa diajukan kembali dengan syarat dokumen yang lengkap dan sesuai.
Ingin berlibur ke luar negeri? Selain menentukan destinasi wisata yang ingin dikunjungi, hal paling pertama yang perlu disiapkan adalah visa jika negara tujuan memerlukan dokumen tersebut sebagai syarat wajib.
Nah, ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum mengurus visa. Jangan sampai ada dokumen yang kurang lengkap atau bahkan terjerat penipuan karena kurang teliti.
Pengajuan visa harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum mendekati hari keberangkatan karena prosesnya biasanya memakan waktu lama. Idealnya, visa harus diajukan paling tidak 180 hari dari tanggal keberangkatan.
Selengkapnya telah Popmama.com rangkum berikut ini seputar tips aman urus visa jelang liburan, perhatikan dokumen dan waktu pengajuannya!
Waktu Ideal untuk Mengajukan Visa

Pengajuan visa sering kali membuat banyak orang khawatir karena prosesnya bisa saja berlangsung lebih lama dan belum pasti karena bisa saja ditolak pengajuannya. Visa sebenarnya sudah bisa diajukan sejak 180 hari atau 6 bulan sebelum rencana perjalanan, contohnya untuk pengajuan visa Schengen.
Waktu ideal untuk mengajukan visa adalah secepatnya setelah mengetahui rencana perjalanan, baik untuk liburan, mengunjungi keluarga, sekolah, bekerja, dan lainnya. Ajukan permohonan visa terlebih dahulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau yang diperlukan saat proses berlangsung, terlebih saat mendekati musim liburan seperti Maret hingga Mei di Eropa sehingga banyak yang akan mengajukan visa.
Penyebab Proses Pengajuan Visa Memakan Waktu Lama

Proses pengajuan visa memang cukup rumit dan terkadang memakan waktu lama. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh banyaknya permintaan pengajuan di satu waktu yang sama.
“Sebenarnya tidak ada (masalah) spesifik selain meningkatnya permintaan janji temu. Ada hal-hal yang VFS juga tidak bisa kontrol, seperti proses pemutusan visa itu sendiri berada di tangan pihak kedutaan yang bisa memengaruhi proses visanya,” kata Simon.
Proses pemutusan visa pada dasarnya diputuskan oleh pihak kedutaan, sehingga pihak lain atau pihak layanan dukungan administratif tidak mengetahui hal ini. Namun, biasanya ada proses terpusat yang membuat proses penerbitan visa memakan waktu lama.
”Biasanya ada proses tertentu yang terpusat untuk proses visanya sehingga memerlukan waktu,” tambahnya.
Faktor yang Menyebabkan Pengajuan Visa Ditolak

Jika pernah ditolak saat mengajukan visa, Mama juga dapat mengajukan kembali permohonan visa. Biasanya, informasi yang kurang lengkap atau diperlukan tertera dalam surat penolakan.
”Yang bisa kita sampaikan (mungkin) ada ketidakcocokan informasi, ada informasi yang tidak valid sehingga ada faktor yang menjadi alasan penolakan visa. Namun hal tersebut bisa dilihat pemohon di dalam pernyataan atau surat penolakan,” tutur Simon.
Pengajuan visa yang telah ditolak juga bisa diajukan ulang kembali ke kedutaan, namun tenggat waktunya tergantung masing-masing negara tujuan. Agar pengajuan diterima, sebaiknya cek kembali informasi yang tertera dalam formulir dan dokumen resmi sesuai dan lengkapi syarat atau dokumen yang tertera dalam surat penolakan agar tidak kembali terulang, ya, Ma.
”Paling penting adalah memastikan bahwa informasi yang disediakan untuk aplikasi itu benar-benar sesuai, benar-benar akurat dengan dokumen asli yang pemohon berikan,” jelasnya.
Biasanya, pengajuan dokumen visa memerlukan dokumen seperti paspor aktif, formulir pengajuan, pas foto terbaru, bukti keuangan (rekening koran), tiket perjalanan pulang-pergi, rencana perjalanan, dan surat undangan atau jaminan (jika ada). Lebih lengkap, dokumen yang perlu disertakan bisa dicek di laman resmi Direktorat Jenderal Imigrasi dan memastikan sesuai yang dibutuhkan negara tujuan.
Tips Aman Mengajukan Visa Jelang Musim Liburan

Jelang musim liburan, tentu permintaan (demand) pengajuan visa akan bertambah lebih banyak sehingga proses bisa berlangsung lebih lama dari biasanya. Setelah menentukan rencana liburan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar pengajuan visa diterima dan berjalan lancar.
Sebagai spesialis layanan outsourcing pengajuan visa, VFS Global menghimbau para pemohon visa untuk menghindari penipuan terkait visa dan mengajukan permohonan visa secara dini. Berikut lima langkah terbaik untuk memastikan proses pengajuan visa berjalan lancar dari VFS Global:
- Ajukan permohonan visa secepat mungkin
Dengan mengajukan visa terlebih dahulu, Mama dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan atau hal-hal yang harus dipersiapkan dalam pengajuan visa.
- Memastikan ketidakcocokan informasi
Selanjutnya, pastikan informasi yang tercantum dalam formulir aplikasi sesuai dan sama persis dengan dokumen resmi.
- Perhatikan format foto yang diperlukan
Pemohon visa juga harus menyiapkan foto dengan format atau standar yang sesuai dengan aturan yang dikeluarkan negara yang akan dituju.
- Pastikan dokumen yang diperlukan lengkap
Cek terlebih dahulu apakah semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap dan sesuai. Satu dokumen yang hilang atau tidak lengkap akan membuat pengajuan visa terhambat, Ma.
- Bank statement yang terautentikasi
Beberapa negara memerlukan autentikasi pada bank statement sehingga harus disesuaikan dengan kebutuhan negara yang dituju.
Demikian informasi mengenai tips aman urus visa jelang liburan, perhatikan dokumen dan waktu pengajuannya!
Selain memastikan dokumen lengkap, pastikan juga menggunakan layanan administrasi yang terpercaya (jika diperlukan) dan hindari transaksi dengan iming-iming percepatan pengajuan visa karena terindikasi sebagai penipuan, Ma.
Sebentar lagi akan memasuki musim liburan, terutama bagi Mama dan keluarga yang akan berlibur ke luar negeri sehingga pengajuan visa sebaiknya diurus secepat mungkin agar tidak terlalu lama menunggu.
Semoga membantu, Ma!
FAQ Seputar Visa
| Visa itu apa sih? | Visa adalah izin resmi dari suatu negara yang memungkinkan warga negara asing untuk masuk, tinggal sementara, atau melakukan kegiatan tertentu (seperti bekerja, belajar, atau berwisata) di wilayah negara tersebut dalam jangka waktu terbatas, berfungsi sebagai alat penyaring dan pengaman bagi negara tujuan. |
| Apa bedanya paspor dan visa? | Paspor adalah dokumen identitas diri untuk WNI di luar negeri yang diterbitkan negara asal (Imigrasi), sedangkan visa adalah izin masuk ke negara tujuan yang diterbitkan oleh kedutaan/konsulat negara tersebut dan biasanya ditempel di paspor sebagai stiker atau bentuk digital. |
| Berapa biaya pembuatan visa? | Biaya pembuatan visa sangat bervariasi tergantung negara tujuan dan jenis visanya, mulai dari Rp500.000 untuk Visa on Arrival (VOA) Indonesia hingga jutaan rupiah untuk visa negara lain seperti Jepang (Rp320.000-Rp630.000), Schengen (sekitar €90 atau Rp1.400.000+), dan Amerika (sekitar USD185 atau Rp2.900.000+), belum termasuk biaya layanan dan dokumen tambahan lainnya. |


















