7 Tips Memasak Pare agar Tidak Pahit, Caranya Sederhana

- Pilih pare yang tepat: Pilih pare muda berwarna hijau dengan permukaan tidak terlalu keriput untuk mengurangi rasa pahit.
- Belah dan buang bijinya: Bersihkan bagian tengah pare yang menjadi sumber utama rasa pahit.
- Remas pare dengan garam: Meremas pare dengan garam membantu menarik keluar cairan pahit dari dalamnya.
Pare sering jadi sayur yang bikin dilema, ya, Ma. Di satu sisi, pare dikenal kaya manfaat dan bagus untuk kesehatan, tapi di sisi lain rasanya yang pahit sering bikin anggota keluarga langsung menolak sebelum mencicipi.
Padahal, kalau diolah dengan cara yang tepat, pare bisa terasa jauh lebih ringan dan tetap enak disantap. Kuncinya bukan cuma di bumbu, tapi juga di cara memilih, membersihkan, dan memasaknya.
Dengan beberapa langkah sederhana, Mama bisa mengurangi rasa pahit pare tanpa menghilangkan tekstur dan gizinya. Biar masakan Mama makin nikmat, Popmama.com akan memberikan 7 tips memasak pare agar tidak pahit dengan cara sederhana. Yuk, simak dibawah ini ya!
1. Pilih pare yang tepat

Memilih pare adalah langkah awal yang sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada rasa akhirnya. Pare yang masih muda biasanya memiliki rasa pahit yang lebih ringan dibandingkan pare yang sudah terlalu tua.
Mama bisa memilih pare berwarna hijau muda dengan ukuran sedang dan permukaan yang tidak terlalu keriput. Pare yang terlalu kecil dan hijau tua cenderung lebih pahit karena kandungan senyawa pahitnya lebih tinggi.
Selain itu, pare yang segar juga memiliki tekstur lebih renyah saat dimasak. Dengan memilih pare yang tepat sejak awal, Mama sudah mengurangi rasa pahit bahkan sebelum proses memasak dimulai.
2. Belah dan buang bijinya sampai bersih

Bagian tengah pare sering menjadi sumber utama rasa pahit. Biji dan lapisan putih yang menempel di dalamnya mengandung senyawa pahit yang cukup kuat. Karena itu, pare sebaiknya dibelah dan dikerok bagian tengahnya hingga benar-benar bersih.
Semakin bersih Mama membersihkan bagian ini, semakin ringan pula rasa pahit yang tersisa. Jangan ragu untuk mengerok agak tebal lapisan putihnya, terutama jika pare yang digunakan cukup besar.
Langkah ini penting agar bumbu yang digunakan nantinya bisa lebih meresap ke daging pare. Selain itu, rasa pahit dari pare juga akan menghilang sehingga rasa masakan lebih terasa nikmat.
3. Remas pare dengan garam

Meremas pare dengan garam adalah cara klasik yang terbukti efektif mengurangi rasa pahit. Setelah pare diiris, taburi dengan garam secukupnya lalu remas-remas hingga pare layu dan mengeluarkan air. Proses ini membantu menarik keluar cairan pahit dari dalam pare.
Setelah didiamkan sekitar 10–15 menit, Mama perlu membilas pare dengan air bersih sampai sisa garam dan air pahitnya hilang. Jangan sampai langkah ini dilewatkan karena sangat berpengaruh pada rasa akhir masakan.
Hasilnya, pare akan terasa lebih netral dan siap diolah dengan bumbu apa pun. Namun ingat, jangan terlalu lama dalam mendiamkan karena akan membuat rasa pare menjadi terlalu asin.
4. Rendam dalam air garam atau air kapur sirih

Selain diremas, pare juga bisa direndam untuk mengurangi rasa pahitnya. Air garam atau air kapur sirih sering digunakan karena mampu menetralkan senyawa pahit pada pare. Cukup rendam pare selama 15–30 menit sebelum dimasak.
Selain membantu mengurangi pahit, perendaman ini juga membuat tekstur pare tetap renyah saat dimasak. Namun, Mama perlu membilasnya kembali setelah direndam agar tidak meninggalkan rasa asin atau kapur. Dengan cara ini, pare akan lebih enak dan tidak langu.
5. Rebus sebentar sebelum dimasak

Merebus pare sebentar bisa menjadi langkah tambahan jika Mama ingin rasa pahitnya semakin berkurang. Cukup rebus pare dalam air mendidih selama 1–2 menit saja, lalu langsung angkat dan tiriskan. Jangan terlalu lama karena bisa membuat pare menjadi lembek.
Proses perebusan singkat ini membantu menghilangkan sisa rasa pahit tanpa merusak tekstur. Setelah direbus, pare bisa langsung ditumis, dimasak santan, atau diolah sesuai menu favorit keluarga. Cara ini cocok untuk Mama yang ingin hasil lebih maksimal.
6. Gunakan bumbu yang kuat atau bahan berlemak

Pemilihan bumbu juga sangat mempengaruhi rasa pare. Bumbu tumisan seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan terasi bisa membantu menyeimbangkan rasa pahit. Selain itu, bahan berlemak seperti telur atau santan juga efektif membuat rasa pare lebih gurih.
Perpaduan rasa gurih dan sedikit pedas sering kali membuat pahit pare terasa jauh lebih ringan. Karena itu, pare jarang dimasak polos tanpa bumbu kuat. Dengan kombinasi yang tepat, pare bisa berubah jadi lauk yang nikmat dan menggugah selera.
7. Masak pare secukupnya

Memasak pare terlalu lama justru bisa membuat rasanya semakin pahit. Panas berlebih dapat memicu keluarnya senyawa pahit yang tersisa di dalam pare. Karena itu, Mama sebaiknya memasak pare hingga matang saja, tidak perlu terlalu lama.
Tekstur pare yang masih sedikit renyah justru lebih enak dan segar saat dimakan. Dengan waktu masak yang pas, rasa pahit bisa dikontrol dan kandungan gizinya pun tetap terjaga. Ini penting agar pare tetap sehat dan lezat.
Buat Mama yang baru mulai mengolah pare, kuncinya ada di kesabaran dan teknik yang tepat. Mulai dari memilih pare, membersihkan bagian tengah, hingga cara memasaknya, semua berperan dalam mengurangi rasa pahit.
Kalau sudah terbiasa, Mama bisa menyesuaikan cara sesuai selera keluarga. Apalagi setelah Mama mengetahui 7 tips memasak pare agar tidak pahit dengan cara sederhana, pasti masakan Mama lebih berasa lezat.
Sebagai langkah awal, Mama bisa mencoba menu sederhana seperti pare tumis telur atau pare oseng bawang. Dengan teknik yang benar, pare nggak lagi jadi sayur yang dihindari, tapi justru bisa jadi lauk sehat favorit di rumah.


















