10 Tips Menghemat Pengeluaran di Rumah, Yuk Mulai dari Sekarang!

Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir membuat Mama dan keluarga perlu membatasi aktivitas di luar rumah. Alhasil, waktu pun lebih banyak dihabiskan di rumah.
Selama di rumah, ada pengeluaran yang seharusnya bisa jadi tabungan, yaitu biaya transportasi ke kantor.
Namun, dengan semua anggota keluarga di rumah, pengeluaran jadi lebih banyak. Mulai dari pengeluaran untuk makan, listrik, air, telepon, internet, dan lain-lain.
Mengatur keuangan di rumah memang susah-susah gampang. Bila tidak cermat mengaturnya, bisa-bisa sebelum gajian bulan berikutnya, budget bulanan sudah habis. Ditambah lagi, biaya kehidupan juga semakin naik.
Mengatur keuangan, termasuk pengeluaran di rumah, harus dilakukan dengan tepat supaya kebutuhan tiap anggota keluarga terpenuhi dengan baik. Jika tidak, kondisi keluarga akan kacau dan bisa mengalami masalah finansial yang menyulitkan.
Namun, bukan berarti Mama tidak bisa menyiasatinya. Kali ini Popmama.com telah menyusun beberapa cara menghemat pengeluaran di rumah dan membangun kebiasaan yang akan menguntungkan kesejahteraan finansial jangka panjang rumah tangga Mama.
Yuk, simak ulasan berikut ini yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.
1. Buat anggaran bulanan dan jangan melenceng dari rencana anggaran

Catatlah berapa penghasilan bersih Mama dan Papa setiap bulannya setelah dipotong pajak. Setelah itu, kurangi 10% untuk simpanan biaya tak terduga.
Sisanya adalah yang dapat digunakan untuk membayar cicilan, kebutuhan primer, dan gaya hidup.
Rincikan kebutuhan bulanan dan lihat apakah ada sisa yang dapat ditabung. Jika tidak ada, maka itu artinya harus memangkas biaya lain yang sifatnya fleksibel dan bukan merupakan kebutuhan primer.
2. Buat catatan belanja secara mendetail dan beli dalam jumlah besar

Salah satu hal yang membuat belanja bulanan Mama selalu menghabiskan banyak budget adalah tidak membuat catatan belanja secara mendetail. Mungkin Mama hanya mengingat atau mencatat yang besar-besar saja, padahal yang paling penting adalah mencatat semua yang perlu dibeli.
Jika tidak mencatat, Mama akan merasa perlu membeli apapun yang dilihat, sedangkan jika menggunakan catatan belanja, Mama hanya perlu membeli apa yang ada di catatan saja.
Jangan lupa juga untuk sebutkan jumlahnya agar tidak mengambil kurang atau kelebihan.
Belanja bulanan dilakukan untuk memenuhi keperluan selama sebulan. Hindari membeli dengan kemasan kecil dan pilihlah jumlah yang lebih besar.
Hal ini akan mengurangi pengeluaran yang cukup lumayan karena kemasan besar biasanya harganya lebih ekonomis dan juga tidak membuat sampah plastik semakin menumpuk.
3. Masak makanan sendiri agar pengeluaran jauh lebih hemat

Memesan makanan lewat jasa pesan antar memang praktis. Namun, cara ini terlalu boros dibandingkan dengan masak sendiri. Selain itu dengan masak sendiri, kebersihan dan nutrisi makanan juga lebih terjamin.
Memasak makanan sendiri di rumah akan membuat pengeluaran Mama jauh lebih terkendali dibandingkan sering membeli makanan di luar. Uang yang dihabiskan untuk sekali membeli makanan di luar, besarnya bisa serupa pengeluaran untuk makan di rumah selama satu hari.
Walau harus meluangkan sedikit waktu dan tenaga, memasak makanan sendiri dapat menghemat anggaran bulanan Mama dan juga bisa menambah kehangatan dalam keluarga.
4. Mulai menanam sayuran dan bumbu dapur

Mama juga bisa mulai menanam sayuran dan bumbu dapur di rumah. Jika tidak ada bibit, gunakan konsep re-grow.
Caranya, potong bonggol dari sayuran dan tanam di pot yang berisi tanah dan media tanam. Siram air dan berikan sinar matahari secukupnya.
Dalam beberapa hari, daun baru biasanya muncul dari bonggol tersebut. Rawat dengan baik sampai bisa dikonsumsi lagi.
Sayuran yang bisa ditanam dengan konsep ini antara lain, sawi, wortel, kentang dan ubi. Sementara itu, sebagian besar bumbu dapur bisa menggunakan konsep ini, antara lain bawang putih, bawang merah, bawang bombay, jahe, kencur, kunyit, dan daun bawang.
5. Matikan barang elektronik jika tidak dipakai

Salah satu cara untuk menghemat listrik di rumah adalah dengan mematikan atau mencabut stop kontak listrik pada barang elektronik yang sedang tidak dipakai.
Barang elektronik rumah tangga, seperti kipas angin, AC, lampu, hingga televisi sebaiknya dimatikan jika tidak digunakan. Selain menghemat tagihan listrik, hal ini juga membuat barang elektronik di rumah awet dan tidak mudah rusak.
6. Gunakan peralatan rumah tangga hemat energi

Supaya tagihan tidak membengkak, Mama dapat memilih peralatan rumah tangga yang didesain secara khusus untuk menghemat energi.
Ketika memilih, Mama jangan asal ambil alat elektronik yang harganya murah saja tetapi juga perlu melihat seberapa banyak energi listrik yang dibutuhkan oleh peralatan rumah tangga tersebut.
Hal ini menjadi penting apalagi peralatan elektronik tersebut digunakan setiap hari.
7. Menghemat penggunaan air

Menghemat penggunaan air juga tak kalah penting dilakukan. Membatasi penggunaan air dapat membuat tagihan listrik berkurang.
Saat ini sudah banyak pompa air yang membutuhkan listrik. Dengan menghemat penggunaan air, berarti penggunaan listrik menjadi berkurang sehingga tagihan listrik tidak lagi membengkak.
8. Pertimbangkan untuk memasang WiFi

Jika seluruh anggota keluarga di rumah memanfaatkan internet setiap hari, hitung total pengeluaran bulanan untuk kuota internetnya. Lalu, bandingkan dengan biaya jika pasang WiFi di rumah.
Kalau memang biayanya tidak jauh berbeda, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan memasang WiFi supaya internetan lebih puas dan tetap hemat.
9. Pakai provider internet yang murah tetapi dapat diandalkan

Terkadang memasang WiFi tidak bisa dijadikan opsi, misalnya ketika tempat tinggal belum terjangkau jaringan WiFi atau ketika penggunaan kuota ternyata tidak terlalu banyak.
Oleh karena itu, memilih provider seluler yang tepat adalah kunci agar budget tetap terkendali. Hindari memilih provider yang asal murah. Pilih yang jaringannya juga bisa diandalkan.
Coba bandingkan cost per use antara provider yang satu dan yang lainnya. Pilih yang biaya per gigabyte-nya paling murah dengan jaringan yang paling kencang. Selain itu, pilih kuota yang tidak dibagi-bagi supaya tidak mubazir.
10. Tentukan budget tagihan telepon dan pakai telepon sesuai kebutuhan

Penting untuk menentukan budget tagihan telepon yang harus dibayar setiap bulan. Dengan begitu, pengeluaran akan lebih terencana sehingga kondisi keuangan lebih stabil karena Mama sudah bisa mengetahui estimasi biaya yang dibutuhkan untuk tagihan telepon.
Selanjutnya, biasakan untuk memakai telepon sesuai kebutuhan atau hanya untuk yang penting saja. Jika memang hanya percakapan sederhana, sebaiknya gunakan layanan pesan singkat atau e-mail.
Saat ini juga sudah tersedia layanan free call pada beberapa platform media percakapan, seperti Line dan WhatsApp yang dapat dimanfaatkan untuk menghemat tagihan telepon.
Itulah beberapa cara untuk menghemat pengeluaran di rumah. Mama bisa coba mulai sekarang.
Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat mencobanya di rumah, ya!



















