Dunia yang terus berkembang membuat para pekerja harus mampu beradaptasi di tengah ketidakpastian ekonomi, percepatan teknologi, dan meningkatnya tantangan kesehatan. Untuk itu, lingkungan kerja tentunya harus mendukung kesehatan fisik, mental, sosial, dan juga finansial.
Studi global Zurich, The Resillient Workforce menemukan bahwa 88 persen pekerja dengan tingkat resilience (ketahanan) yang tinggi memiliki kinerja yang sangat baik, hampir dua kalo dari kelompok dengan resilience yang terendah dengan jumlah 44 persen.
Di samping itu, angka harapan hidup yang semakin meningkat membuat masyarakat harus memerhatikan kondisi kesehatan jangka panjangnya agar terhindar dari risiko penyakit kronis. Jadi, bagaimana cara meningkatkan resilience dan kesehatan jangka panjang?
Simak informasi selengkapnya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini seputar wellbeing dan resilience pengaruhi performa pekerja dengan kesehatan yang paling utama.